Demi Beri Nilai
Tambah, Mahasiswa Olah Daun Bayam Jadi Keripik Bayam yang Renyah untuk
Oleh-Oleh
DAUN BAYAM selama ini hanya dilihat sebelah
mata. Pasalnya, seikat bayam untuk dimasak sayur bening, sayur bobor atau
ditumis hanya dihargai sekitar Rp 2.000-an. Namun bagi mahasiswa yang berjiwa entrepreneur, daun bayam bisa memberi
nilai tambah (added value) jika
diproses lebih lanjut menjadi Keripik
Bayam atau keren-nya Spinach
Chip yang renyah untuk oleh-oleh.
Berangkat
dari realitas tersebut, Dosen
Pengajar Food Technology Applications
Tristar Group, Ernawati M.MPar mengajak
18-an mahasiswa Pastry (P2) Akpar Majapahit terakreditasi A Kelas Pagi, meramaikan
pergelaran demo membuat Keripik Bayam (Spinach Chips) yang
renyah di Kitchen Pastry 2, Lantai 2
Lantai Graha Tristar Surabaya, Senin (02/12/2019) pagi.
Tak
salah jika harga Keripik Bayam pun harganya relatif mahal dan bersaing ketat
dengan produk keripik lainnya yang dijajakan di swalayan maupun pusat oleh-oleh
dalam bentuk kemasan plastik. Harga Keripik Bayam dalam kemasan plastik ukuran
50 gram saja dibandrol sekitar Rp 10.000-an.
Untuk
itu, pihaknya mengajak anak didiknya untuk mengikuti gelaran demo teknik
membuat Keripik Bayam (Spinach Chips)
yang renyah sampai tuntas. Bahan yang dibutuhkan membuat Keripik Bayam antara
lain big spinach, rice flour, tapioca, crispy flour, binder flour, garlic
powder, sugar, salt, MSG, candlenut, kaffir leave (pengganti daun jeruk), egg,
coconut milk, water, oil, kertas merang dan plastik pouch clip untuk
kemasannya.
Untuk
memudahkan pekerjaan di kitchen, Chef Erna juga membagi dua kelompok
mahasiswa. Mahasiswa anggota Kelompok 1 diminta memilah daun bayam
yang ukurannya sedang hingga besar saja untuk dijadikan keripik, sedangkan daun
bayam yang berukuran kecil tidak diambil.
Daun
bayam yang sudah selesai disortir dicuci sampai bersih kemudian ditiriskan
airnya samoai kering. Untuk mempercepat proses pengeringan manual, mahasiswa
mengelap air yang masih menempel di daun dengan kertas tissue. Sedikit ribet
memang! Lalu daun yang sudah kering ditaruh di atas loyang berukuran 100 x 60
cm2, sebelum digoreng di atas minyak panas.
Sementara
itu mahasiswa anggota Kelompok 2, kebagian tugas dari Chef Ernawati untuk menyiapkan olahan bumbunya, yang terdiri dari
rice flour, tapioca, crispy flour, binder flour, garlic powder, sugar, salt,
MSG, candlenut, kaffir leave (pengganti daun jeruk), egg, coconut milk dan
water.
Sebelum
menggoreng Keripik Bayam, setiap helai daun bayam besar dicelupkan ke dalam
bumbu yang sudah disiapkan, baru dimasak di atas penggorengan hingga matang.
Untuk mempercepat proses penggorengan, digunakan dua kompor dan dua alat
penggorengan, sehingga pekerjaan di kitchen
tidak terlalu lama.
Dalam
kesempatan itu, Chef Ernawati juga
memberikan penjelasan singkat seputar jenis plastik kemasan yang biasa
digunakan untuk pembungkus makanan (camilan) yang cantik, praktis dan menarik
perhatian konsumen.
”Kalau
plastik jenis PE relatif tipis dan lemas, sedangkan jenis PP yang lebih kaku
dibedakan dua, PP biasa dan PP mika. Belakangan produsen olahan makanan skala
rumahan (home industry) hingga skala
menengah besar, memanfaatkan plastik pouch
clip untuk kemasan produk mereka,” terang instruktur Tristar Group ini.
Selain
dibekali cara membuat Keripik Bayam
(Spinach Chips), mahasiswa Pastry Class sebelumnya juga sudah diajarkan
cara membuat Minuman Rasa Buah Mangga
dan Saos Tomat Premium di Kitchen Pastry Graha Tristar Surabaya.
Anda
tertarik aneka kegiatan mahasiswa Pastry Class dan ingin menjadi bagian dari
civitas akademika Akpar Majapahit (Tristar Group), silakan datang langsung ke Graha Tristar Jl Raya Jemursari 244
Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 081 330 350 822, 0812 3375 2227 (WA) atau
0813 5786 6283 (WA), sekarang juga. (ahn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar