twitter

Pages

Jumat, 27 November 2020

Memotret Keseruan Acara Baking Demo with Chef Dwi Mei Retnowati


Mahasiswa Pastry Art Akpar Majapahit  Diajarkan Cara Buat Roll Cheese Gethuk dan Banana Rainbow Gethuk Milenial


PADA gelaran Baking Demo with Chef Dwi Mei Retnowati, Senin (16/11/2020) pagi, 10 mahasiswa baru Pastry Art Akpar Majapahit Kelas Pagi diajarkan teknik membuat dua kreasi gethuk milenial, yakni Roll Cheese Gethuk dan Banana Rainbow Gethuk, yang cantik, menarik dan berkelas tampilannya.


Tema Baking Demo yang diangkat Chef Mei, sapaan akrabnya, menyesuaikan dengan materi praktik yang tersaji dalam Buku Ajar (Silabus) Praktik Mahasiswa Pastry Art Akpar Majapahit. Hanya saja, dalam demo pagi itu, resepnya memang tidak tersedia di Silabus. Jika mahasiswa ingin mendapatkan resep gethuk kekinian wajib menghadiri gelaran demo tersebut.


”Dua kreasi gethuk kekinian ini merupakan hasil hasil kreasi saya bersama Chef Lusiana. Sebelum ditampilkan di hadapan mahasiswa, kami lebih dulu utak-atik resep baru tersebut di Laboratorium Praktik Patisserie Lantai 2 Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Upaya ini demi memastikan bahwa resep baru itu layak dipresentasikan,” kata Chef Mei di dampingi Chef Lusiana, di ruang kerjanya.


Mengingat dalam baking demo itu resepnya tidak ada di Buku Ajar, maka mahasiswa baru Pastry Art Akpar Majapahit Kelas Pagi pun antusias mengikuti acara tersebut, demi mendapatkan fotokopi resep baru gethuk kekinian berikut teknik membuatnya langsung dari Chef Mei.

Untuk membuat Roll Cheese Gethuk (resep pertama) yang enak rasanya, bahan yang dibutuhkan adalah cassava (dagingnya berwarna putih), sugar, salt, margarin, greated coconut, cheddar cheese dan red color (pewarna makanan).

Cara membuatnya, kukus potongan cassava yang sudah dikupas kulitnya sampai masak. Kemudian cassava itu dihaluskan bersama sugar, salt, margarine, greated coconut dan red color sambil diaduk sampai rata. Selanjutnya adonan gethuk yang sudah berwarna merah muda (pink) itu ditaburi cheddar cheese baru di-roll (digulung).

Sebelumnya disajikan di meja uji, Roll Cheese Gethuk dengan tampilan kekinian tersebut ditaburi parutan cheddar cheese sebagai pengganti parutan kelapa muda. Demi mempercantik penampilannya, maka Roll Cheese Gethuk pun wajib di-garnish lebih dulu. Hmmm syantikkknya…!


Sedangkan resep kedua adalah Banana Rainbow Gethuk. Untuk membuat Banana Rainbow Gethuk dengan tampilan kekinian, maka bahan yang diperlukan terdiri dari cassava (greated), sugar, salt, agar-agar plain, greated coconut, banana, red color, green color dan yellow color (pewarna makanan).


Teknik membuatnya, kukus potongan cassava yang sudah dikupas kulitnya sampai masak. Kemudian cassava itu dihaluskan bersama sugar, salt dan greated coconut. Adonan gethuk itu lalu diberi red color, green color dan yellow color sesuai kebutuhan sambil diaduk sampai rata.


Selanjutnya adonan gethuk dalam cetakan seukuran cupcake dan sudah diberi warna merah muda lalu di-steamed (dikukus) sampai matang. Begitu juga gethuk yang berwarna hijau dan kuning juga dimasukkan ke dalam cetakan. Seusai dikukus, maka saat gethuk itu dipadupadankan tercipta komposisi warna seperti pelangi (rainbow). 


Dari tampilan gethuk dengan komposisi tiga warna itu kemudian dicetak dalam satu wadah cetakan dengan ukuran sesuai kebutuhan. Berikutnya, demi mempercantik tampilannya, Banana Rainbow Gethuk itu diberi topping berupa irisan pisang raja, lalu diolesi dengan agar-agar plain agar tampak mengilap. Tahapan terakhir adalah menyajikannya di atas meja uji (display table), setelah gethuk kekinian itu di-garnish lebih dulu.

 

Diakui Chef Dwi Mei Retnowati, teknik pengolahan kue tradisional Indonesia memang sedikit ribet dibandingkan dengan kue modern kekinian yang dipelajari mahasiswa sebelumnya, mulai Bread, Cup Cake, Pie, Tartlet, Muffin dan terakhir Produk Adonan Berlapis seperti  Croissant, Danish dan Puff Pastry.


Namun demikian jika Anda tertarik untuk melestarikan kue tradisional (aneka jajanan pasar) ini –karena memang banyak dijual di pasar-pasar tradisional— juga tidak ada salahnya, mengingat eksistensi jajan pasar belakangan malah naik daun.


”Jajan pasar sekarang mulai banyak disajikan di hotel-hotel berbintang, saat sarapan (breakpast) secara prasmanan, makan siang (lunch) hingga jamuan makan malam (dinner) dan jajan pasar pun kini bersanding sejajar dengan kue-kue modern kekinian yang lainnya,” pungkasnya.


Anda tertarik aneka kegiatan mahasiswa dan ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit, silakan datang langsung ke Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 081 330 350 822, 0812 3375 2227 (WA) atau 0813 5786 6283 (WA), sekarang juga. (ahn)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar