twitter

Pages

Sabtu, 06 April 2019

Tim Acrobatic Chef Dance dari Tristar Group Mulai Merambah Pondok Pesantren di Jatim


Program Corporate Social Responsibility (CSR) Tristar Group

Tristar Group Kerja Sama dengan Pesantren Beri Pelatihan Hibachi Show, Demo La Mien, Pudding Art, Bartender hingga Barista kepada Santri



UNTUK kali kesekian, Tristar Group didekati sejumlah pengasuh Pondok Pesantren di Jatim, seperti Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Putri, Pamekasan, Madura dan Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Waru Sidoarjo, demi memberikan pelatihan Pudding Art, Bartender, Barista, hingga menggelar Hibachi Teppanyaki Show dan La Mien Demo di hadapan pengurus pondok pesantren, guru hingga para santrinya.

Di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, tim lengkap dari Tristar Group, yang terdiri dari Chef Thomas Denny (Hibachi Chef), Chef Yuda Agustian (Bartender), Chef Kurniawan (La Mien Chef) bersama kru Multimedia Tristar Group Suwono, meramaikan gelaran seminar sekaligus mengisi acara Cooking Demo di pesantren tersebut.

Kegiatan Cooking Demo itu tentu saja menarik perhatian sejumlah pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, guru dan santinya. Bagaimana tidak, Jika biasanya para santri dan guru disibukkan dengan kegiatan mengaji dan mengkaji Kitab Kuning (Al Quranul Kariem) dan Hadist Nabi, kini mereka dihadapkan dengan sejumlah hal baru, seperti Hibachi Teppanyaki Show, La Mien Demo dan Demo Meracik Minuman (Bartender).

Aksi ciamik Chef Thomas Denny pada sesi Hibachi Teppanyaki Show memukau komunitas Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (03/04/2019) pagi. Chef Thomas memainkan spatula, knife, sendok garpu dan wadah bumbu saat beraksi di depan mesin grilling hibachi. 

Atraksi tersebut semakin menarik perhatian karena dilengkapi dengan show of fire alias pertunjukkan api saat menampilkan aksi Hibachi Teppanyaki Show. Chef Thomas juga antusias berbagi dengan pengasuh pondok pesantren itu ketika demo masak Hibachi Fried Rice, Hibachi Chicken Teriyaki, Hibachi Fried Noodle dan Hibachi Vegetables Sauce.

Tak mau kalah dengan koleganya, giliran Chef Kurniawan menunjukkan talentanya saat mendemonstrasikan teknik membuat mie tarik pada sesi La Mien Demo. Untuk membuat mie tarik dibutuhkan tepung terigu protein tinggi dan bahan pendukung lainnya sehingga saat ditarik tangan adonan mie yang sudah kalis tidak putus.

Dalam kesempatan itu, baik Chef Thomas maupun Chef Kurniawan mengajak pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, guru maupun santrinya belajar langsung dengan di dampingi chef dari Tristar Group.

Belum puas mengikuti aksi ciamik Chef Thomas dan Chef Kurniawan, giliran berikutnya Chef Yuda Agustian unjuk ketrampilan meracik menuman non alkohol (mocktail) tentunya, di hadapan komunitas Pondok Pesantren Tebuireng. Mereka pun antusias mengikuti rangkaian acara Cooking Demo persembahan dari Tristar Group.

Sementara itu, pada akhir pekan lalu, tepatnya Jumat (29/03/2019), dua Dosen Pengajar Pastry Class Akpar Majapahit (Tristar Group), yakni Chef Renny Savitri dan Chef Fitri Syntiadewi diminta mengisi Pelatihan Pudding Art (Puding Suntik) kepada sejumlah guru dan santri perempuan dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Putri, Pamekasan, Madura.

Kehadiran instruktur Pudding Art dari Akpar Majapahit itu langsung tune in dengan guru dan satri perempuan yang mengikuti pelatihan Pudding Art di pesantren putri tersebut. Antusiasme guru dan santriwati yang mengikuti pelatihan memungkinkan ilmu yang di-share oleh Chef Renny dan Chef Fitri cepat diserap oleh peserta pelatihan.

”Tidak sampai empat jam, mereka sudah mulai trampil menghias puding dengan teknik suntik. Tak ayal lagi jika dari pelatihan itu bisa menghasilkan dengan puding aneka hiasan dengan motif bunga yang cantik dan menarik,” kata Chef Renny kepada kru www.culinarynews.info di ruang kerjanya, Kamis (04/04/2019) siang.
  
Sebelumnya, Presdir Tristar Group Ir Juwono Saroso MM, MM.Par., menandatangani naskah kesepahaman (MoU) dengan Ketua Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri KH Muhammad Zakki M.Si., Ph.D, di Kantor Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri, Perumahan Graha Tirta Cluster Bougenville, Waru, Sidoarjo dengan disaksikan langsung oleh Menkop dan UMKM A.A.G.N. Puspayoga bersama segenap tamu dan undangan. 

Selain ber-MoU dengan Tristar Group untuk mengadakan pelatihan Barista (teknik meracik kopi termasuk di dalamnya Latte Art) kepada santri Indonesia, Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri juga meneken naskah kerjasama dengan CEO PT Rembaka La Tulipe Cosmestics Kuncoro, demi membuka Beauty Class Executive bagi santriwati Indonesia asuhan KH Muhammad Zakki M.Si., Ph.D.

Kepada kru www.culinarynews.info seusai acara penandatanganan naskah kerjasama itu, Presdir Tristar Group Juwono Saroso menyatakan bahwa MoU itu merupakan bentuk komitmen Tristar Group –yang mengelola Akpar Majapahit, Tristar Culinary Institute dan Politeknik Surabaya—untuk mengimplementasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar, terutama untuk menghasilkan santri-preneur, santri Indonesia yang berjiwa entrepreneur.

Terkait dengan hal itu, maka pihaknya mengirim tim lengkap, yang terdiri dari Hardhita Kusdharyanto M.Par (Dosen Prodi D3 Perhotelan), Donny Kuzuma (Dosen Mixologist Beverage Akpar Majapahit), Eroldo (Mahasiswa Advanced Culinary Kelas Siang), Denyta (Marketing Tristar Group) dan dua orang kru dari Divisi Multimedia Akpar Majapahit. Tim ini tampil all out ketika menyiapkan Barista Class bagi 50 santri Indonesia yang tertarik mendalami teknik meracik kopi kekinian.

Di sela-sela memandu pelatihan Barista sekaligus memimpin demo teknik meracik kopi di hadapan santri Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri, ternyata ada request dari Menkop & UMKM A.A.G.N. Puspayoga agar dibuatkan Espresso Coffee, sedangkan Ketua Yayasan Mukmin Mandiri KH Muhammad Zakki M.Si., Ph.D minta secangkir Cappuccino Coffee. Tak menunggu waktu lama, request senada juga diajukan sejumlah tamu VIP yang lain, sehingga terciptalah suasana minum kopi bareng ala pesantren.

Melihat antusiasme tamu VIP memesan kopi usai penandatanganan MoU, maka Presdir Tristar Group Juwono Saroso langsung turun tangan dan memposisikan diri layaknya waiters professional dengan melayani pesanan secangkir kopi dari Menkop & UMKM, Ketua Yayasan Mukmin Mandiri dan tamu VIP yang lainnya.

Hardhita Kusdharyanto M.Par menambahkan, acara Beauty Class Executive yang didukung oleh PT Rembaka La Tulipe Cosmetics ini diikuti 100 santriwati, sedangkan Barista Class menjaring 50-an santri untuk belajar teknik meracik kopi yang disampaikan ahlinya langsung.

Kegiatan pelatihan meracik kopi (Barista) dan Beauty Class kepada santri dan satriwati selain untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur di kalangan santri, juga memberi kesempatan kepada santriwati untuk tampil cantik, tidak hanya dari aspek inner beauty, tetapi juga dari aspek outer beauty-nya mendapat sentuhan kosmetik modern.

Hal ini tidak lepas dari etos kerja yang ditunjukkan KH Muhammad Zakki M.Si., Ph.D yang getol membekali santrinya dengan ilmu agama dan semangat entrepreneurship karena Yayasan Mukmin Mandiri punya kebun kopi Robusta dan Arabika sendiri di daerah Dampit, Kabupaten Malang dan Tulungagung. Hasil panen kopi itu diolah lebih lanjut menjadi bubuk kopi (blend doa) untuk dipasarkan ke luar negeri dengan merek dagang Kopi Mahkota Raja, Kopi Song9, Kopi NU, terakhir merilis Kopi JamiN.

’Selain aktif mengekspor bubuk kopi siap sedu, kami juga membuka café di Melbourne (Australia) dan membangun pesantren terpadu di atas lahan seluas 600 hektare di Tulungagung demi menghasilkan santri-preneur yang andal di masa mendatang,” kata Kiai Zakki di hadapan tamu dan undangan pagi itu.

Untuk informasi lebih lanjut terkait program pelatihan meracik kopi (Barista) silakan Anda menghubungi Marketing Tristar Group Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480823, Faksilimi (031) 8432050, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar