twitter

Kursus di Surabaya

Tristar Jemursari
Telp: 031- 8480821-22.
031-8433224-25.
Simpati: 0813 3200 3300.
Satelindo: 085731804143
XL: 0817321024.
PIN BB: 2B4E0E95
Jln. Raya Jemursari 234 & 244.

Pages

Senin, 11 September 2017

Mahasiswa Akpar Majapahit Presentasikan Business Plan dan Buat Menu Franchise



Belajar Bisnis Franchise Bersama Chef Anastasia S.TP.

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Presentasikan ’Business Plan’ dan Diuji Buat Menu Franchise

SESUDAH dibekali teori seputar sisik melik bisnis franchise dan praktik membuat empat resep menu franchise selama empat kali pertemuan, maka pada tatap muka hari terakhir, 15-an mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang II diuji membuat satu menu franchise hasil kreasi mereka sendiri sekaligus mempresentasikan proposal business plan-nya di hadapan dosen penguji di Lab. Praktik Culinary Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Senin (11/09/2017) siang. 

Untuk memudahkan pekerjaan di dapur, 15 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit (Gelombang II), dibagi dalam empat tim masing-masing beranggotakan 3-5 orang mahasiswa. Kelompok 1 anggotanya terdiri dari Shinta Devi Masitoh, Vira Meyliana Leonard, Givary Madagaskar dan Bonaventura Jemmy H.S.

Kelompok 2 personelnya meliputi Teguh Budi Prakoso, Anisa Maharani dan Carolus William Sie, sedangkan anggota Kelompok 3 adalah Sella Ariani, Stevani Weriawan, Natalia Fransisca dan Ifa Yasmine. Sementara itu, Kelompok 4 beranggotakan Moch. Reza Faizandy, Ani Triwahyuni, Ariefiana Nur Afifah dan Shinty Dewi.

Pada ujian praktik membuat menu franchise hasil kreasinya sendiri, masing-masing tim diberi modal @ Rp 100.000,- oleh chef Anastasia S.TP., untuk belanja bahan dan bumbu sesuai menu masakan yang akan diolah jadi makanan yang dikemas ala franchise di Laboratorium Praktik Culinary Tristar Institute Jemursari.

Kelompok 1 yang diketuai Vrra Meyliana Leonard membuat rmakanan andalannya Chicken Sandwich, yakni irisan roti tawar diisi daging suwir yang sudah dibumbui, ditambahkan daun selada dan irisan buah tomat kemudian ditutup lagi dengan roti tawar. 

”Untuk penyajian Chicken Sandwich hasil kreasi Kelompok 1 menggunakan kertas khusus seperti yang biasa diaplikasikan pada penyajian makanan ala foodtruck,” ujar Vira Meyliana Leonard kepada kru www.culinarynews.info, kemarin siang.

Dengan modal Rp 100.000 dari penguji, Kelompok 1 belanja bahan dan bumbu untuk memproduksi tujuh pack (ukuran @ 150 gram) biayanya sekitar Rp 84.000-an.  Dengan mengasumsikan keuntungan 50 persen (Rp 42.000,-) dari biaya pembelian bahan dan bumbu, maka harga per pack-nya dibandrol Rp 16.000-an. 

”Biaya produksi tersebut sudah memasukkan biaya pengadaan alat seperti kompor, pisau, penggorengan, elpiji dan peralatan masak sederhana yang lainnya,” kata Vira di hadapan dosen penguji, ketika mempresentasikan proposal business plan-nya.

Selanjutnya giliran Carolus William Sie, ketua Kelompok 2 yang maju untuk mempresentasikan proposal business plan-nya. Di hadapan dosen penguji, William menerangkan, dia bersama anggota Kelompok 2 yang lain all out menyiapkan resep franchise unggulannya Bakso Tahu, dengan sauce rasa pedas level 1.

Sebelum maju presentasi, Kelompok 2 sudah bekerja mulai belanja bahan dan bumbu dengan modal Rp 100.000,- yang disediakan pihak kampus hingga mengolahnya menjadi kreasi masakan baru yang layak untuk di-franchise-kan.

Dengan modal tersebut, Kelompok 2 mampu memproduksi Bakso Tahu 8 pack per hari dengan biaya produksi sekitar Rp 64.000,- + 10 persen (diasumsikan biaya keseluruhan termasuk pengadaan alat masak sederhana), maka total biaya produksi menjadi Rp 70.400,-

”Jika diasumsikan keuntungan usaha 20 persen dari biaya produksi = Rp 16.000,- maka harga jual Bakso Tahu per pack-nya (isi 4 buah) jatuh pada kisaran Rp 10.000-an. Bakso Tahu yang kami produksi proses pengerjaannya sekitar 45-60 menitan,” terang William.

Pekerjaan di dapur itu mulai menyiapkan daging sapi dan bumbunya, kemudian bahan itu di-blender dengan food processor untuk membuat isiannya. Tahu –sudah dibeli dalam keadaan matang—lalu diisi bumbu bakso selanjutnya digoreng (waktunya sekitar 40 menitan) dan pekerjaan finishing (memasukkan Bakso Tahu ke dalam kemasannya) 15-20 menitan.

Giliran Kelompok 3 yang tampil dan maju di depan kelas untuk mempresentasikan proposal business plan-nya di hadapan dosen penguji, chef Anastasia. Selain presentasi, anggota Kelompok 3 juga menyiapkan masakan yang bisa diwaralabakan, yakni Poke Ball Rambutan.

Bahan membuat Poke Ball Rambutan terdiri dari daging ayam, udang dan bumbu kemudian di-blender. Bahan itu kemudian dibuat bulat-bulat kemudian ditaburi kulit siomay. Selanjutnya Poke Ball Rambutan tersebut digoreng.

Untuk penyajiannya supaya citarasanya semakin nendang, dilengkapi dengan sauce rasa pedas level 1 yang sedah disiapkan sebelumnya oleh anggota Kelompok 3. Poke Ball Rambutan dijual Rp 12.000 per pack isi tiga biji atau Rp 4.000 per buahnya.

Mengingat bahannya termasuk istimewa, menggunakan daging ayam bagian dadanya dan udang, wajar jika produk kami ini dibandrol Rp 12.000 per pack. Kami juga membidik keuntungan bersih hingga 50 persen dari harga jualnya,” tandas Stevani, ketua Kelompok 3 kepada kru www.culinarynews.info, kemarin siang.

Sementara itu, Kelompok 4 yang diketuai Moch. Reza Faizandy menyodorkan menu franchise hasil kreasinya yang diberi nama Chicken Moza. Dalam kesempatan itu mereka juga diberi waktu untuk mempresentasikan proposal business plan-nya di hadapan dosen penguji.

Dengan modal Rp 100.000 dari dosen penguji, pihaknya membelanjakan uang itu untuk membeli bahan-bahan dan bumbu membuat Chicken Moza, seperti daging ayam, keju mozzarella, creppes untuk kulitnya dan bahan pelengkap yang lain.

Satu resep menu Chicken Moza, bisa menghasilkan 10 biji. Setelah melalui proses pengolahan hingga kreasi masakan yang bisa diwaralabakan itu siap disajikan, maka pihaknya mematok harga jual Rp 7.000 per pack-nya (isinya hanya satu). Jika dagangan ini laku semua berarti pihaknya mengantongi pendapatan kotor Rp 70 ribuan.

”Dengan biaya produksi (10 biji Chicken Moza) sekitar Rp 46.750, maka keuntungan bersih yang ditangguk sekitar Rp 23.250, maka  keuntungan dari penjualan per bijinya adalah Rp 2.325,” terang Reza seraya menambahkan, bahan untuk membuat Chicken Moza yang relatif mahal harganya adalah keju mozzarella dan daging (dada) ayam.

Untuk informasi lebih lanjut seputar perkuliahan bisnis franchise dan segala sisik meliknya, Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Institute cq Akademi Pariwisata Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar