twitter

Pages

Kamis, 30 November 2017

Lebih Dekat dengan Dosen ISBD Akpar Majapahit, Anita Wulandari STP., MP.



Lebih Dekat dengan Dosen ISBD, Anita Wulandari STP., MP.

Spesialis Mengajar MKU, Siap Bergabung dengan Prodi Baru Rekayasa Bisnis Pangan di Kampus Politeknik Surabaya

PADA Semester Gasal Tahun Akademik (TA) 2017/2018, Anita Wulandari STP, MP diminta pihak Akademik untuk mengajar Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Mahapahit Semester I. Mata Kuliah Umum (MKU) yang bobot kreditnya hanya dua Satuan Kredit Semester (SKS) itu dilakoni dengan penuh tanggung jawab, demi meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan sosial dan budaya masyarakat.


Untuk memberikan pemahaman dan secara bertahap mengubah mind set (paradigma) mahasiswa dalam menyikapi pesatnya perkembangan sosial dan budaya masyarakat, dirinya bersama Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit R Paulus W. Soetrisno M.Par dan Kabag Kemahasiswaan Hardhita Kusdharyanto M.Par., mengadakan kunjungan lapangan ke Museum House of Sampoerna dan Monumen Tugu Pahlawan pada Senin (27/11/2017). 

Dua icon wisata Kota Surabaya yang namanya dikenal luas oleh masyarakat Surabaya, Jatim dan Indonesia ada umumnya. Dari dua objek yang dikunjungi itu banyak manfaat yang bisa dipetik mahasiswa. Misalnya, di House of Sampoerna, museum peninggalan Lim Seng Tee alias Hanjaya Mandala Sampoerna, pendiri pabrik rokok kretek Sampoerna di Jl Taman Sampoerna No. 6 Surabaya ini banyak keteladanan yang layak diapresiasi mahasiswa.

Penyandang gelar Master Pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya lulusan 2011 silam itu menuturkan, perjuangan Lim Seng Tee dan istrinya dalam membesarkan usahanya di era penjajahan Belanda dulu dan bisa eksis sampai sekarang merupakan contoh bagaimana sebuah perusahaan keluarga dikelola secara profesional oleh pemdirinya dan tetap bertahan di bawah kendali anak keturunannya.

Fakta ini tidak terbantahkan oleh siapa pun. Jejak-jejak perjuangan Lim Seng Tee sampai saat ini bisa dinikmati masyarakat Indonesia karena bangunan pabrik rokok itu oleh Pemkot Surabaya dimasukkan dalam bangunan cagar budaya yang harus dijaga kelestariannya. Museum House of Sampoerna (HoS) kini menjelma menjadi salah satu icon wisata Kota Pahlawan.

Begitu juga Monumen Tugu Pahlawan yang dibangun atas prakarsa Presiden RI Ir. Soekarno menjadi tetenger betapa gigihnya aksi heroik Arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945 silam, dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus mengusir penjajah Belanda yang ingin kembali dengan mendompleng bala tentara sekutu pimpinan Inggris.

Bahkan Monumen Tugu Pahlawan itu kini dilengkapi dengan bangunan Museum 10 November yang dipelopori oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk mengabadikan berbagai pernak pernik perjuangan Arek-arek Suroboyo dalam Battle of Surabaya yang fenomenal bahkan mengguncang dunia, karena saat itu Inggris bersama sekutunya (Amerika Serikat) adalah Pemenang dalam Perang Dunia (PD) Kedua pada 1945 silam.

Tidak hanya itu, ibu satu anak ini juga antusias saat diminta mengajar Ilmu Alamiah Dasar (IAD) kepada mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit --yang kini duduk di Semester III-- dengan menghelat acara Factory Visit di IPAL-PT SIER Kawasan Rungkut Industri Surabaya pada Maret 2017 lalu. 

”Kegiatan lapangan mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit ketika itu untuk melihat dari dekat bagaimana manajemen pengelolaan  limbah industri (termasuk perhotelan) yang dijalankan dengan baik sesuai peraturan per-UU-an yang berlaku,” ujar dosen dengan hijab di kepala itu kepada.kru www.culinarynews.info, di Lantai 2, Graha Tristar Surabaya, Kamis (30/11/2017) siang.

Selain diminta untuk sharing ilmu pada mata kuliah IAD dan ISBD dengan mahasiswa Akpar Majapahit dan Tristar Institute (di bawah payung Group Tristar), dosen berwajah manis yang tinggal di Bangkalan (Madura) ini juga diberi tugas oleh pihak Akademik untuk mengajar mata kuliah Metodologi Penelitian kepada mahasiswa S1 Teknologi Pangan Trisatar Institute, yang berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian (FP) Unitomo Surabaya.

Sambil menunggu proses pemindahan house base Nomer Induk Dosen Nasional (NIDN)-nya dari Kementerian Dikti cq Kopertis Wilayah VII Jatim di Surabaya selesai, Anita Wulandari siap dipromosikan untuk mengajar di Politeknik Surabaya Dharma Bakti. 

”Pada tahun 2018 mendatang, Politeknik Surabaya akan membuka program studi baru Rekayasa Bisnis Pangan. Saya pun kembali diminta untuk ambil bagian dalam memajukan program studi baru yang berkampus di Jl. Kaliwaron No. 58-60,” kata Anita Wulandari, seraya menambahkan bahwa Politeknik Surabaya merupakan lembaga pendidikan  tinggi ketiga yang sekarang ini dikelola oleh Tristar Group di bawah Yayasan Dharma Bakti Surabaya. 

Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar