twitter

Pages

Senin, 29 Januari 2018

Santriwati dan Ustadzah Ponpes Mambaul Ulum Pamekasan Belajar Buat Kue Lapis Kukus



Diasuh Chef Renny Savitri M.Par dan Chef Fitri Syntiadewi SE

100 Santriwati dan Ustadzah Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan, Belajar Buat Kue Lapis Kukus Kekinian

PADA hari Kamis (25/01/2018) pagi, 100-an orang santriwati dan ustadzah (guru perempuan) dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan Palengaan, Pamekasan, antuasias mengikuti pelatihan membuat Kue Lapis Kukus desain kekinian yang diasuh chef Renny Savitri M.Par dan chef Fitri Syntiadewi SE.

Dua orang instruktur yang tampil cantik dengan hijab di kepala dari Tristar Group itu didatangkan dari Surabaya –berkantor di Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya-- oleh Ketua Panitia Pekan Ngaji 3 Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, untuk meramaikan gelaran tersebut sekaligus berbagi ilmu cara membuat Kue Lapis Kukus desain kekinian yang belakangan lagi nge-trend di pasaran.

Sebelum menyaksikan kepiawaian chef Renny dan chef Fitri mendemonstrasikan cara membuat Kue Lapis Kukus desain kekinian yang legit dan enak rasanya, kedua instruktur itu memberikan penjelasan umum seputar dunia pastry (patisserie) khususnya trend Kue Lapis Kukus desain kekinian yang menjamur bak di musim hujan, hingga menyebar ke daerah-daerah pinggiran seperti Pamekasan (Madura).

Di pasaran, Kue Lapis Kukus desain kekinian –dijual dengan berbagai merek dagang seperti Omah Lapis. Harganya pun bervariasi, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per kotak (ukuran10-12 cm x 25-30 cm dengan tinggi 4-5 cm) tergantung jumlah layer dan toping-nya. 

Untuk memenuhi permintaan konsumen kelas menengah, biasanya ketebalan Kue Lapis Kukus desain kekinian terdiri dari dua layers (coklat dan original) dengan toping-nya parutan keju. Namun jika menjualnya per slice (iris), di atas taburan keju dikasih buah cherry demi mempercantik penampilannya, seperti yang dipraktikkan saat demo masak bertema Ngaji Tata Boga. Membangun Istana dari Dapur, di hadapan 100-an santriwati dan ustadzah dari Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Kamis (25/01/2018) lalu.

”Selain itu untuk memikat calon pembeli maupun pelanggan, penjual kue lapis kukus menambah beberapa varian lain dengan aneka toping yang menarik. Pendekatan ini sudah jamak dilakukan para pelaku bisnis pastry (patisserie) di Surabaya maupun kota-kota besar lainnya di Jatim,” kata chef Renny Savitri melalui WhatsApp (WA)-nya kepada kru www.culinarynews.info, Senin (29/01/2018) petang.

Dengan gaya presentasinya yang memukau dan mudah dipahami, kehadiran chef Renny dan chef Fitri disambut antusias oleh undangan yang hadir khususnya santriwati dan ustadzah dari Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan. Saat sesi tanya jawab pun  berlangsung cair berkat kepiawaian pemateri mengendalikan jalannya acara ngaji tata boga di ponpes tersebut.

Presdir Tristar Group Ir Juwono Saroso MM., MM.Par mengapresiasi keinginan dari Panitia Pekan Ngaji 3 Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, yang meminta instrukrur dari Tristar Group mengisi acara Ngaji Tata Boga. Membangun Istana dari Dapur di ponpes tersebut.

”Kegiatan pelatihan masak membuat kue lapis kukus desain kekinian itu merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat khususnya komunitas pondok pesantren di Madura khususnya dan Jatim pada umumnya. Kegiatan pelatihan semacam ini merupakan implementasi dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Tristar Group dalam mengawali Tahun Baru 2018,” pungkasnya.

Anda tertarik dengan kegiatan cooking demo maupun aneka pelatihan masak lainnya yang dipresentasikan oleh instruktur profesional dari Tristar Group, silakan menghubungi Divisi Marketing Tristar Group cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar