twitter

Pages

Senin, 04 September 2017

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Diuji Buat Menu Franchise dan Presentasikan Business Plan



Belajar Bisnis Franchise Bersama Chef Masario W. Saputra6

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Diuji Buat Menu Franchise dan Presentasikan ’Business Plan’

 
SETELAH dibekali teori seputar sisik melik bisnis franchise dan praktik membuat empat resep menu franchise selama empat kali pertemuan, maka pada tatap muka hari terakhir, 16-an mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang I diuji membuat satu menu franchise hasil kreasi mereka sendiri, sekaligus mempresentasikan proposal business plan-nya di hadapan dosen penguji di Lab. Praktik Culinary Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Senin (04/09/2017) siang.

 
Untuk memudahkan pekerjaan di dapur, 16 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit (Gelombang I), dibagi dalam empat tim masing-masing beranggotakan 3-5 orang mahasiswa. Kelompok 1 anggotanya terdiri dari Jong Sylvia Yohana, Annisa, Saras dan Sun Sun.

Kelompok 2 personelnya meliputi Anthony Sanjaya, Hafid Fitra, Yunianta Setiabudi, Andi Gunawan dan Nadila Megaputri, sedangkan anggota Kelompok 3 adalah Anthony Johann, Rene, Vania dan Inggrid. Sementara itu, Kelompok 4 beranggotakan Febriani Lay, Icha, Ariyana dan Gabriella.

Pada ujian praktik membuat menu franchise hasil kreasinya sendiri, masing-masing tim diberi modal @ Rp 100.000,- oleh chef Ario, sapaan akrab Masario W. Saputra untuk belanja bahan dan bumbu sesuai menu masakan yang akan diolah jadi makanan yang dikemas ala franchise di Laboratorium Praktik Culinary Tristar Institute Jemursari.

Pada ujian sesi pertama, Kelompok 1 yang diketuai Jong Sylvia membuat rmakanan andalannya Pisang Geprek, yakni pisang goreng tepung yang gurih dan renyah dengan topping keju dipadukan dengan rasa pedas (level 1) sambal tomat.

Dengan modal Rp 100.000 dari penguji, Kelompok 1 belanja bahan dan bumbu untuk memproduksi tujuh pack (ukuran @ 150 gram) biayanya sekitar Rp 62.000-an.  Dengan mengasumsikan keuntungan 50 persen (Rp 30.675,-) dari biaya pembelian bahan dan bumbu, maka harga per pack-nya dibandrol Rp 15.000-an. 

”Biaya produksi tersebut belum memasukkan biaya pengadaan alat seperti kompor, pisau, penggorengan, elpiji dan peralatan masak sederhana yang lainnya,” kata Sylvia di hadapan dosen penguji, ketika mempresentasikan proposal business plan-nya.

Selanjutnya giliran Nadila Megaputri, ketua Kelompok 2 yang maju untuk mempresentasikan proposal business plan-nya. Di hadapan dosen penguji, Nadila menerangkan, dia bersama anggota Kelompok 2 yang lain all out menyiapkan resep franchise unggulannya Nasi Burger Crispy (NBC), rasa pedas sambal bawang (level 2).

Sebelum maju presentasi, Kelompok 2 sudah bekerja mulai belanja bahan dan bumbu dengan modal Rp 100.000,- yang disediakan pihak kampus hingga mengolahnya menjadi kreasi masakan baru yang layak untuk di-franchise-kan.

Dengan modal tersebut, Kelompok 2 mampu memproduksi Nasi Burger Crispy  (NBC) 20 pack per hari dengan biaya produksi sekitar Rp 83.680,- + 10 persen (diasumsikan  biaya keseluruhan termasuk pengadaan alat masak sederhana), maka total biaya produksi menjadi Rp 93.000,-

"Jika diasumsikan keuntungan usaha 75 persen dari biaya produksi = Rp 59.750,- maka harga jual NBC per pack-nya jatuh pada kisaran Rp 8.500-an. NBC yang kami produksi proses pengerjaannya sekitar 45-60 menitan, mulai menanak nasi 30 menit, goreng ayam (untuk isinya) 20 menitan dan pekerjaan finishing (memasukkan NBC dalam kantong kertas) 15-20 menitan," terang mahasiswi cantik dengan hijabnya tersebut.

Pada ujian sesi kedua, mulai pukul 15.30-17.00, giliran Kelompok 3 dan Kelompok 4 yang tampil dan maju di depan kelas untuk mempresentasikan proposal business plan-nya di hadapan dosen penguji, chef Ario. Selain presentasi, anggota Kelompok 3 juga menyiapkan masakan yang bisa diwaralabakan, yakni Ayam Pendo (masakan khas Manado).

Sementara itu, Kelompok 4 yang diketuai Febriani Lay menyodorkan menu franchise hasil kreasinya yang diberi nama Keripik Jantung Pisang. Dalam kesempatan itu mereka juga diberi waktu untuk mempresentasikan proposal business plan-nya di hadapan dosen penguji.

Untuk informasi lebih lanjut seputar perkuliahan bisnis franchise dan segala sisik meliknya, Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Institute cq Akademi Pariwisata Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar