twitter

Pages

Jumat, 25 Januari 2019

Keunikan Masakan Khas Indonesia Terletak pada Cita Rasa Bumbu Tradisionalnya


Serunya Mahasiswa Praktik Masak di Kitchen Tristar Samator

Mahasiswa Culinary Tristar Samator Kelas Pagi dan Kelas Siang Diajarkan Masak 30 Resep Masakan Indonesia


MAHASISWA Culinary Tristar Samator Kelas Pagi dan Kelas Siang yang diasuh oleh Chef Thomas Denny, Chef Yenata, Chef Yanuar Kadaryanto dan Chef Masario Wahyu Saputra, sejak 17 Desember 2018 hingga 17 Januari 2019 lalu, dibekali pengetahuan teknik masak 30–an resep masakan Indonesia di Kitchen Culinary Tristar Samator (Trestelle Accademia Culinaria) Sky Suites SOHO-Samator Land Jl. Raya Kedung Baruk No. 26-28 Surabaya.

”Setiap kali tatap muka dengan mahasiswa Culinary Class, kami rata-rata membuat 3-4 menu Indonesian Food. Jika pembelajaran masak makanan Indonesia itu dilakoni 10 kali pertemuan, maka mahasiswa diajarkan membuat 30-an resep masakan,” kata Chef Thomas Denny kepada kru www.culinarynews.info, Senin (07/01/2019) siang.

Jumlah mahasiswa Culinary Tristar Samator Kelas Pagi dan Kelas Siang yang praktik masakan Indonesia (Indonesian Food), sekitar 50-an orang, yang terbagi dalam empat kelas eksklusif dengan fasilitas kitchen-nya standar hotel berbintang.

Praktik masak Indonesian Food pada Senin (07/01/2019) siang, misalnya, Chef Yenata dan asistennya Chef Masario Wahyu Saputra mendampingi 14 mahasiswa Culinary Tristar Samator Kelas Siang, praktik masak Pelecing Kangkung, Ayam Sapit, Sate Lilit dan membuat Sambal Matah.

14 mahasiswa Culinary Kelas Siang tersebut adalah  E. Natasya Salsabilla Putri, Pradini Kehk, Philbert Tandinata, Kintan Sih Kinanthi, Benny Suryanda, Steffany Brenda, Alya Nabila Moudzie, Helena Nadia Setyawan, Christabel Novelina, Rizqi Unggul Kharisma, Muhammad Isa Ramadhan, M. Atsal Ramanta, Muhammad Faiz Indriansyah dan M. Sinatrya Johansyah.

Untuk memudahkan pekerjaan di dapur, 14 mahasiswa Culinary Kelas Siang itu dibagi dalam tiga kelompok masing-masing beranggotakan 4-5 orang. Setiap kelompok wajib masak empat menu tersebut, yakni membuat Pelecing Kangkung, Ayam Sapit, Sate Lilit dan Sambal Matah

Mengingat praktik masak itu dilakoni secara berkelompok, maka durasi masak Indonesian Food itu waktunya dibatasi hanya dua jam. Usai masak empat menu selanjutnya masakan tersebut di-plating semenarik mungkin dalam satu piring, sebelum hasil kreasi masakan mereka dinilai oleh dosen pembimbing.

Mendapat tantangan dari Chef Masario seperti itu, maka masing-masing kelompok berupaya tampil all out sejak dari prepare bahan masakan, memasak sesuai arahan dosen pembimbing hingga menyajikan masakan yang sudah di-plating di hadapan dosen pembimbing,.untuk dikritisi hasil kreasi masakannya.

Penilaian tersebut meliputi tiga aspek yakni tampilan dan kreativitas, tekstur dan cita rasa, sesuai Standard Operation Procedure (SOP) yang biasa diaplikasikan di industri perhotelan. Selain itu mahasiswa Culinary Tristar Samator juga sudah dibekali pentingnya aspek higienis dan sanitasi. Makanan yang higienis dihasilkan dari lingkungan dapur yang bersih seperti yang diaplikasikan pada industri perhotelan.

Praktik masak Indonesian Food tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kepada mahasiswa seputar teknik masak aneka makanan khas Nusantara yang cita rasa dan teksturnya punya keunikan tersendiri, karena mengaplikasikan bumbu putih, bumbu kuning, bumbu merah dan bumbu oranye sesuai jenis masakannya.

”Kuliner khas Indonesia itu merupakan mahakarya (masterpiece) yang layak untuk dipelajari mahasiswa dan dilestarikan eksistensinya sebagai bagian integral dari kekayaan budaya Indonesia,” tambah Chef Yanuar Kadaryanto, dalam kesempatan terpisah di Lobi Kampus Tristar Samator.

Anda tertarik aneka kegiatan mahasiswa dan ingin menjadi bagian dari civitas akademika Tristar Group, silakan daftarkan diri Anda dengan datang langsung ke Graha Tristar Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar