twitter

Pages

Rabu, 06 September 2017

Praktik Bisnis Franchise, Mahasiswa Akpar Majapahit Diajarkan Buat Pizza dan Pempek



Praktik Bisnis Franchise Bersama Chef Anastasia

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang II Giliran Belajar Buat Pizza Dough dan Pempek 

SETELAH dibekali teori seputar sisik melik bisnis franchise pada tatap muka hari pertama bersama chef Anastasia, maka pada pertemuan hari kedua, 17-an mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang II diajarkan membuat Pizza Dough dan Pempek di Lab. Praktik Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Rabu (06/09/2017) pagi.

Untuk memudahkan pekerjaan di dapur, 17 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang II dibagi dalam empat kelompok. Masing-masing kelompok kerja beranggotakan 4-5 orang mahasiswa. 

Kelompok 1 anggotanya terdiri dari Vira, Givary, Jemmy dan Shinta, sedangkan Kelompok 2 personelnya Anisa, Teguh, William, Bonaventura dan Samaul. Sementara itu anggota Kelompok 3 adalah Yasmine, Nathalia, Sella dan Stevani, sedangkan Kelompok 4 terdiri atas Ani, Reza, Shintia dan Vivi.

Masing-masing anggota kelompok bahu membahu membuat bumbu Premix untuk memasak Pizza Dough dan Pempek yang layak di-franchise-kan sesuai arahan chef Anas, sapaan akrab Anastasia STP. 

Untuk memasak Pizza Dough bahan yang dibutuhkan antara lain bumbu Premix berupa concase sauce,  sosis, daging sapi, ikan tuna, macaroni, keju, bawang Bombay, jagung manis, paprika, jamur dan bahan-bahan pendukung lainnya.

Sementara itu, untuk memasak Pempek  bahan-bahan yang dibutuhkan di antaranya adalah bumbu Premix, tepung tapioka, ikan tengiri, telur, mie keriting, mentimun dan bahan pendukung lainnya untuk membuat cuko (sauce rasa asam manis).

”Mengingat kedua resep masakan ini bisa di-franchise-kan, maka bahan-bahan untuk membuat sauces, skin pizza dan bahan masakan yang akan diolah menjadi makanan siap saji ukurannya harus tepat karena ini terkait dengan costing. Untuk itulah demi memudahkan pekerjaan di dapur, timbangan digital juga harus tersedia,” jelasnya.

Sementara itu, pada tatap muka hari ketiga, Kamis (07/09/2017) pagi, mahasiswa kembali diajarkan membuat dua resep franchise yakni Cappuccino Cincau dan Donat di Lab Praktik Culinary Tristar Institute. ”Kedua resep ini juga layak untuk diwaralabakan seperti halnya Pizza Dough dan Pempek,” kata chef Anastasia kepada anak didiknya.

Sekadar informasi, pembelajaran bisnis franchise di kelas yang diikuti mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang II juga dirancang lima kali tatap muka seperti pengajaran pada mahasiswa Gelombang I.

Hanya bedanya, pertemuan hari pertama, mahasiswa dibekali teori di kelas, sedangkan tatap muka hari kedua dan ketiga, mahasiswa langsung praktik masak membuat makanan yang bisa diwaralabakan. Pasalnya,  mahasiswa sudah dibekali fotokopi kisi-kisi mata kuliah Foodpreneur yang di dalamnya juga menerangkan sisik melik bisnis franchise.

Sementara itu pada pertemuan hari keempat, Jumat (08/09/2017), mahasiswa diajarkan bagaimana membuat proposal business plan serta merancang satu resep menu franchise andalan yang merupakan hasil kreasi mereka sendiri. 

Pada tatap muka hari terakhir, Senin (11/09/2017), 17-an mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang II yang sudah dibagi dalam empat kelompok tersebut, diuji membuat kreasi makanan (food creation) yang bisa di-franchise-kan dari ide orisinil masing-masing kelompok.

Kemudian hasil kreasi masakan tersebut dipresentasikan di depan kelas dengan lebih dulu menyusun business plan-nya. Di dalam business plan itu antara lain menyebutkan nama produk, susunan organisasi, mencantumkan cost control (HPP), kemasan produk hingga cara memasarkannya. 

Untuk informasi lebih lanjut seputar perkuliahan bisnis franchise dan segala sisik meliknya, Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Institute cq Akademi Pariwisata Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar