twitter

Kursus di Surabaya

Tristar Jemursari
Telp: 031- 8480821-22.
031-8433224-25.
Simpati: 0813 3200 3300.
Satelindo: 085731804143
XL: 0817321024.
PIN BB: 2B4E0E95
Jln. Raya Jemursari 234 & 244.

Cooking With The Chef

VCD Tutorial Memasak. Info dan Pemesanan: 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

VCD Tutorial Tata Boga dan Patiseri

Jl.Raya Jemursari 244, Surabaya. 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

Pages

Senin, 08 Juni 2015

Wira Usaha Mahasiswa Akpar Majapahit di Hari Valentine

   Pada tanggal 14 February dikenal sebagai hari kasih sayang atau biasa disebut Valentine days. Hari kasih sayang ini sekarang sudah mulai diasosiasikan oleh para pencinta yang saling bertukar notisi notisi dalam bentuk “valentines” adapun symbol modern valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati, gambar sebuah cupid bersayap, cokelat dan bunga mawar.
Aksi seru inilah yang dilakukan teman teman Mahasiswa Akpar Majapahit merayakan hari Valentine nya.





Acara ini dilakukan bertepatan pada sore hari (13/02/2014) menjelang perayaan hari kasih sayang tempatnya di Naomi Café & Resto.
Mereka bukan sekedar membagi gratis untuk pengguna jalan,sekaligus berpartisipasi dalam perayaan Valentine Days,namun mereka juga berjualan hasil produk mereka (Nasi bakar Traveling) untuk pengguna jalan sore itu. Kegiatan ini sekalian juga merupakan kegiatan Wira Usaha. Mahasiswa Akpar Majapahit sejak awal masuk kuliah sudah dibekali dengan Pendidikan Wira Usaha. Lulusan D3 Akpar Majapahit juga berkesempatan untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tersedia berbagai jurusan yang bisa di ikuti :
      
* D4 Perhotelan di Surabaya & Jakarta
* S1 Manajemen Perhotelan di Jakarta
* S2 Magister Manajemen di Surabaya & Jakarta
* S2 Magister Pariwisata di Surabaya & Jakarta
Info Kuliah: 081233752227  (Hendrik) & 081234506326 (Anggit)





 Apa itu Nasi Bakar traveling ??
Nasi bakar sudah dikenal akrab oleh masyarakat khususnya para backpacker yang sedang melancong.
entah darimana asal usul Nasi bakar sangat sulit untuk dilacak,hanya saja popularitas Nasi Bakar mulai naik di Kota Bandung dan sampai sekarang masih diburu pecinta pecinta kuliner seluruh Nusantara salah satunya di Surabaya.
Ciri khas Nasi Bakar Traveling yaitu lauknya yang berada di dalam nasi lalu dibungkus daun pisang ini dijadikan mereka sebagai produk andalan mereka,dan tak terduga bisa laris manis dijual disemua kalangan.
Sore itu mereka mampu menjual 30 bungkus Nasi Bakar Traveling dan 25 pasang coklat+Bunga.






                                                                                                                                    
Asal mula mereka berjualan berawal dari Pak Yuda (Dosen & Leader D'Hizteria Street) yang mengajar Mata kuliah Wirausaha di Triwulan Akhir. Dengan demikian mereka diberi kesempatan untuk berwirausaha ditengah tengah kesibukan kuliah. Hal inipun tidak menjadi beban bagi Mahasiswanya. Program Wira Usaha ini juga merupakan awal dari pembelajaran mahasiswa untuk terjun langsung di dunia Bisnis Kuliner. Mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit berkesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi  D4 Perhotelan atau bisa juga melanjutatkan ke Jurusan S1 Culinary Bussiness. Pada tahun ke 4. Mahasiswa S1 Culinary Bussiness  diwajibkan membuat Usaha dibidang Kuliner ( Culinary Project). 

Menurut  Bagus Rizky (Mahasiswa Culinary Pagi 3) berkata bahwa “Saya Pribadi sangat senang dengan adanya program seperti ini,bisa menambah wawasan saya dan teman teman serta membekali saya untuk bisa berwirausaha sejak sekarang”, serta persiapan untuk studi lanjutan S1 Culinary Bussiness.





Nasi Bakar Traveling ini tak hanya diproduksi dan dijual sehari/dua hari saja,namun karena semangat dan ketekunan mereka dalam menjual, Alhasil Produk mereka laris manis setiap harinya,dan akan diterapkan secara permanen (seterusnya tanpa mengganggu jadwal kuliah).
Memang,untuk Mata Kuliah Wirausaha ini Pak Yuda hanya memasang target seminggu saja berjualan,akan tetapi belum seminggu saja Produk mereka sudah banyak yang pesan dan balik modal sejak 3 hari setelah mereka berjualan,maka program memproduksi dan berjualan Nasi Bakar  ini akan berlaku dalam jangka waktu panjang atas dasar semangat mereka dalam berwirausaha.

1 Kelas terbagi atas 4 kelompok. Kelompok 1 inilah yang dipelopori oleh Bagus Rizki sejauh ini sudah mencapai target,dengan modal awal yang Rp.500.000 ,mereka mampu mengembalikan modal tersebut,bahkan menghasilkan 3 kali lipat dari modal awal.
“Harapan saya supaya teman teman tetap semangat,dan dengan program ini sangat bermanfaat serta bisa saya aplikasikan setelah lulus nanti untuk mempunyai usaha sendiri dibidang kuliner.” Sambung Bagus Rizky.

Sistem ini adalah sebuah miniature program yang akan diterapkan di Akpar Majapahit, Tristar Culinary Institute  Kampus Hemat Kaliwaron dan Kampus BSD Jakarta oleh Pak Yuda selaku Dosen Tataboga.
Tentunya hal ini tidak menjadikan Mahasiswa keberatan, karena selain untuk mencapai target nilai dalam Mata Kuliah Pak Yuda,mereka juga bisa belajar berwirausaha,Tim work yang baik, berinteraksi dengan konsumen,dan belajar menjadi pengusaha sejak dini.

“Tujuan dari program ini adalah untuk melatih kekompakan mereka,kegiatannya fun  dan melatih anak anak agar berjiwa social,karena semua penghasilan seluruhnya akan disumbangkan bagi yang membutuhkan .” Ungkap Pak Yuda.

Untuk Mensukseskan Program Wira Usaha Mahasiswa Jurusan S1 Culinary Bussiness, pihak Yayasan Ekaprasetya Mandiri juga telah membuka beberapa Cafe, Resto dan  Pujasera  antara lain:

Matoa Cafe & Resto yang berlokasi di dalam Kampus A Akpar Majapahit, Jln Raya Jemursari 244 Surabaya. 
Menu Special: Sego Goreng Kobong, Tahu Jepang Saus Telur Asin, Ayam Krispi Cabe Garam, Ayam Goreng Lengkuas, Minuman Juice Sehat Green Garden dll.
Cafe ini saat ini di kelola  Boediono (Dosen Kuliner Tristar Institute Kampus Hemat Kaliwaron), Era Pratiwi (Mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit),serta bbrp mahasiswa lainnya.  

Oost Cafe yang berlokasi  di Kampus B Akpar Majapahit,  Jln Kaliwaron no 58.  
Cafe dengan Nuansa Kedai Jawa ( Indoor) dan Nuansa Belanda (Outdoor).
Menu Special : Aneka variasi Kopi & Teh , Siomay Nenek & Kakek, dll.

Pujasera Bale Kliwon yang berlolasi di Kampus B Akpar Majapahit. Jln Kaliwaron no 60.  
Pujasera ini menyediakan menu menu masakan Tradisional Indonesia spt: Bakso, Sate Madura, Nasi Empal, Nasi Rawon dll. 

Naomi Cafe & Resto di Jln Raya Tenggilis 68. 
Menu Special:  Kailan 2 Rasa, Kepiting Saus Keju, Rujak Manis & Ayam Goreng Rempah Naomi, Crispy Salty Egg Kebab, serta menu menu tradisional seperti Rawon Special, Asem Bandeng Duri Lunak, Sup Merah dll.
Cafe ini saat ini di kelola oleh  Prabu Galih Setyo  (Dosen Kuliner Akpar Majapahit), Hori Papua (Asisten Dosen),serta bbrp mahasiswa lainnya.  

D'Hizteria Cafe & Resto di jln Raya Rungkut Mapan Blok FA no 3. 
Hizteria sendiri adalah Cafe yang lebih diperuntukan untuk anak muda dengan Special Menu Pedas, 
antara lain: Siomay Setan, Nasi Goreng Tabok, Caliante dll. 
Fasilitas ruangan outdoor yang nyaman di lantai 1 & 2,  Layar Lebar & Nobar, Live Music , Stand up Comedy serta Juggling & Bartending Show by Hizteria Street.
Cafe ini saat ini di kelola  oleh Bpk Mahmudi (Dosen Kuliner Akpar Majapahit), Yuda Agustian (Leader Hizteria Street), Andreas Prabu, Fungki, Tiwi, Dimas, Maharani, dll

Serta akan dibuka segera; Saxing Chinesse Resto (Halal) Kaliwaron, D'Hizteria II Cafe & Resto Tristar BSD Jakarta  dan Naomi  II Cafe & Resto Prapen J5. 
(/Nisa.js)

Kolaborasi Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim dan Tristar Culinary Institute



234 Anggota Koperasi Belajar Kuliner

KEPERCAYAAN publik terhadap eksistensi Tristar Culinary Institute (TCI), sebagai lembaga pelatihan kuliner swasta di Surabaya yang berpengaruh semakin mengkristal. Kali ini giliran Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim Jl Jemur Andayani 55 Surabaya yang menjalin kerjasama dengan pihak TCI menggelar pelatihan kuliner untuk para anggotanya.


Kerja sama antara dua lembaga itu tertuang dalam Surat Perjanjian No. 361/OR/SK/KSBW/V/2014 tertanggal 16 Mei 2014 yang ditandatangani Ir Indri Soerjani, Ketua I Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim dan Nofembrianti dari pihak TCI Surabaya.


Bendahara II Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim Kusumo Wardhani, mengatakan, pelatihan kuliner menu katering ini merupakan program kerja koperasi untuk tahun 2014. Selain itu masih ada jenis pelatihan lain yang masuk program kerja tahun ini yakni teknologi informasi (TI) komputer, kerajinan (handicraft), dan menjahit (pecah model dan busana).

”Ketika itu kami tawarkan kepada anggota untuk mengikuti pelatihan kuliner menu katering ternyata dari 11 ribu-an anggota koperasi hanya menjaring 234 orang peserta. Sedangkan anggota lainnya memilih belajar komputer, busana atau kerajinan.Makanya 234 orang ini yang kami gilir belajar kuliner di TCI mulai 19 – 31 Mei 2014,” ujar Bu Dhani, sapaan karib Kusumo Wardhani ketika dihubungi melalui telepon di kantornya, Selasa (20/5).


Pelatihan kuliner kepada anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini selain untuk menambah keterampilan anggota dalam hal kuliner, juga diharapkan kelak setelah mereka belajar praktik menu katering secara langsung, ada keinginan untuk membuka usaha katering sendiri sekalipun dalam skala rumahan.


”Nah, dengan bekal keterampilan masak memasak inilah, kami berharap para anggota koperasi bisa mengkreasikan pengalamannya ini dengan membuka usaha mandiri demi menambah penghasilan keluarga. Kami akan support mereka sampai sukses,” terang Kusumo Wardhani.

Nofembrianti dari TCI Surabaya menambahkan, kerjasama antara TCI dengan Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini merupakan bukti nyata bahwa keberadaan TCI tetap diperhitungkan dalam menghelat pelatihan kuliner maupun pelatihan nonfood.

Dalam surat perjanjian, sebetulnya yang dijadwalkan ikut pelatihan kuliner adalah 234 orang, tetapi untuk tahap awal anggota koperasi yang menyatakan kesiapannya baru 175-an. Makanya yang dilatih untuk sementara baru 175 orang. Pelatihannya sendiri dimulai sejak Senin (19/5) lalu dari pukul 09.00-14.0009.00-14.00 dengan durasi lima jam perhari.

Setiap hari pelatihan kuliner menu katering ini diikuti 25-30 peserta, yang terbagi dalam lima kelompok @ enam orang. Mereka diajarkan menu pembuka (aneka salad), menu inti (aneka olahan daging dan sayur) dan menu penutup (terdiri atas pudding dan aneka es).

Pihak TCI menunjuk dua orang sebagai instruktur andalnya, yakni chef Yudha Agustian dan chef Mahmudi, untuk mendampingi peserta pelatihan menu katering dari Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim.

”Selain itu, setiap peserta pelatihan berhak mendapatkan tas cantikdari TCI yang berisi celemek, materi pelatihan, ballpoint, snack (makanan ringan)dan air minum dalam kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, setiap peserta akan kami berikan sertifikat,” pungkasnya. (ahn)

Belajar Teknologi Pangan : Produksi Selai - Marmalade - Permen - Marsmallow


Advanced Pastry Class
“Food Technology”

Belajar Produksi & Pengemasan Industri Pangan



Belajar teknologi pangan (Food Technology), siapa takut? Ilmu pangan ini mempelajari sifat fisis, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses yang mengolah bahan pangan tersebut. Aplikasinya beragam, diantaranya, pengawetan, pemrosesan, pengemasan, penyimpanan, distribusi, hingga penggunaan bahan pangan yang aman dan bernutrisi.

S1 Culinary Business - Belajar Bartending di Hizteria Cafe & Resto


Mahasiswa S1 International Culinary Business



Bertandang ke restoran atau kafe pasti akan menjumpai beragam minuman dengan nama-nama yang unik. Penyajiannya yang eksotik, pasti terlihat harganya yang wow alias mahal...! Sebenarnya kita bisa membuat minuman-minuman yang segar dan dingin sendiri, lho. Seperti yang dilakukan mahasiswa S1 International Culinary Business tampak asyik meracik minuman dan menyajikannya secara istimewa.

Meracik beberapa jenis minuman dengan tampilan yang menarik diperlukan keterampilan. Terutama agar rasa dan aroma minuman jadi unik dan enak. Karena itulah diperlukan pengetahuan khusus seperti yang diajarkan chef Yuda dan chef Della dalam materi kuliah Bartending selama 5 hari di cafe hizteria.
Mahasiswa S1 International Culinary Business diajak mengenal 4 (empat) jenis minuman populer, seperti Juice & Smothies, dasar Coffe & Milk Shake, Mocktail dan Cocktail yang siap untuk dipresentasikan.
Dalam materi perkuliahan Bartending ini Chef Yuda mengawali dengan pengenalan teori minuman dan juga menjelaskan teknik shake yang merupakan salah satu teknik meracik minuman yang umum digunakan. “Agar rasanya pas, teknik pencampuran bahan-bahannya menggunakan shake. Cara mengocoknya ada tekniknya, kaki kiri harus maju kemudian tangan bisa langsung menggoyangkan gelas dari atas ke bawah secara berulang” jelas chef muda yang serba bisa dalam bidang kuliner ini.
Setelah menjelaskan teori, mahasiswapun berkesempatan untuk praktik sendiri meracik minuman. Kali ini minuman mocktail yang terkenal dengan minuman tanpa alkohol dibuat dari campuran macam-macam sari buah tersaji begitu cantiknya. Disajikan dalam gelas transparan dan warnanya sangat cantik. Ada biru, merah tengahnya berwarna hijau, kuning ataupun pencampurannya. Untuk menikmati jenis mocktail ini biasanya diaduk dahulu.




Belajar tentang Bartending ini cukup menarik, lho. Makin penasaran’kan bagaimana teknik membuat minuman agar rasa dan aromanya jadi unik dan enak ? Bergabung dan rasakan kenyamanan belajar Program baru studi S1 International Culinary Business yang fokus pada inovasi, kreativitas dan kemampuan wirausaha demi menciptakan peluang bisnis kuliner.*Upi


S1 Education Program
“International Culinary Business”

IEU (Indonesian European University)
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B

Graha Tristar || Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya
Ph. 081233752227 – 081234506326
BB Pin. 2A1CE131 – 2A6A1F4E - 53B4EFD8

Akpar Majapahit Gelar Lomba Makan Sego Goreng Kobong


Cara Akpar Majapahit Meriahkan HUT ke-69 Kemerdekaan RI




PERINGATAN HUT ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kampus Akpar Majapahit dimeriahkan acara lomba makan sego goreng kobong (super pedas). Kegiatan yang berlangsung meriah dan heboh itu dihelat di Matoa Café pada Sabtu (16/8).

Lomba makan sego goreng kobong tersebut berhasil menjaring 25 peserta dari segenap civitas akademika Akpar Majapahit, mulai kalangan mahasiswa hingga staf (karyawan) lembaga pendidikan tinggi yang berpusat di Jl Raya Jemursari 244 Surabaya.


Mengingat nasi goreng yang dihidangkan masuk kategori super pedas, maka setiap peserta harus punya kiat jitu bagaimana bisa menghabiskan satu porsi nasi yang tersaji di piring secepat mungkin.


Dalam lomba tersebut pemenangnya adalah Rivaldi Febrizal, mahasiswa jurusan Pastry semester I tahun akademik 2014/2015. Ia berhak mendapatkan hadiah berupa voucher makan gratis di Matoa Café senilai Rp 150.000,00.


Untuk penawar pedas yang membuat mulut seperti terbakar, panitia menyediakan air minum dalam kemasan (AMDK), teh hangat dan es teh manis. Nah, Anda mau coba menu andalan Matoa Café, sego goreng kobong, silakan merapat ke Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari 244 Surabaya. Nikmati sensasi pedasnya sekarang juga bersama sahabat Anda. (ahn)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.tristarculinaryinstitute.com
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

60 Mahasiswa Pascasarjana STP Trisakti ’’Field Trip’’ ke Desa Wisata Cibuntu


60 Mahasiswa Pascasarjana STP Trisakti ’’Field Trip’’ ke Desa Wisata Cibuntu


DESA wisata Cibuntu Kecamatan Pasa wahan Kabupaten Kuningan Provinsi Jabar, pertengahan Mei 2014 lalu menjadi jujukan sekitar 60 Mahasiswa Pascasarjana STP Trisakti Jakarta.


Dari rombongan mahasiswa S2 sebanyak itu, 11 di antaranya adalah dosen Akpar Majapahit Surabaya yang menempuh pendidikan pascasarjana di STP Trisakti). Mereka mengadakan field trip kedesa tersebut untuk melihat dari dekat keunikan desa wisata Cibuntu yang menjadi desa binaan STP Trisakti.

                           Gerbang tiket menuju curuggongseng, desa Cibuntu.

Seluruh peserta field trip tersebut bermalam di desa tersebut. Dengan demikian para peserta bisa mengetahui lebih detail asal usul desa Cibuntu yang banyak ditemukan situs-situs purbakala dan kebiasaan warganya dari tokoh masyarakat setempat.


Setelah menghabiskan dinginnya malam dengan santap malam istimewa sate dan nasi liwet ditemani alunan gitar dan lagu-lagu 90-an, rombongan melanjutkan hunting situs megalitikum dan jelajah desa Cibuntu. Jadi mereka tidak hanya tahu Curug dan Kampung domba tetapi masih banyak keunikan yang layak dikunjungi.

Menikmati hangatnya mentari pagi yang menyembul dibalik rimbunan pohon di seberang bukit.

Pasalnya, desa Cibuntu menyimpan potensi lebih dari itu. Situs megalitikum yang berada di sana menunjukkan bahwa kebudayaan manusia tertua ternyata juga berada di sana. Benda-benda purbakala yang berada di desa Cibuntu  kini hanya tinggal situs yang menandai bahwa di lokasi itu pernah dilakukan penggalian dan konon kini berada di museum purbakala. 

Yang masih bisa disaksikan diantaranya adalah patung batu yang membentuk wajah perempuan. Situs ini bernama Situs Saurip Kidul, yang sudah masuk kewilayah Taman Nasional Gunung Ciremai. Keindahan alam yang bisa dijumpai di desa Cibuntu adalah hamparan sawah yang hijau menyejukkan mata, dan juga Curug Gongseng.

Treking di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang langsung berbatasan dengan desa Cibuntu.

Seperti disampaikan Humas Akpar Majapahit yang juga mahasiswa S2 STP Trisakti, Hendrik Adrianus, keunikan desa wisata Cibuntu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang. 

Salah satu sisa peninggalan kebudayaan megalitikum yang berada di dalam kawasan Taman nasional Gunung Ciremai, desa Cibuntu.

Tingginya animo wisatawan mengunjungi desa wisata Cibuntu, memantik pemerintah daerah setempat untuk menyediakan website  www.cibuntu.com yang bisa diakses langsung lewat internet. Keberadaan website tersebut sangat membantu karena memudahkan wisatawan untuk mengunjungi situs purbakala desa Cibuntu.

Curug Gongseng yang berair jernih dan menyegarkan karena berasa dari mata air Cikahuripan.

Maka, tak heran jika ribuan turis domestik yang berkunjung mencapai 33 persen dari total wisatawan yang datang, sedangkan ratusan wisatawan asing yang mengunjungi desa Cibuntu antara lain berasal dari Ukraina, Sychelles, Rusia, Jerman, Prancis, USA, China, Belanda, Jepang, Moldova, Turki dan Kanada. (ahn)



Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.tristarculinaryinstitute.com
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

33 Pekerja Dolly Dibekali Pelatihan Wirausaha



33 Pekerja Dolly Dibekali Pelatihan Wirausaha

Praktik Bikin Kue dan Masakan


UPAYA Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengentas para wanita tuna susila (WTS) atau yang biasa disebut Pekerja Seks Komersial (PSK) yang beroperasi di kawasan Dolly, mulai membuahkan hasil. Pasalnya, Pemkot Surabaya yang berniat menutup kawasan Dolly, secara bertahap telah membekali para PSK dengan kegiatan pelatihan wirausaha membuat kue dan masakan.


Pelatihan selama tiga hari, mulai 2-4 April 2014 yang diikuti 33 PSK itu, pihak Dinas Sosial Kota Surabaya menggandeng instruktur culinary dan pastry dari Tristar Culinary Institute (TCI). Chef yang diterjunkan TCI Surabaya yakni Hadi, Febe, Fanda dan Novy didampingi Humas & Marketing TCI Surabaya Anggit Krismahani, berbaur dengan para peserta pelatihan yang dihelat di balai RW VI Kelurahan Dupak Jaya.

Pelatihan hari pertama, Rabu (2/4), chef TCI fokus mengajarkan cara membuat risoles dari kentang dan roti unyil, sedangkan pada hari kedua, Kamis (3/4), peserta pelatihan diajarkan cara membuat lapis legit kukus dan kue kering (cornflaks). Pelatihan hari ketiga, Jumat (4/4), peserta diajarkan cara membikin chicken stick with mushroom saos dan chicken nugget.

Menurut Febe Ayu Sutejo dari TCI Surabaya, animo peserta hari pertama cukup antusias, sehingga menyemangati para chef berbagi ilmu. Dari obrolan dengan peserta, pelatihan wirausaha yang diikuti sebanyak 33 PSK Dolly, setelah pelatihan mereka akan membuka usaha sendiri.

“Disela pelatihan, kami juga menyelipkan ilmu bagaimana mengelola usaha kecil dengan modal minim tetapi hasilnya maksimal,” tukas Veve, sapaan karib Febe Ayu Sutejo di kantornya, Kamis (3/4). Dalam pelatihan tersebut, setiap peserta berhak mendapatkan celemek, resep, bahan praktik, makan siang dan sertifikat dari Dinas Sosisal Kota Surabaya.

Anggit Krismahani menambahkan, setelah pelatihan pihak TCI Surabaya menyediakan sertifikat, sebagai tanda bahwa mereka sudah mengikuti pelatihan wirausaha yang di fasilitasi Dinas Sosial Kota Surabaya bekerjasama dengan pihak TCI Surabaya cq CV Bina Usaha Mandiri.

Kerjasama tahap awal ini, bakal berlanjut karena pemkot punya target untuk membekali pelatihan wirausaha bagi PSK sebanyak 300-an sampai akhir tahun 2014. Sebagai mitra kerja Pemkot Surabaya cq Dinas Sosial Kota Surabaya, pihak TCI Surabaya tentu menyambut suka cita.

“Kami optimistis kerja sama saling menguntungkan ini bakal membuahkan hasil positif terutama bagi peserta pelatihan, mengingat program ini bisa langsung dipraktikkan. Dengan modal pas-pasan untuk buka usaha rumahan, hasilnya lumayan kok,” ungkap Anggit Krismahani mendampingi Drs Deddy Sosialisto, Msi, Kabin Rehabilitas Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya, di sela-sela acara pelatihan. (ahn)


Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.tristarculinaryinstitute.com
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

Advanced Pastry School - Surabaya & Jakarta

Teknik Menghias Butter Cream Cake


Kepopuleran cake tart yang menggunakan butter cream masih menjadi daya tarik tersendiri. Namun, itu berkembang dengan divariasikan dalam bermacam-macam cake. Ditambah lagi hiasan butter cream dibuat berkarakter sesuai tema yang diinginkan.



Mengusung pokok bahasan mata kuliah pembuatan ‘Butter Cream Cake’, para Mahasiswa Akademi Pariwisata Majapahit kelas Pastry Advanced membuat karya-karya cantiknya yang dituangkan dalam detail hiasan butter cream pada cake.


Bersama Chef Lily Andayani, untuk berbagai ilmu pastry mengupas tuntas teknik menghias butter cream cake. Teknik yang diajarkan adalah pembuatan butter cream transfer cake, flower cake dan animal cake.
 Mahasiswa Pastry Advanced juga diajarkan tata pencampuran warna buttercream dengan food colour yang kualitas. Belum lagi belajar mengover cake dengan butter cream termasuk menyiram cake dengan steam butter cream.




Tak hanya itu, mahasiswa Pastry Advanced diajarkan penggunaan spuit untuk membuat bunga dan macam-macam side border, ruffled cram dan lainya untuk tepian cake tart. Bunga-bunga yang diajarkan mawar (rose), bunga matahari (sun flower), bunga krisant (chrysanthemum flower), daisy, dll.

 Menurut Mila, salah satu mahasiswa Pastry Advanced, belajar menghias butter cream cake ini sangat menyenangkan. Tingkat kesulitannya ternyata cukup mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja yang baru belajar membuat menghias cake, terangnya.

 Seru dan membutuhkan kreatifitas itu pasti. Gambaran dari para mahasiswa Pastry Advanced dalam materi kuliah pembuatan ‘Butter Cream Cake’. Mulai membuat konsep desain hingga menyiapkan topper butter cream cake yang unik untuk membentuk sebuah keindahan.


 Nah, ingin bisa seperti mereka? Kelas Pastry Advance yang ada di Akademi Pariwisata Majapahit memberikan kemudahan bagi Anda dalam berkreatifitas di dunia pastry untuk menjadi pastry chef profesional. *Upi


Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info