twitter

Pages

Jumat, 06 April 2018

Upaya Tristar Group Perkuat Program Kemitraan dan Lestarikan Batik Tulis


Upaya Perkuat Program Kemitraan dan Ingin Lestarikan Batik

Apresiasi Aneka Kreasi Batik Tulis Khas Daerah Mojokerto, Tristar Group Gandeng PT Jagat Adi Kriya Abadi

UPAYA memperkuat program kemitraan dengan warga binaan dan ingin melestarikan batik tulis sebagai salah satu warisan kebudayaan asli Indonesia yang telah diakui oleh Unesco sejak 12 tahun silam, Tristar Group pun menggandeng PT Jagat Adi Kriya Abadi (JAKA) untuk mengapreasi aneka kreasi batik tulis khas daerah Mojokerto.


Presdir Tristar Group Ir Juwono Saroso MM, MM.Par mengatakan hal itu kepada kru www.culinarynews.info disela menerima kunjungan Hari Tjahyono SH dan Rakhmad Saiful Ramadhani dari PT Jagat Adi Kriya Abadi ke Kampus Akpar Majapahit, Selasa (03/04/2018) siang.

Saat menyambut tamu istimewanya tersebut, Juwono Saroso di dampingi Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus W. Soetrisno M.Par., Kabag Kemahasiswaan Hardhita Kusdharyanto M.Par., Dosen Pastry Akpar Majapahit chef Renny Savitri M.Par dan Gangsar Aji Santoso dari Akpar Majapahit Mojokerto.

PT Jagat Adi Kriya Busana Abadi merupakan salah satu mitra binaan Tristar Group yang fokus mewadahi sekitar 35 perajin batik tulis dari Mojokerto. Untuk memuluskan pemasarannya di lapangan, kreasi perajin batik tulis dari Mojokerto ini diberi label Puspa Maja.

Puspa Maja merupakan batik etnografis yang terinspirasi oleh sejarah kebesaran Kerajaan Majapahit. Kreasi batik tulis ini bisa bertutur atau bercerita sehingga memudahkan pemakainya untuk memahami filosofi dari desain batik orisinil yang dibuat oleh tangan-tangan perajin batik tulis dari daerah Mojokerto dan sekitarnya.

Sementara itu, Direktur PT Jagat Adi Kriya Abadi (JAKA) Rakhmad Saiful Ramadhani mengatakan, aneka kreasi batik tulis dari daerah Mojokerto ini memang layak diapresiasi keberadaannya. ”Karya perajin batik tulis yang telah turun temurun sejak masa Kerajaan Majapahit itu sekarang menjadi salah satu produk unggulan Mojokerto dan menjadi souvenir yang disuka turis domestik dan mancanegara yang berkunjung ke objek-objek wisata di daerah Mojokerto dan sekitarnya,” ujar Dhani, sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu, Dhani juga membawa beberapa contoh (prototype) batik tulis karya perajin batik Majokerto. Di antaranya batik Sekar Sungsang. Motif batik ini ada empat pilihan warna yakni hitam, merah bata, kuning kunir dan jingga.

Motif bunga yang digambarkan di batik tulis ini banyak ditemukan di Desa Lakar Dowo. Pemakai batik Sekar Sungsang diyakini bisa menghilangkan energi negatif dari benci menjadi senang. Batik motif ini dimanfaatkan sebagai baju seragam karyawan sejumlah perusahaan.

Selain batik Sekar Sungsang, Ramadhani juga menunjukkan batik Daun Puring (Tanaman Hias), Ikan Endemik Brantas (Ikan Air Tawar), Candi Kesiman Tengah (Candi), Samudra Aman Tana (ajaran Buddha).

Apresiasi terhadap batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari bumi Indonesia juga ditunjukkan Tristar Group saat berkolaborasi dengan Primasindo Organizer menghelat acara Festival Batik Nusantara bertajuk Wonderful Batik Indonesia, di Atrium G Ciputra World Jl. Mayjen Sungkono Surabaya, pada Sabtu (28/10/2017) silam. Kegiatan itu terselenggara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Perhelatan tersebut disambut antusias oleh Tristar Group dan segenap jajarannya. Dengan melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa Akpar Majapahit dan Tristar Institute, Tristar Group kembali ingin tampil all out demi meramaikan sekaligus menyukseskan perhelatan tersebut.

Festival Batik Nusantara ini diharapkan semakin mengokohkan citra batik tradisional Nusantara yang telah diakui dunia (Unesco) sebagai warisan budaya (heritage) asli persembahan Indonesia. Penyelenggaraan Festival Batik ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Batik dan peringatan ke-89 Sumpah Pemuda.

Melalui Festival Batik Nusantara ini pihak Panitia berharap citra batik tradisional Indonesia semakin bersinar dengan tampilan kekinian, maka batik tradisional pun layak untuk dijajakan di pusat-pusat perbelanjaan modern (mal) dan plaza.

Dari penyelenggaraan Festival Batik Nusantara ini diharapkan mampu menarik wisatawan berkunjung ke Kota Pahlawan karena ikut membantu suksesnya program Wonderful Indonesia (Pesona Indonesia) yang gencar dipromosikan Kementerian Pariwisata RI di dalam maupun di luar negeri.

Berangkat dari semangat untuk mengangkat pesona batik tradisional Indonesia, maka Tristar Group yang membawahi Akpar Majapahit, Tristar Institute dan Politeknik Surabaya, berpartisipasi dalam menyukseskan Festival Batik Nusantara di Ciputra World mulai 29 Oktober 2017 sampai 10 November 2017.

Demi bisa tampil maksimal di Festival Batik Nusantara, Presdir Tristar Group Ir Juwono Saroso M, MM.Par pun turun tangan langsung sekaligus menugaskan beberapa Dosen Jurusan Pastry Akpar Majapahit seperti Otje Herman Wibowo SE, M.Par., Renny Savitri M.Par., Laurentia Vivi S.Pd., MM.Par., Fitri Shintyadewi S.Pd., bahu membahu bersama mahasiswa.membuat aneka kreasi produk pastry dengan motif batik.

Chef Otje sapaan akrab Otje Herman Wibowo, kebagian membuat Batik Wedding Cake Decoration model boneka manekim setinggi 1,5 meter yang disiapkan sejak H-1 acara. Untuk membuat Batik Wedding Cake Decoration tersebut, chef Otje telah menghabiskan bahan coklat sebanyak enam kilograman.

Sementara itu, chef Renny Savitri dipercaya membuat Roll Cake Batik dan Bolu Kukus Karakter, sedangkan chef Laurentia Vivi membuat Batik Kawung Cake dan Batik Cookies. Selanjutnya chef Fitri kebagian tugas membuat Pudding Batik. Untuk membuat kreasi Pudding Batik, chef Fitri dibantu dua orang mahasiswi.

Kerja bareng antara dosen dan mahasiswa tersebut demi menghasilkan aneka kreasi produk pastry yang hiasannya bermotif batik tradisional dengan kemasan kekinian, sehingga menarik minat pengunjung mal mendatangi perhelatan tersebut.

Dengan mengusung semangat Satoe Noesa, Satoe Bangsa dan Satoe Bahasa, Indonesia, pada setiap peringatan Hari Sumpah Pemuda, segenap civitas akademika Akpar Majapahit sepakat mendukung Pelestarian Batik Nusantara.

”Pasalnya, batik tradisional ini merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia. Makanya, batik Nusantara sebagai kekayaan budaya Indonesia ini patut kita lestarikan dengan baik. Motif batik jadi inspirasi kami membuat aneka kreasi produk pastry bermotif batik. Wonderful Batik Indonesia,” kata Juwono Saroso kepada kru www.culinarynews.info, di Atrium G Ciputra World.

Anda tertarik aneka kegiatan mahasiswa dan ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit, silakan datang langsung ke Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar