twitter

Pages

Minggu, 26 November 2017

Lebih Dekat dengan Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus W. Soetrisno M.Par



Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus W. Soetrisno M.Par

 Perbanyak Relasi dengan Pengelola Hotel, Demi Ubah Paradigma Mahasiswa terhadap Industri Perhotelan di Surabaya 
DEMI mengubah mind set (paradigma) mahasiswa dalam menyikapi pesatnya perkembangan bisnis industri perhotelan belakangan ini, Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit, R. Paulus W. Soetrisno M.Par., selalu antusias mendampingi anak didiknya --baik mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Kelas Reguler maupun mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Konsentrasi Culinary dan Pastry—saat melihat dari dekat geliat bisnis perhotelan di lapangan.

Pembelajaran mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Kelas Reguler maupun mahasiswa Culinary dan Pastry Class Akpar Majapahit selain dibekali teori di kelas, mereka juga dikenalkan dengan kondisi riil di lapangan. Sehingga mahasiswa bisa mengetahui langsung kelebihan dan kekurangan dalam pengelolaan hotel.

Jika pada Oktober 2017 lalu, R. Paulus W. Soetrisno mengajak anak didiknya belajar akomodasi hotel dan restoran di hotel bintang tiga (Maxone Hotel), hotel budget (Rock Hotel) dan homestay (Zio Homestay), maka pada Kamis, 23 November 2017 ini giliran mengajak mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Kelas Malam untuk belajar bartending di Loveshock Sky Bar Maxone Hotel dari ahlinya. Dan dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana mengunjungi Hotel Premier Inn Juanda bersama mahasiswa.

Sebelum diajarkan praktik meracik minuman oleh Nur Halim di Loveshock Sky Bar Maxone Hotel, mahasiswa dikenalkan jenis minuman non alkohol (mocktail seperti aneka juice) dan minuman beralkohol (cocktail). Khusus untuk minuman beralkohol termasuk jenis-jenis spirit,  mahasiswa kembali diperlihatkan beberapa botol minuman jenis spirit yang telah tersedia di bar tersebut seperti gin, vodka, whisky.

Untuk kelompok minuman beralkohol misalnya rum, vodka, gin, tequila, triple sec, bourbon, whisky, scoth, dry vermouth, sweet vermouth, lime juice dan grenadine. Sedangkan jenis-jenis spirit (termasuk juga minuman beralkohol) adalah whisky, vodka, cognac (brandy), gin, rum, tequila, absinthe, akvarct, liqueur dan bitter.

Selain itu, mahasiswa juga ditunjukkan aneka juice antara lain orange juice, pineapple juice, cranberry juice, sweet & sour dan grape fruit juice. Juga beberapa jenis wine (anggur). Di bar tersebut juga tersedia air mineral dan ice cube. Lalu mereka juga diperlihatkan peralatan yang wajib tersedia di bar mulai aneka jenis gelas (glassware), meja, ice maker, tools bar seperti shacker, blender, bottle opener, wine opener, stainer, bar spoon. Selain itu ada rak gelas, stow, deterjen, korek api, alat tulis kantor (stationaries) seperti captain order, kertas, drink list, ball point.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga dipersilakan mencium aroma minuman beralkohol yang dituang dalam gelas piala. Dari aroma alkoholnya diharapkan mahasiswa tahu jenis-jenis (nama) minuman termasuk merek dagangnya. Sehingga saat meracik minuman yang dipesan kastemer, mereka tidak keliru saat menyajikan minuman itu kepada tamu atau pengunjung bar.

Selanjutnya bartender Loveshock Sky Bar Maxone Hotel tersebut mendemonstrasikan bagaimana meracik virgin blood (mocktail dari buah strawberry). Giliran berikutnya adalah meracik tiga minuman beralkohol (cocktail) yakni screw driver (campuran vodka dan orange juice dengan rasio 50:50), terminator (vodka, triple sec, dry vermouth, gin, blue curacao, liquer melon dan liquer beer) dan terakhir demo meracik passion blue (lycee dan triple sec).

Melihat antusiasme mahasiswa belajar bartending di Loveshock Sky Bar Maxone Hotel, Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus W. Soetrisno M.Par pun optimistis jika pembelajaran langsung di industri seperti itu bisa menambah pemahaman mahasiswa seputar perkembangan bartending teraktual di sebuah hotel berbintang. 

Secara umum, lanjut Paulus, kegiatan tersebut juga bertujuan mendekatkan diri mahasiswa dengan dunia kerja di industri perhotelan. Hal ini sekaligus untuk membandingkan antara teori dan praktik di kelas dengan praktik nyata di dunia kerja

Oleh karena itu, dalam demo meracik minuman di Loveshock Sky Bar Maxone Hotel, Kamis (23/11/2017) malam lalu menjadi bekal berharga bagi anak didik saya, karena semuanya mengacu pada standard operational procedure (SOP) di industri perhotelan. Dengan demikian, pembelajaran langsung seperti itu besar manfaatnya bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bar sebuah hotel berbintang,” terangnya.

Sementara itu, dalam pembelajaran akomodasi hotel dan restoran sebelumnya, mahasiswa Akpar Majapahit juga telah ditunjukkan bagaimana kiat dan strategi masing-masing pengelola hotel maupun homestay agar tetap eksis ditengah ketatnya persaingan menggaet calon tamu. 

”Dalam era persaingan antar pengelola hotel termasuk homestay saat ini, suka tidak suka, mau tak mau, masing-masing pengelola berusaha meningkatkan pelayanan kamar demi memikat calon tamunya. Tarif kamar pun saat ini juga sangat kompetitif. Konsumen tinggal memilih rate yang sesuai kemampuan,” kata R. Paulus W. Soetrisno, yang juga menjadi Asesor Kompetensi Housekeeping Berskala Nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Untuk fasilitas kamar, misalnya, Anda bisa lihat sendiri bagaimana suite room di Zio Homestay yang hanya dipatok Rp 300 ribuan permalam, fasilitasnya tidak kalah dengan kamar hotel budget maupun hotel bintang tiga. Di kamar ber-AC tersebut sudah tersedia TV LED, fasilitas free Wi-Fi, water heater, single bed). Sementara itu untuk standard room Zio Homestay dengan fasilitas minimalis, tarifnya hanya Rp 250 ribuan per malam sudah termasuk snack dan tea/coffee hangat. 

Paulus sengaja mengajak mahasiswa datang ke Zio Homestay yang baru buka tujuh  bulan lalu, Rock Hotel (beroperasi lebih dari empat tahun silam) dan Maxone Hotel (yang beroperasi setelah diresmikan Wagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf pada 6 November 2016), untuk mengubah mind set (paradigma) mahasiswa.

Prinsipnya adalah belajar akomodasi hotel dan restoran itu tidak harus di hotel berbintang melainkan bisa juga belajar langsung dengan pengelola homestay atau hotel budget, mulai front office, housekeeping, laundry service, café & resto di lobi, kitchen hingga sistem akuntansi bisnis penginapan di perkotaan.

”Materi pembelajaran seperti ini merupakan terobosan baru bagi mahasiswa, demi mengimplementasikan sistem pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persen teori di kelas mulai TA 2017/2018,” kata Paulus sapaan akrab R. Paulus W. Soetrisno.

Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar