twitter

Pages

Senin, 26 Februari 2018

Mahasiswa Culinary Class Dibekali Pengetahuan Food Costing di MaxOne Hotels Tidar



Aplikasikan Basic Accounting 1 dan Praktiknya di Industri Perhotelan

Mahasiswa Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary Belajar Cost Control Bersama Finance Manager MaxOne Hotels Tidar
SETELAH memperoleh pembelajaran di kelas dari Dosen Mata Kuliah Basic Accounting 1, Agus Sudarsono M.Par., sekarang giliran 15 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary Kelas Siang, belajar seputar sisik melik tentang Cost Control di MaxOne Hotels Tidar Surabaya, Kamis (22/02/2018) pagi.

Kedatangan rombongan mahasiswa Akpar Majapahit pagi itu langsung diajak pihak Panitia ke Open Oven Distro di Lantai 2, untuk mengikuti acara inti Cost Cotrol, yang diperesentasikan Finance Manager MaxOne Hotels Tidar Surabaya Yasodara Wiryawan bersama asistennya Lucia Indah dari Cost Control Section.

Kedatangan mahasiswa ke hotel bintang tiga milik Mailstone Pacific Hotel Group (MPHG) di Jl. Tidar No. 5 Surabaya pagi itu, di dampingi dua dosen pembimbing yakni Kabag Kemahasiswaan Akpar Majapahit Hardhita Kusdharyanto M.Par dan Agus Sudarsono M.Par (Dosen Basic Accounting). 

Sementara itu dalam presentasinya di hadapan mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary, pekan lalu, Finance Manager (FM) MaxOne Hotels Tidar Surabaya, Yasodara Wiryawan menjelaskan gambaran umum tentang bisnis perhotelan dan sisik melik seputar Cost Control

Food & Beverage Cost Control merupakan salah satu bagian dari Accounting (Finance) Department di sebuah hotel. Accounting (Finance) Department ini berperan sebagai partner kerja F&B Department yang mempunyai tugas utama menyajikan laporan operasional F&B Department yang berasal dari penggunaan barang-barang persediaan (inventory).

Ruang lingkup tugas-tugasnya adalah berorientasi pada upaya-upaya pengendalian biaya untuk setiap material yang digunakan melalui requisition. Aktivitas pengendalian biaya dimaksudkan agar biaya dapat diarahkan pada tingkat yang dikehendaki baik volume maupun standard.

Pengertian pengendalian biaya di sini adalah pengendalian atas biaya-biaya yang berhubungan dengan pemakaian barang/bahan terutama pada F&B Department, karena tingkat pemakaian yang cukup tinggi, daya tahan dan masa pemakaian barang/bahan makan terbatas (spoilage & expire date) serta tingkat harga yang  ber-fluctuation.

”Secara struktural, seksi Cost Control berada di bawah Financial Controller dan bertanggung jawab kepadanya. Selain itu ada istilah Cost Behavior. Faktor-faktor yang menentukan naik turunnya biaya, hal ini penting untuk diketahui sebagai dasar untuk melihat latar belakang biaya dan untuk menentukan selling price produk,” terang Dara, sapaan akrab Finance Manager MaxOne Hotels Tidar Surabaya.

Menetapkan Standard Control adalah merupakan langkah awal di dalam pengendalian cost (biaya) dalam pengoperasian Food & Beverage (F&B) di sebuah Hotel. Standard Control berfungsi sebagai alat ukur dan acuan atau pedoman di dalam mengelola dan memonitor arus biaya.

Tujuannya untuk memudahkan management F&B mencapai sales dan dapat memperkecil risiko biaya tinggi sehingga tercapai profit tertentu sesuai budget atau anggaran yang telah ditetapkan.

Mengingat mahasiswa yang hadir di sini rata-rata dari D3 Perhotelan Konsentrasi Pastry, maka ia mencontohkan Food Control System (FCS). Dalam FCS terdiri atas empat hal yang meliputi Standard Portion Size, Standard Recipe, Standard Purchase Specifications dan Standard Yield.

Standard Portion Size yaitu penetapan banyaknya barang dari setiap makanan yang dijual kepada pelanggan dengan harga tertentu dan harus ditentukan untuk semua jenis makanan.mulai appetizer, soup, main course sampai dessert-nya.

Sedangkan Standard Recipes yaitu rumusan yang sudah ditetapkan yang mencantumkan resep suatu masakan dengan jumlah komponen dari pemakaian bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat suatu jenis masakan yang disediakan di menu secara akurat.

Standard Recipe Card
Ø  Sebelum menentukan harga jual suatu jenis makanan atau minuman, dibuat rincian harga pokoknya terlebih dahulu. Perhitungan harga pokok dilakukan dengan mengisi Standard Recipe Card (SRC). SRC ini harus selalu diperbarui dari waktu ke waktu jika terdapat perubahan harga atas bahan pokok yang digunakan untuk pembuatan bahan makanan atau minuman tersebut, sehingga kita dapat menentukan natural selling price (harga jual yang ideal) dengan adanya perubahan harga pokok tersebut.
Ø  Namun sampai batas kenaikan harga pokok tertentu yang sekiranya tidak significant, SRC ini belum perlu untuk diperbarui. Karena, pada saat pembuatan yang pertama kalinya telah diperhitungkan adalah suatu margin untuk menutup kenaikan harga sampai taraf tertentu, misalnya 1% sampai 5%.
Ø  Pemeriksaan mendadak secara periodik setidaknya satu bulan sekali harus dilakukan oleh seksi cost control bekerja sama dengan Executive Chef & F&B Manager untuk melihat apakah standard portion dari suatu jenis makanan telah sesuai dengan recipe yang ada yang diberlakukan. Kelalaian dalam standard portion ini berakibat pada percentage biaya makanan & minuman yang merupakan tolok ukur untuk menilai efficiency dari F&B Department.

Masih kata Yasodara, mengingat bisnis perhotelan itu fokus utamanya menjual kamar (room revenue) dan produk makanan minuman (FB product revenue) sebagai sumber pendapatan, maka pelayanan terbaik sejak tamu datang untuk check in hingga check out untuk pulang meninggalkan hotel menjadi komitmen pengelola hotel dan jajaran karyawannya. 

”Tujuannya agar mereka terkesan dengan keramahtamahan pelayanan segenap kru hotel dari level GM hingga staf cleaning service. Jika tamu hotel itu puas oleh layanan kami, maka saya yakin mereka akan datang kembali untuk menginap di sini, Itu artinya ada pemasukan untuk pihak hotel,” terang Yasodara Wiryawan di dampingi Lucia Indah, asistennya.

Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi (TI) juga punya andil yang tidak sedikit dalam memberikan layanan kepada tamu hotel. Fasilitas kamar hotel yang dilengkapi layanan free Wi-Fi (untuk internetan) misalnya, juga punya andil dalam mendongkrak tingkat kepuasan pelanggan, di samping aspek keramahtamahan karyawan hotel itu sendiri saat melayani tamunya.

Selain menjual kamar hotel (room) dan FB product sebagai sumber pendapatan (revenue) utama dari sebuah bisnis hotel, ada sumber pendapatan penunjang seperti jasa laundry, telephone, business centre, gym, reflexion & relaxations, transportation dan revenue lain di luar kamar dan F&B.

Oleh karena itu, tambah Executive Chef MaxOne Hotels Tidar Surabaya, Bambang Nurianto, sebelum Anda lulus dan nantinya berkarier di kitchen hotel sebagai seorang chef profesional, maka Anda juga wajib memperkuat pengetahuan seputar sisik melik Cost Control sejak di bangku kuliah. 

”Pasalnya Anda disebut seorang chef bila paham Cost Control karena Anda nanti bekerja sebagai tim bersama orang accounting. Kalau Anda tidak paham Cost Control, maka Anda hanya disebut tukang masak, bukan chef yang profesional,” tandas chef Bamz, sapaan akrab Bambang Nurianto kepada kru www.culinarynews.info.

Sesudah mengikuti pembelajaran seputar sisik melik Cost Control di Accounting (Finance) Department, 15 mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengikuti agenda tour hotel khususnya ke ruang Purchasing & Storage dan Main Kitchen yang dipandu langsung oleh Finance Manager MaxOne Hotels Tidar Surabaya Yasodara Wiryawan dan asistennya, Lucia Indah.

Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar