twitter

Pages

Selasa, 27 Februari 2018

Mahasiswa Pastry Class Belajar Psikologi Pelayanan di Best Western Papilio Hotel



Demi Mengaplikasikan Mata Kuliah Psikologi Pelayanan 

Mahasiswa Akpar Majapahit Konsentrasi Pastry Kelas Pagi Dibekali Psikologi Pelayanan di Best Western Papilio Hotel
SEBANYAK 18 orang mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Pastry Kelas Pagi menghadiri acara pembekalan seputar Psikologi Pelayanan di Best Western Papilio Hotel Surabaya pada Kamis (22/02/2018) siang. Kegiatan ini demi mengaplikasikan mata kuliah Psikologi Pelayanan yang dibimbing Agus Sudarsono M.Par. Kegiatan semacam ini juga untuk meningkatkan interaksi antara mahasiswa dengan dunia kerja di industri perhotelan.

Kedatangan rombongan mahasiswa Akpar Majapahit Kosentrasi Pastry di Best Western Papilio Hotel Jl. A. Yani 176-178 Surabaya, siang itu, di dampingi dua dosen pembimbing, yakni Agus Sudarsono M.Par (Dosen Psikologi Pelayanan) dan Kabag Kemahasiswaan Akpar Majapahit Hardhita Kusdharyanto M.Par.

Kedatangan rombongan mahasiswa Akpar Majapahit di Best Western Papilio Hotel itu disambut Human Resource Manager (HRM) Lulus Ajeng Putri SH di Meeting Room Lantai 7 yang menjadi tempat pembelajaran seputar sisik melik Psikologi Pelayanan.

Acara tersebut dipandu langsung oleh HRM Best Western Papilio Hotel Lulus Ajeng Putri SH. Sementara itu Hardhita Kusdharyanto dan Agus Sudarsono –keduanya adalah dosen D3 Perhotelan Akpar Majapahit-- proaktif mendampingi mahasiswanya mengikuti presentasi bertajuk Pembekalan seputar Psikologi Pelayanan Hotel.

Menurut Ajeng, sapaan akrab HRM Best Western Papilio Surabaya, persaingan bisnis hospitality (akomodasi perhotelan) di Surabaya belakangan ini sangat ketat menyusul tumbuh kembang hotel baru bak jamu di musim hujan. Antar hotel harus bersaing keras demi merebut simpati calon tamu. Pasalnya okupansi hotel ditentukan tingkat kunjungan tamu yang menginap di hotel tersebut.

Dampak oversupply kamar hotel menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolanya. Berbagai kiat dan strategi disiapkan pengelola agar mereka tetap eksis dalam menjalankan roda bisnisnya. Begitu juga dengan manajemen Best Western Papilio Hotel terus berimprovisasi dan berinovasi demi merebut hati calon tamu baru dan bagaimana kiat untuk merawat tamu yang lama (repeater).

Berangkat dari sini lanjut wanita cantik dengan hijab di kepala itu, kenapa pengetahuan seputar Psikologi Pelayanan tamu hotel jadi krusial. Dengan memahami psikologi tamu, maka pengelola hotel bisa me-maintain tamu-tamu hotel yang lama dan terus mencari pelanggan baru dengan sentuhan personal. 

”Pendekatan secara personal kepada tamu tamu yang menginap di Best Western Papilio Hotel membuat tamu itu terkesan dengan pelayanan penuh keramahan sejak tamu datang (check in) hingga pulang (check out),” kata perempuan asal Jombang yang berkarier selama 14 tahun lebih di beberapa perusahaan dan hotel di Jatim.

Sedikitnya ada empat point yang wajib diterapkan karyawan Best Western Papilio Hotel dari level Security, Front Office, Housekeeper hingga Manager bahkan General Manager yakni Friendly (familiar dan ramah kepada tamu), Antusiasm (kerja ikhlas dan bersemangat sesuai job desk), Smile  & Smart (murah senyum, sapa dan kerja cerdas) dan Touchfull (peduli dan mudah tersentuh, maka datangi apa keluhan tamu. Sampaikan permintaan maaf jika layanan Anda belum memuaskan tamu).

Contoh sederhana tamu yang datang disapa dan disambur dengan penuh keramahtamahan sejak masuk lobi hotel, disuguhi minuman selama datang (welcome drink) sebelum check in di Front Office Best Western Papilio Hotel. Beberapa hotel, selain menyuguhi welcome drink, juga menyiapkan cool towel (handuk dingin) untuk membersihkan muka dan tangan.

Staf karyawan di FO juga antusias berkomunikasi dengan tamu mulai menyambut kedatangannya ke Best Western Papilio Hotel, menanyakan rencana menginapnya berapa lama, memilih kamar tipe apa berikut fasilitasnya hingga mengantarkan tamu ke kamar hotel yang dipesan sebelumnya dan sebagainya.

Begitu juga saat tamu ingin menikmati sarapan pagi (breakfast), misalnya, mereka tetap di sapa selamat pagi, ditunjukkan restorannya, disilakan memilih menu sarapan yang disuka (model prasmanan atau buffet). 

Jika ada komplain dari tamu, misalnya masakannya keasinan, waiters/waitress berupaya mendengarkan dengan baik, kemudian disampaikan ke atasan dan makanan pun siap diganti yang baru kalau memang tamu itu minta ganti menu baru. Model pelayanan standar seperti ini lazim diterapkan di hotel budget hingga hotel berbintang.

Namun jika komplain tamu tidak diindahkan bahkan chef-nya marang-marah karena masakannya dikritik keasinan, bisa-bisa tamu itu kabur dan tidak kembali lagi. Hal ini jelas kerugian bagi hotel karena harus kehilangan revenue

Dampaknya bisa saja semakin parah jika tamu itu komplainnya lewat social media. Kalau kasus seperti itu tidak cepat ditangani, jelas merugikan nama baik hotel yang bersangkutan. Pasalnya, bisnis hotel itu merupakan bisnis jasa yang mengutamakan kepercayaan. 

”Karena itu pelayanan yang baik adalah kuncinya. Semuanya itu demi kepuasan tamu. Tamu adalah raja yang harus dimanja karena mereka punya uang. Ingat gaji yang Anda terima, bukan dari pemilik hotel melainkan dari tamu dan pelanggan yang menginap di sini,” kata Ajeng memberikan tips-nya kepada mahasiswa Akpar Majapahit, kemarin.

Usai mengikuti acara inti berupa Pembekalan seputar Psikologi Pelayanan di Meeting Room, lalu mahasiswa menikmati jamuan makan sore bersama yang disajikan ala buffet (prasmanan) di Mariposa Restaurant. Menu lengkap mulai Appetizer, Soup, Main Course hingga Dessert tersedia dan tertata cantik di restoran hotel berbintang tersebut.

Sementara itu Kabag Kemahasiswaan Prodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit Hardhita Kusdharyanto M.Par mengatakan, pembekalan seputar Psikologi Pelayanan kepada mahasiswa Akpar Majapahit Konsentrasi Pastry Kelas Pagi  ini untuk me-refresh mata kuliah Psikologi Pelayanan yang telah diajarkan dosen di kelas. 

”Kami mengapreasikan model pembelajaran langsung di industri, namun secara garis besar standar pelayanan hotel itu muaranya adalah bagaimana pengelola hotel tampil all out dalam memberikan pelayanan terbaik demi kepada tamu dan pelanggan,” kata Didiet sapaan akrab Kabag Kemahasiswaan Prodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit Hardhita Kusdharyanto kepada kru www.culinarynews.info, kemarin.

Sebuah rangkaian acara yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Diharapkan pengalaman empiris ini kelak bisa dijadikan bekal mahasiswa –setelah mereka lulus kuliah tentunya-- untuk menerjuni dunia kerja di industri perhotelan. Semoga. 

Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit, silakan menghubungi Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar