twitter

Pages

Selasa, 26 September 2017

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Dikenalkan Mesin Pencetak Bakso untuk Usaha Rumahan



Praktik Bisnis Franchise Bersama Chef Endang Sri Rahajoe

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang III Dikenalkan Mesin Pencetak Bakso untuk Usaha Rumahan

PADA pertemuan hari ketiga, Jumat (22/09/2017), akhir pekan lalu, 12-an mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang III (Kelas Siang) selain diajarkan membuat Bakso Komplit, juga dikenalkan Blender Daging Bakso dan Mesin Pencetak Bakso untuk usaha skala rumahan di Lab. Praktik Culinary Prodi S1 Teknologi Pangan Tristar Institute Jl. Prapen Indah J-5 Surabaya, Jumat (22/09/2017) pagi. 


12 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang III yang mengikuti praktik masak Bakso Komplit dan mengenal Mixer Daging Bakso dan Mesin Pencetak Bakso adalah Jessica, Laurensia Jessica, Andre, Dina, Billy, Amelia, Ferliani (Fefe), Dhila, Angga, Khusni, Syafiq Umar dan Okky.

Menurut chef Endang, untuk menjadi seorang foodpreneur pentol bakso yang andal --sekalipun masih dalam skala industri rumahan (home industry)-- keberadaan Blender Daging Bakso dan Mesin Pembuat Bakso sangat membantu pekerjaan di dapur. 

Pasalnya, ketika order pentol bakso dari kastemer trennya semakin meningkat, pengusaha pentol bakso tidak cukup hanya mengandalkan ketrampilan tangan saat membuat bakso secara manual.

Dibutuhkan peralatan yang memadai seperti Blender Daging Bakso dan Mesin Pencetak Bakso untuk memproduksi pentol bakso dalam jumlah ribuan biji per jamnya, demi memenuhi permintaan kastemer yang terus meningkat. 

Pada praktik membuat bakso halus, akhir pekan lalu, 12 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang III (Kelas Siang), menyiapkan tepung A (poly powder dan salt), tepung B (tapioca, garlic powder, white pepper dan MSG) dan bahan untuk membuat bakso halus dari 2,4 kg daging sapi, ice cube dan tepung bakso.

Bahan-bahan tersebut kemudian di-blender jadi satu sampai halus dan mengental. Daging sapi yang sudah di-blender halus selanjutnya dipindahkan ke Mesin Pembuat Bakso yang menghasilkan pentol bakso sesuai ukuran yang dikehendaki operatornya.  Kapasitas mesin pembuat pentol bakso tersebut sekitar 1.000 butir per jam. Bahkan mesin berkapasitas besar mampu memproduksi 18.000 butir per jamnya. 

Materi pembelajaran seputar sisik melik foodpreneur termasuk di dalamnya bisnis franchise kepada mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit ini selain dikenalkan cara membuat bumbu premix dan teknologi pangan, mereka juga belajar mengenal mesin-mesin industri pengolahan makanan untuk membuka usaha skala rumahan (home industry) hingga industri skala menengah sampai besar.

“Dengan dikenalkannya program baru foodpreneur mulai Semester Gasal Tahun Akademik 2017/2018 ini, kami ingin mencetak lulusan Akpar Majapahit sebagai pelaku usaha baru di bidang kuliner yang paham dari hulu sampai hilir berikut cara pengoperasian mesin pengolahan pangan hasil pengembangan teknologi tepat guna,” kata chef Endang, sapaan akrab Dosen Foodpreneur Tristar Institute.

Sementara itu, Marketing Tristar Machinery, Sofyan menambahkan, Tristar Machinery –merupakan salah satu kelompok usaha di bawah Tristar Group—yang menyediakan Blender Daging Bakso tipe R-22 berkapasitas 3 kilogram yang dibandrol Rp 3,5-4,0 jutaan per unit.

Sofyan juga menginformasikan bahwa ada seorang pelaku bisnis pentol bakso dari Candi Sidoarjo, Aris Moedjiono, setahun lalu datang ke outlet Tristar Machinery Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya, untuk memesan Mesin Pencetak Bakso. Pembelian alat baru senilai Rp 12,5-15 jutaan tersebut dilakukan, setelah ia menerima order dari pengusaha Hongkong.

Sebelum memutuskan membeli mesin pencetak bakso di Tristar Machinery, Aris sehari-hari menyediakan pentol bakso di pasar untuk memenuhi pesanan pedagang bakso, pemilik restoran dan ibu-ibu rumah tangga di daerah Sidoarjo dan sekitarnya.

Aris Moedjiono datang ke outlet Tristar Machinery, guna memastikan Mesin Pencetak Bakso --berkapasitas 1.000 butir per jam-- yang dicari tersebut, barangnya memang ready (tersedia). Keberadaan Blender Daging Bakso dan Mesin Pencetak Bakso ini sangat membantu pekerjaannya untuk memenuhi permintaan pengusaha Hongkong tersebut. 

Pasalnya, pentol bakso itu dikirim ke Hongkong –dengan jasa angkutan pesawat terbang— dan dikemas dalam bentuk frozen (beku), agar pentol bakso itu tidak rusak sesampai di alamat pemesan yang jaraknya ribuan kilometer dari Sidoarjo.

Untuk informasi lebih lanjut seputar perkuliahan bisnis franchise dan segala sisik meliknya, Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Institute cq Akademi Pariwisata Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar