twitter

Pages

Rabu, 07 Februari 2018

Mahasiswa Akpar Majapahit Belajar Psikologi Pelayanan di Bella Hotel Surabaya

Demi Mengaplikasikan Mata Kuliah Psikologi Pelayanan Hotel

Mahasiswa Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary Kelas Pagi Dibekali Psikologi Pelayanan di Bella Hotel Surabaya


SEBANYAK 17 orang mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary Kelas Pagi menghadiri acara pembekalan seputar Psikologi Pelayanan di Bella Hotel Surabaya pada Selasa (06/02/2018) siang. Kegiatan ini demi mengaplikasikan mata kuliah Psikologi Pelayanan yang diasuh Agus Sudarsono M.Par. Kegiatan semacam ini juga untuk meningkatkan interaksi antara mahasiswa dengan dunia kerja di industri perhotelan.


Kedatangan rombongan mahasiswa Akpar Majapahit Kosentrasi Culinary di Kompleks Pertokoan Rich Palace Jl. Mayjen Sungkono Surabaya itu, di dampingi tiga dosen pembimbing, yakni R. Paulus W. Soetrisno M.Par. (Kaprodi) dan Agus Sudarsono M.Par (Dosen Psikologi Pelayanan Akpar Majapahit).

Kedatangan rombongan mahasiswa Akpar Majapahit di Bella Hotel itu disambut General Manager (GM) Mei Mei, Food & Beverage Manager (FBM) Maghfur, Head Chef Dedy Komaruddin dan Sales Executive Bella Hotel Olive di Lobi Hotel. Tamu spesial tersebut kemudian diajak ke Meeting Room  Lantai 2.

Sebelum mengikuti acara inti berupa Pembekalan seputar Psikologi Pelayanan oleh  di Meeting Room, lalu mahasiswa diajak tour hotel oleh Sales Executive Hotel Bella, Olive. Mereka antara lain melihat fasilitas kamar hotel budget tersebut sekaligus diajarkan cara  make up room dan making bed oleh petugas housekeeping.

Selanjutnya rombongan mahasiswa Akpar Majapahit Kosentrasi Culinary Kelas Pagi itu melihat aktivitas dapur Bella Hotel yang digawangi Chef Eddy Komaruddin. Dalam kesempatan itu, Chef Dedy juga mendemonstrasikan teknik membuat Nasi Goreng Nendang yang menjadi salah satu menu favorit tamu Bella Hotel Surabaya.

Setelah puas meninjau sejumlah fasilitas hotel selama 20 menitan, rombongan mahasiswa Akpar Majapahit kembali ke Meeting Room Lantai 2 beristirahat sejenak sekitar 10 menit, kemudian dilanjutkan sesi perkenalan dengan GM Bella Hotel Mei Mei sekitar 20 menitan dan selanjutnya diisi acara utama yakni pembekalan seputar Psikologi Pelayanan Hotel selama satu jam hingga pukul 14.00-15.00 WIB.

Acara tersebut dipandu langsung oleh FBM Bella Hotel Maghfur. Sementara itu R. Paulus W. Soetrisno, Maftucha dan Agus Sudarsono –keduanya adalah dosen D3 Perhotelan Akpar Majapahit-- proaktif mendampingi mahasiswanya mengikuti presentasi bertajuk Pembekalan seputar Psikologi Pelayanan Hotel.

Menurut Maghfur, bisnis hospitality (akomodasi perhotelan) di Surabaya belakangan ini mengalami persaingan ketat menyusul tumbuh kembangnya hotel-hotel baru. Hal ini menuntut pengelolanya untuk kreatif dan inovatif dalam menarik calon tamu agar mereka datang untuk menginap di hotelnya.

Kehadiran hotel-hotel baru di Surabaya bak jamur di musim hujan memicu ketatnya persaingan antar pengelolanya. Dampak oversupply kamar hotel suka tidak suka, mau tak mau, harus dihadapi pengelolanya demi merebut calon tamu. Demi tetap eksis dalam mengelola bisnis hotel, maka okupansi kamar hotel harus dijaga pada kondisi yang ideal agar operasional hotel tetap berjalan lancar.

Kehadiran hotel-hotel baru itu juga disikapi secara bijak oleh manajemen Bella Hotel. Demi tetap eksis menjalankan roda usahanya, maka pihak manajemen hotel budget itu juga terus berimprovisasi dan berinovasi demi merebut calon tamu dan tetap menjaga hubungan baik dengan pelanggan lama (repeater) melalui program maintenance pelanggan setianya demi mewujudkan customer satisfaction.

Mengingat bisnis perhotelan itu mengutamakan kepuasan pelanggan, maka segenap jajaran Bella Hotel pun mulai level terendah seperti Security, staf bagian Front Office (FO), Housekeeping hingga level Manager bahkan General Manager  wajib memperhatikan empat point ini demi memahami psikologi tamu.

Empat point itu adalah Friendly (familiar dan ramah kepada tamu), Antusiasm (bersemangat dan kerja ikhlas ketika melayani tamu), Smile & Smart (senyum dan sapa tamu serta bisa bekerja cerdas) dan Touchfull (peduli terhadap keluhan tamu dan tak segan untuk meminta maaf jika komplain tamu belum bisa tertangani secara memuaskan).

Tamu yang datang ke Bella Hotel, misalnya, begitu masuk lobi mereka sudah disapa oleh Security merangkap sebagai Door Man. Sebelum menuju petugas pelayanan di meja Front Office (FO) untuk check in, tamu sudah ditawari minuman selamat datang (welcome drink). Bahkan di beberapa hotel berbintang, tamu yang datang selain ditawari welcome drink juga disodori cool towel untuk membersihkan muka dan tangan.

”Sementara itu, saat tamu ingin menikmati sajian sarapan pagi (breakfast), waitress atau waiters bisa menunjukkan menu prasmanan (buffet), hidangan bread & butter (B&B) dan meja minuman yang tersedia di restoran atau café hotel,” kata Maghfur yang berpengalaman kerja di sejumlah hotel di dalam dan luar negeri.

Sekitarnya ada tamu yang komplain karena menu sarapan –nasi goreng, misalnya—rasanya keasinan, maka waitress atau waiters datang dan mendengarkan keluhannya. Komplain tamu itu kemudian dilaporkan ke atasan untuk diganti menu yang baru jika memang tamu itu minta ganti.

Keluhan tamu seperti itu layak diapresiasi. Pasalnya, jika sampai keluhan itu tidak ditangani atau sebaliknya chef yang memasak nasi goreng malah marah-marah, tentu dampaknya akan merugikan pihak hotel sendiri. Pasalnya, komplain tamu itu bisa saja disebar luaskan ke social media yang marak belakangan ini.

Dampaknya, lanjut Maghfur, selain merugikan nama baik hotel tersebut, juga pihak hotel terancam kehilangan pelanggan, yang pada gilirannya revenue dari tamu hotel bakal melayang karena tamu tersebut enggan datang lagi ke mari.

”Untuk itu, saya memberikan tips jitu agar memosisikan tamu hotel adalah Raja. Maka manjakan tamu tersebut karena merekalah yang punya duit. Ingat Anda bekerja di hotel bukan digaji oleh pemilik hotel atau pengelola hotel, melainkan digaji oleh tamu hotel yang puas terhadap pelayanan Anda,” kata Maghfur me-wanti-wanti.

Tamu yang puas oleh pelayanan hotel tempatnya menginap, dengan senang hati memberi tips kepada Anda. Uang tips dari tamu itu juga berarti rejeki yang halal buat Anda dan rekan-rekan Anda yang bekerja di hotel tersebut.

Sementara itu Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus W. Soetrisno M.Par mengatakan, acara pembekalan seputar Psikologi Pelayanan di Bella Hotel ini untuk mengaplikasikan pembelajaran Psikologi Pelayanan yang telah diajarkan di kelas oleh Agus Sudarsono M.Par., Dosen Psikologi Pelayanan kepada mahasiswa Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary Kelas Pagi.

”Mengingat bisnis perhotelan itu termasuk bisnis jasa yang mengutamakan pelayanan terbaik, maka kepuasan pelanggan merupakan tujuan utamanya demi menggaet calon tamu dan merawat pelanggan lama agar mau datang kembali di hotel tersebut,” kata Paulus, sapaan akrab Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit kepada kru www.culinarynews.info, kemarin.

Sebuah rangkaian acara yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Diharapkan pengalaman empiris ini kelak bisa dijadikan bekal mahasiswa –setelah mereka lulus kuliah tentunya-- untuk menerjuni dunia kerja di industri perhotelan. Semoga.

Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit, silakan menghubungi Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar