twitter

Kursus di Surabaya

Tristar Jemursari
Telp: 031- 8480821-22.
031-8433224-25.
Simpati: 0813 3200 3300.
Satelindo: 085731804143
XL: 0817321024.
PIN BB: 2B4E0E95
Jln. Raya Jemursari 234 & 244.

Cooking With The Chef

VCD Tutorial Memasak. Info dan Pemesanan: 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

VCD Tutorial Tata Boga dan Patiseri

Jl.Raya Jemursari 244, Surabaya. 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

Pages

Rabu, 26 Agustus 2015

Bisnis Kuliner Menggeliat, Akpar Majapahit Buka Program Baru ’’Advanced Culinary Class’’

PRESDIR Majapahit Tourisme Academy (Matoa) Holding Ir Juwono Saroso memprediksi program baru Culinary Advance bakal booming setelah mencermati sekaligus menerjuni trend bisnis kuliner di Tanah Air belakangan ini.

Pembukaan program baru tersebut untuk menyiapkan tenaga-tenaga yang andal di bidang kuliner guna menyikapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Program baru Culinary Advance di Kampus Akpar Majapahit Surabaya ini sekaligus melengkapi program yang telah dibuka sebelumnya yakni  program S1 Culinary Business (Culbiz) tahun akademik (TA) 2014/2015.

Selain itu Tristar Institute BSD Jakarta --salah satu unit usaha dari Matoa Holding-- juga sudah merintis program S1 Food Technology (Food Tech) sejak awal tahun ini dan program ini dikembangkan di Surabaya yang dikemas dalam program Culinary Advance.

Program baru ini mendidik mahasiswa dalam dua disiplin ilmu, yakni ketrampilan di bidang tata boga + patiseri dan ilmu-ilmu mengenai culinology, molecular grastronomy dan food technology.

Mahasiswa yang mengambil program ini ke depannya tidak hanya piawai membuat makanan (sajian) yang menarik, garnis (tampilan) yang bagus, dan rasa yang lezat saja, tetapi mereka juga mempelajari ilmu pangan seperti teknik pengawetan, ilmu nutrisi dan gizi, ilmu mikrobiologi dan keamanan pangan, teknologi industri pangan yang sehat dan aman, ilmu pangan terapan, proses rekayasa pangan dan melaksanakan penelitian (riset) dan publikasi.

Selain itu mahasiswa juga akan dibekali wirausaha di bidang pangan seperti industri frozen food, minuman dalam kemasan, makanan awetan seperti abon, snack, frozen bakery, dan lain-lain.

Mereka juga dikenalkan dan praktik mesin-mesin industry pangan dari industri kecil, menengah hingga industri besar.Untuk itu pihak kampus akan mengajak mahasiswa melakukan studi banding ke luar negeri mengunjungi pabrik (factory visit), riset dan development department.

Masih menurut Juwono Saroso, dalam menyusun materi perkuliahan dan praktik dalam program culinary advance itu merupakan hasil kreasinya sendiri --karena dirinya dengan latar belakang sebagai lulus dari Fakultas Teknik Kimia ITS-- termotivasi mengembangkan dua disiplin ilmu, yakni ketrampilan di bidang tata boga + patiseri dan ilmu-ilmu mengenai culinology, molecular grastronomy dan food technology.

Sesuai dengan RKAP tahun 2015/2016, pihak Matoa Holding sudah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 500 jutaan untuk pengadaan peralatan baru guna mendukung operasional laboratorium food technology dan praktik molecular gastronomy bagi mahasiswa.

Nah, keajaiban dalam hidangan (molecular gastronomy) ini nantinya juga dipelajari mahasiswa yang mengambil program Culinary Advance. Molecular gastronomy dalam dunia tata boga ini lebih menekankan pada pendekatan ilmiah yang memadukan antara ilmu kimia dan fisika di dunia kuliner dan pastry.

Maka tidak heran jika ada café & resto bintang lima yang menyajikan apple pie dan rujak dalam bentuk ice cream. Rawon dalam bentuk agar-agar dengan rasa daging dan bumbunya terasa lekat di lidah.

”Tidak hanya itu, ada juga spaghetti yang tampilannya sepertinya tidak berbumbu ternyata memiliki rasa ”meledak” di mulut. Ada juga es krim nitrogen yang sensasi rasanya luar biasa di mulut. Nah dengan memahami molecular gastronomy, saya yakin lulusan program Culinary Advance  bisa diterima pasar kerja,” terang Juwono yang juga owner Matoa Holding.

Program Culinary Advance yang dibuka pihak Kampus Akpar Majapahit ini merupakan jembatan menuju program S1 Food Technology namun menikberatkan pada spesialisasi, demi menjawab kebutuhan mahasiswa yang suka masak (kuliner) tetapi tidak suka mata kuliah dan praktik pastry. Sedangkan program Pastry Advance mengakomodasi mahasiswa yang suka pastry tetapi tidak suka masak.

Terkait dengan hal itu pihaknya pada Senin (11/8/2015) mengundang dosen tamu Chef Didi Han –chef senior asal Indonesia yang telah malang melintang di Eropa (Belanda) dan Amerika (Kanada)—berbagi ilmu tentang food decorator dan food technology dengan juniornya yakni Chef Yuda Agustian, Chef Della sapaan karib Adeline Nadia Daniel bersama 12 mahasiswa D3 jurusan kuliner Akpar Majapahit di laboratorium Food Tech Jl Jemursari 234 Surabaya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengenalkan peralatan canggih kepada mahasiswa antara lain Vacuum Packing Machine (VPM), Polyscience Sous Vide Professional Immersion Circulator --produk innovation culinary technology dari AS— dan Induction Cooker (kompor listrik induksi) hemat energi.

VPM ini diaplikasikan untuk mevakumkan makanan, seperti daging dengan membuang kandungan airnya. Sebelum divakum, daging itu dikemas dalam kantong plastik lebih dulu, selanjutnya daging dalam kemasan plastik itu dimasak dalam alat Polyscience Sous Vide Professional Immersion Circulator.

Setelah mendapat perlakuan tersebut, daging yang telah divakum tersebut direbus dalam panci berisi air yang suhu pemanasannya dikontrol langsung oleh alat canggih PolyScience Sous Vide Professional Immersion Circulator untuk melonggarkan ikatan daging dengan kemasannya sehingga daging mudah diambil dari dalam kemasannya.

Selanjutnya daging yang sudah divakum tadi bisa dimasak –dipanaskan (heat) atau digoreng (fry)-- di atas kompor listrik induksi (induction cooker). Dan yang harus diperhatikan adalah wadah untuk memasak daging itu sebaiknya dari bahan stainless steel atau teflon.

Dalam demo memasak daging sapi (tenderloin) di atas kompor induksi, ada dua perlakuan yang dicoba yakni daging dipanaskan pada suhu konstan 80 derajat celcius selama 10-15 menit. Sedangkan pada treatment kedua, daging digoreng pada suhu 200 derajat celcius selama 1-2 menit. Hasilnya, kematangan daging medium, tekstur menjadi empuk, namun pada perlakukan kedua bumbunya lebih meresap ke dalam daripada treatment pertama. (ahn)

Jumat, 14 Agustus 2015

Belajar Fruit Carving Yang Menakjubkan


S1 International Culinary Business


Keindahan fruit carving yang biasa dijumpai dalam sebuah acara pesta, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu. Tak heran jika kehadiran hiasan fruit carving diantara hidangan bisa menjadi centerpiece di dalam ruang pesta. Lantas susahkah belajar fruit carving?



Kehadiran master fruit carving, Didi Han di kampus IEU sebagai dosen tamu dari negara Belanda ini membawa warna tersendiri di perkuliahan mahasiswa S1 International Culinary Business untuk belajar materi fruit carving (seni mengukir buah).

“Seni mengukir buah ini bukan milik mereka yang berbakat seni saja. Semua orang bisa membuatnya sendiri. Yang dibutuhkan untuk menguasai mengukir ini adalah kesabaran, ketekunan, dan keinginan untuk selalu mencoba lagi jika mengalami kegagalan hingga berhasil” terang Didi Han sebelum mengawali pembelajaran.
Dengan mengabungkan teknik mengukir buah gaya Thailand dan Cina, Didi Han mengajak mahasiswa S1 International Culinary Business belajar cara mengukir buah-buahan dan sayuran menjadi ukiran bunga-bunga yang menakjubkan. Diantaranya ada semangka, kentang, lobak, bit, timun, zuchini dan bawang Bombay.
 “Mengukir buah ini sangat mudah dipelajari dan peralatan yang diperlukan pun sederhana, pada dasarnya hanya pisau yang runcing dan tajam” ungkapnya.
 Sebelum para mahasiswa membuat fruit carving, Didi Han menunjukan kepiawaiannya dalam meng-carving 2 (dua) buah semangka menjadi bentuk bunga yang cantik. Tak hanya itu, Didi Han juga menujukan sebuah kreasi bunga tulip khas Belanda yang dibuatnya dari kentang. Wah...hasilnya sangat cantik sekali.
Azizah & Cindy, mahasiswa S1 International Culinary Business

Bagi Cindy dan Azizah, mahasiswa S1 International Culinary Business mengikuti materi fruit carving yang diajarkan dosen tamu dari Belanda ini banyak memberi pengetahuan. Teknik mengukir buah ternyata memerlukan ketelatenan & seni yang tinggi, jadi musti sering-sering berlatih, ungkap mahasiswi ini dengan bangga.


Ingin terampil seperti mereka ? Keahlian mengukir buah (fruit carving) ini dapat menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Jadi tunggu apalagi, kuliah S1 International Culinary Business di Kampus IEU yang ada di jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B bisa menjadi pilihan dan rasakan suasana pengajaran kuliner yang begitu nyaman. *Upi


S1 Education Program
“International Culinary Business”

IEU (Indonesian European University)
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B

Graha Tristar || Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya
Ph. 081233752227 – 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
www.kuliah-sambil-kerja.com
www.tristarculinaryinstitute.com
www.ieu.ac.id

Jumat, 07 Agustus 2015

Kursus Teknologi Pangan : Olahan Buah Merah Papua



Demi Raih Nilai Tambah, Tristar Institute Sukses Olah Buah Merah

Jadi Es Krim, Jelly Cup, Mayonaise, Mie, Muffin, Pudding, Siomay dan Roti Tawar

PRESDIR Tristar Group Ir Juwono Saroso didampingi Ir Nur Hidayat, Wakil Direktur CV Tristar Chemical (Tristar Group) pada pertengahan April 2015 lalu ditunjuk Pemprov Jatim untuk menjadi nara sumber sekaligus  berbagi ilmu seputar tekonologi pangan di hadapan ratusan pejabat di lingkungan Pemprov Papua dan pelaku usaha.


Kehadiran dua anggota tim dari Tristar Group ke Jayapura itu untuk memenuhi undangan Pemprov Papua yang disampaikan melalui Pemprov Jatim. Kunjungan kerja bos Tristar Group ke Papua ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya dirinya berangkat ke Papua --atas undangan Kadin Papua-- bersama sejumlah pengusaha asal Jatim di bawah koordinasi pihak Kadin Jatim akhir Oktober 2014 silam.

Tim dari Tristar Group ini intinya mendapat tantangan untuk ”menyulap” buah merah asal Papua menjadi aneka produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga petani Papua mendapatkan nilai tambah (added value) dari buah asli dari Papua tersebut.

Dari penampilan fisik buah merah yang punya nama latinnya Pandanus conoideus Lam. itu kulitnya berwarna merah dan berminyak, daging buahnya oranye, sedangkan bonggolnya putih. Di habitat aslinya Papua, oleh penduduk setempat buah merah dimanfaatkan menjadi bahan obat-obatan.

Tidak hanya itu, tim dari Tristar Group ini juga diminta presentasi dan demo di hadapan undangan yang hadir untuk menunjukkan bahwa ginseng dan rumput laut bisa diolah menjadi aneka produk kosmetik.

”Dalam kesempatan tersebut, kami membawa lulur, krim wajah dan hand body untuk spa (body scrup) dengan dari ginseng dan sea weed (rumput laut). Produk kosmetik itu kami kasih label Nouvelle sebagai merek dagang,” kata Ir Juwono Saroso didampingi Ir Nur Hidayat, Wakil Direktur CV Tristar Chemical (Tristar Group).


Sejauh ini, lanjut Juwono, buah merah banyak dimanfaatkan oleh penduduk menjadi bahan obat-obatan, namun di tangan Tristar Group buah merah ”disulap” menjadi aneka produk kosmetik karena di dalam buah merah itu punya kandungan antioksidan dan vitamin E tinggi, yang berfungsi untuk peremajaan kulit.

Peluang kedua dari pemanfaatan buah merah adalah dijadikan aneka makanan. ”Dan terbukti, dari buah merah yang kami bawa ke Surabaya –tiga buah merah yang sudah dikupas dan satu lagi buah merah dalam kondisi utuh (segar), bisa diolah menjadi es krim, jelly cup, mayonaise, mie, muffin (seperti cup cake), pudding, siomay dan roti tawar,” kata Pak U, sapaan akrab Presdir Tristar Group Ir Juwono Saroso di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Aneka produk makanan olahan dari buah merah itu sukses diujicoba di dapur uji Tristar Institute oleh tim Teknologi Pangan Tristar Grouo yang dipimpin Ir Fitri Ani dengan anggotanya Nursanti, chef Harris Suseno dan Ir Indah Fitriana, M Abdul Rozi, pada 23-26 April 2015.
”Ide brilian yang berkembang pasca uji coba tersebut, daging dan bonggol buah merah juga akan kami olah menjadi keripik, sehingga masyarakat Papua nantinya bisa mengembangkan olahan buah merah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya,” kata Nursanti dan Ir Indah Fitriana di laboratorium Teknologi Pangan Tristar Institute Jl Raya Jemursari 234 Surabaya, kemarin.

Setelah sukses mengolah buah merah menjadi aneka makanan selanjutnya pihak Tristar Group akan melaporkan hasil ini kepada pihak Pemprov Papua. ”Informasinya, delegasi dari Papua akan datang ke Surabaya akhir bulan ini, untuk praktik langsung pengolahan buah merah dengan tim dari Teknologi Pangan Tristar Intitute,” ujarnya.

Selain itu, pihak Tristar Group juga ditantang untuk mengolah buah pinang – yang banyak dihasilkan petani Papua-- menjadi kosmetik, pasta gigi (untuk penguat gigi) dan sabun kewanitaan.

Info terbaru. PT Sariayu Cosmetics pernah meneliti buah pinang menjadi bahan kosmetik. ”Nah, dengan dasar kajian itu, kami optimistis bisa menyulap buah pinang menjadi kosmetik, pasta gigi dan sabun kewanitaan,” jelas Juwono Saroso, dalam kesempatan terpisah. (ahn)

Kamis, 06 Agustus 2015

Buket Buah Cantik dan Cake Decoration Persembahan Akademi Pariwisata Majapahit



BUKET buah sederhana nan cantik dapat menjadi ide hadiah sehat untuk yang tersayang. Kue, bunga dan buah yang ditaruh dalam keranjang kemudian ditutup plastic dan dihias pita aneka warna sudah sering digunakan sebagai hadiah, kini saatnya Anda mencoba sesuatu yang berbeda dengan membuat buket buah sederhana nan cantik.


Kreasi ini telah dipraktikkan oleh Chef Renny Savitri, Dosen Jurusan Pastry Akpar Majapahit Surabaya bersama timnya yang terdiri dari Arifanda, Nadia dan Christian (Asisten Dosen), saat membuat hantaran buah sederhana nan cantik untuk dipersembahkan kepada Harian Radar Surabaya yang berulang tahun ke-14 pada 24 Fabruari 2015 lalu.

Menurut Renny Savitri, hantaran buah segar kali ini tidak sekadar disusun  dan ditaruh di dalam keranjang kemudian ditutup dengan plastik transparan dan dihias pita. Namun kali ini hantaran buah segar ini dibuat berbeda dari konsep yang lama.

Prinsipnya adalah bagaimana hantaran buah segar ini bisa langsung dikonsumsi tanpa harus mengupas kulit buahnya lebih dulu. Ini artinya buah segar tersebut –melon, semangka, nanas, anggur, buah naga, jeruk, strawberry-- sudah dikupas, dipotong-potong sedemikian rupa dibuat seperti membuat sate.

Buah segar yang dibuat seperti sate ini dipalikasikan dengan buah lain seperti anggur hijau atau merah dan strawberry sehingga tersajikan warna yang kontrak dan serasi saat dipadupadankan. Untuk menghemat biaya bisa saja buah segar yang dipadupadankan itu 2-3 jenis asal warnanya kontras seperti orange, strawberry dan anggur hijau. Kombinasi warna orange, merah dan hijau sesuai selera bisa dijadikan hantaran buah yang cantik dan menarik.

”Aneka buah segar untuk hantaran itu kami beli di supermarket atau pasar swalayan yang terdekat dengan kampus. Buah yang kami pilih terutama yang warnanya mencolok seperti orange, merah, hijau, kuning sehingga nantinya menarik untuk dipadu padankan,” terang Renny di ruang kerjanya, kemarin (3/3/2015). 

Aneka ragam buah yang dibeli saat itu, antara lain :
- Belewah
- Semangka
- Nanas
- Strawberry
- Jeruk
- Anggur 
- Melon

Alat yang dipergunakan membuat buket buah juga sangat sederhana yakni :
- Cetakan kue
- Tusuk sate 
- Vas atau tempat selai
- Kembang kol atau Styrofoam

Cara membuat buket buah segar :
1. Cetak buah dengan cetakan kue.
2. Tusukkan pada tusuk sate.
3. Atur buah agar menjadi rangkaian yang cantik.

Tidak hanya itu, untuk member surprise kepada Radar Surabaya, Akpar Majapahit juga membuatkan cake decoration dan pie karakter. Pie karakter ini dikasih topping hello kitty, coklat, buah dan keju.agar meriah dan semarak. Pie karakter ini berbeda dengan pie umumnya yang hanya dikasih buah untuk toppingnya.

Sementara itu untuk menghias cake decoration, tim pastry dari Akpar Majapahit sudah menyiapkan cake-nya, coklat cream, coklat compound, white compound sejak pagi. ”Untuk mempercepat proses pembuatan cake decoration dan pie karakter spesial  ulang tahun Harian Radar Surabaya tersebut, saya dibantu oleh Arwati, Ita Sukervin, Upi Palupi dan Jiurike,” pungkasnya. (ahn)

Chocolate & Cake Decoration - Advanced Pastry School Surabaya & Jakarta


Berbicara tentang cokelat selain memberi sensasi rasa manis di lidah juga memiliki serangkaian karakter yang dapat diciptakan dari cokelat. Nah untuk memperlakukan cokelat menjadi produk makanan yang eksotik dalam tampilan dan citarasanya, pastinya diperlukan pemahaman tersendiri.


 Seperti yang dibuat oleh mahasiswa Akpar Majapahit kelas Pastry Advanced dalam praktik mata kuliah mengenai pengetahuan tentang Chocolate & Cake Decoration. Ada 10 produk pastry berbahan cokelat yang dikombinasikan dengan beragam bahan lain. Diantaranya, Green Tea Coffee Cake, Coconut Pandan Entremet, Chocolate Banana Hazelnut, Peach Iced Tea, Chocolate Peanut Butter and Jelly, Citron, Lemonade Tiramisu, Lychee Yoghurt, Chocolate Mandarin Caramel, dan Mango Entremet.


    
 Menurut chef Valentinus selaku dosen pastry, hampir semua produk yang dipraktekan ini memanfaatkan cokelat sebagai salah satu ingridien untuk berkreasi. Cokelat bisa dikombinasikan dengan berbagai bahan lain untuk menghasilkan citarasa baru, atau tampilan yang secara artistik lebih mempesona.



Pasti keren bukan, tampilan produk “Chocolate & Cake Decoration” yang dibuat oleh mahasiswa Akpar Majapahit kelas Pastry Advanced? Sudah tidak diragukan lagi, kelas Pastry Advanced yang ada di kampus Akademi Pariwisata Majapahit memberikan ruang belajar bagi Anda dalam berkreatifitas di dunia pastry untuk menjadi pastry chef profesional. *Upi


Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050

www.majapahit.org / www.matoa.info