twitter

Pages

Senin, 23 Oktober 2017

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Semester I Kunjungi Zio Homestay Surabaya



Belajar Akomodasi Hotel Bersama R. Paulus W. Soetrisno M.Par

18 Mahasiswa Baru D3 Prodi Perhotelan Akademi Pariwisata Majapahit Semester I Kunjungi Zio Homestay


MEMASUKI perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik (TA) 2017/2018, 18 orang mahasiswa baru D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Semester I, mengunjungi Zio Homestay untuk belajar seputar sisik melik tentang akomodasi hotel bersama R. Paulus W. Soetrisno M.Par., Dosen Akomodasi Hotel Akpar Majapahit, Senin (23/10/2017) siang.

Untuk mengaplikasikan pengetahuan seputar akomodasi hotel, rombongan mahasiswa bersama dosen pembimbingnya berangkat dari kampus Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya menuju Zio Homestay Jl. Gayung Kebonsari Timur No. 27 Surabaya sekitar pukul 10.00. Sekitar setengah jam kemudian rombongan mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Semester I sampai di tujuan. 
 
18 mahasiswa tersebut Adinda, Aji, Wahyu, Fajar, Selly, Ruly, Daniella, Robert, Benny, Ferry, Dian, Daniel, Andro, Zainul, Donny, Kamal, Ical dan Oddy. Kedatangan rombongan mahasiswa Akpar Majapahit yang di dampingi dosen pembimbingnya, R. Paulus W. Soetrisno M.Par., siang itu, disambut langsung oleh Saidah Yoliana, owner Zio Homestay.

Dalam sambutannya di lobi Zio Homestay, Yoliana mengatakan, pihaknya membangun fasilitas penginapan (homestay) di atas lahan seluas 325 m2 ini karena keterbatasan lahan di kota-kota besar seperti di Surabaya.

”Dengan modal bonek (tanpa latar belakang pendidikan perhotelan), saya bersama suami tentunya, memutuskan membangun tempat penginap dua lantai dengan 16 kamar di Jl. Gayung Kebonsari Timur No. 27 Surabaya ini setahun lalu. Sedangkan nama Zio Homestay diambil dari nama cucu saya. Kalau tidak salah, Zio artinya rejeki atau keberuntungan,” ujarnya di hadapan mahasiswa.

Semerntara itu, Dosen Mata Kuliah Akomodasi Hotel R. Paulus W. Soetrisno M.Par mengatakan, pembelajaran mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Semester I kali ini selain dibekali teori di kelas, mereka juga dikenalkan dengan kondisi riil di lapangan. Sehingga mahasiswa bisa mengetahui langsung kelebihan dan kekurangan antara  hotel dengan homestay.

”Dalam era persaingan antar pengelola hotel termasuk homestay saat ini, suka tidak suka, mau tak mau, masing-masing pengelola berusaha meningkatkan pelayanan kamar demi memikat calon tamunya. Tarif kamar pun saat ini juga sangat kompetitif. Konsumen tinggal memilih rate yang sesuai kemampuan,” kata R. Paulus W. Soetrisno kepada kru www.culinarynews.info, di Zio Homestay, Senin (23/10/2017) siang.

Untuk fasilitas kamar, misalnya, Anda bisa lihat sendiri bagaimana suite room di Zio Homestay yang hanya dipatok Rp 300 ribuan permalam, fasilitasnya tidak kalah dengan kamar hotel bintang tiga. Di kamar ber-AC tersebut sudah tersedia TV LED, fasilitas free Wi-Fi, water heater, single bed). Sementara itu untuk standard room Zio Homestay dengan fasilitas minimalis, tarifnya hanya Rp 250 ribuan per malam sudah termasuk snack dan tea/coffee hangat. 

Paulus sengaja mengajak mahasiswa datang ke Zio Homestay yang baru buka enam bulan lalu, untuk mengubah mind set bahwa belajar akomodasi hotel tidak harus di hotel berbintang melainkan bisa juga belajar langsung dengan pengelola homestay, mulai front office, housekeeping, laundry service, café & resto di lobi, kitchen hingga sistem akuntansi bisnis penginapan di perkotaan.

”Materi pembelajaran seperti ini merupakan terobosan baru bagi mahasiswa, demi mengimplementasikan sistem pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persen teori di kelas mulai TA 2017/2018,” kata Paulus sapaan akrab R. Paulus W. Soetrisno, yang sehari-hari menjabat Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit.

Dalam kunjungan ke Zio Homestay tersebut. chef Agung Kurnia juga diajak gabung bersama rombongan sekaligus diberi kesempatan untuk unjuk kebolehan di hadapan tuan rumah dan tamu termasuk mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Semester I dalam aksi acrobatic pizza (spinning pizza). 

Kedatangan chef Agung Kurnia yang merupakan dosen luar biasa di lingkungan Tristar Group, selain untuk berbagai ilmu dengan mahasiswa khususnya seputar acrobatic pizza (spinning pizza), juga menampilkan kepiawaiannya di hadapan pengunjung Ciputra World khususnya warga kota Surabaya yang menghadiri acara Bazar Makanan Tradisional bertajuk Festival Panganan Ndeso di Ciputra World Jl. Mayjen Sungkono, 16-27 Oktober 2017.

”Saya diundang ke Surabaya sejak 20 Oktober lalu oleh owner Tristar Group Ir Juwono Saroso MM. Saya selain diminta demo acrobatic pizza (spinning pizza) di Ciputra World juga berbagi ilmu dengan mahasiswa di Kampus Akpar Majapahit dan Tristar Institute Kaliwaron,” ujarnya, usai atraksi di Zio Homestay, kemarin siang. 

Sebelum kembali ke kampus, rombongan mahasiswa Akpar Majapahit menikmati hidangan makan siang dengan menu Indonesian Authentic Salad atau gado-gado, pisang goreng, ketela goreng dan buah iris (semangka). 

Sementara itu, saat rombongan mahasiswa datang, pihak ZIo Homestay menjamu tamunya dengan sajian snack (berupa roti) dan tea/coffee hangat yang tersedia di corner lobi homestay tersebut.

Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar