twitter

Pages

Selasa, 08 Agustus 2017

Profil Nur Alfiyah Siregar, Alumni D3 UPW Akpar Majapahit



Nur Alfiyah Siregar, Alumni D3 UPW Akpar Majapahit 2016

Melalui Media Sosial, Proaktif Tawarkan Objek Wisata Bromo, Malang dan Surabaya City Tour kepada Wisatawan

SETELAH diwisuda pada penghujung November 2016 lalu, Nur Alfiyah Siregar, mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit, kini mulai merintis bisnis paket wisata skala rumahan dengan bendera The Siregar Travels, demi mengaplikasikan ilmunya setelah tiga tahun mengenyam pendidikan di Kampus Akpar Majapahit, Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.


Sejumlah mata kuliah yang telah dipelajari di bangku kuliah, seperti Guiding Technics, Tour Programming, Studi Observasi, Reservation, betul-betul bermanfaat saat diaplikasikan di lapangan. Pasalnya, setelah menerima order paket wisata dari sejumlah klien, maka pengetahuan itu sangat berarti untuk melayani wisatawan.

Misalnya, ada klien satu keluarga (lima orang) yang mengambil paket wisata 2D1N Bromo Tour,  dirinya mau tidak mau, suka tak suka, harus meng-handle sendiri mulai transportasinya, konsumsi, reservasi hotel, guide hingga mendokumentasikan kegiatan tersebut yang berlangsung pada April 2017 lalu.

”Semula pekerjaan itu sepertinya tidak mungkin, ternyata setelah dilakoni dengan sungguh-sungguh atas dasar komitmen dan penuh cinta pada pekerjaan itu, tadinya terasa berat kini jadi ringan,” kata Nur Alfiyah Siregar, yang akrab disapa Fifi kepada kru www.culinarynews.info, di lobi Warung Tristar, Senin (07/08/2017) siang.

Dalam kesempatan lain, pihaknya juga pernah melayani dua turis asing dari Pennsylvania dan Miami (Amerika Serikat). Mereka minta diantar ke kawasan wisata Gunung Bromo dan keliling Surabaya dalam program Surabaya City Tour, Maret 2017.

Diakui Fifi, objek wisata Bromo sampai saat ini tetap menjadi daya tarik wisata Jatim bagi wisatawan asing maupun domestik. Kelebihan objek wisata Bromo antara lain hamparan padang pasir (pasir berbisik), padang savanna, bukit teletubies, kawah Bromo dan menyaksikan sunrise (matahari terbit) dari puncak Penanjakan. 

Untuk melihat sunrise, rombongan peserta Bromo Tour sesampai di Sukapura, kawasan Bromo sekitar pukul 01.30-02.00 dini hari) untuk beristirahat sebentar, sebelum meneruskan perjalanan ke Cemorolawang dengan menyewa jeep (jenis kendaraan four wheel drive).

Usai beristirahat sejenak di Sukapura, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpang jeep –karena medannya memang cukup menanjak-- menuju Puncak Penanjakan (Cemorolawang), titik tertinggi di objek wisata Bromo guna melihat detik-detik matahari terbit (sunrise) sekitar pukul 04.00-05.00 WIB.

Sesampai di Cemorolawang, rombongan tur menyempatkan diri untuk menyeruput kopi panas, teh hangat dan camilan –yang dijajakan pedagang kaki lima (PKL)-- untuk melawan dinginnya kawasan wisata Bromo. Hawa dingin hingga menusuk tulang itu dirasakan betul oleh peserta, sehingga ada beberapa peserta yang membeli syal dan penutup kepala yang dijajakan PKL di Cemorolawang, guna menghangatkan badan.

Agenda melihat sunrise dari Cemorolawang ternyata tetap banyak diminati turis domestik maupun mancanegara, meski kawah Gunung Bromo sesekali terjadi erupsi dan mengeluarkan asap putih dan terkadang membawa partikel debu halus. 

“Mereka masih tetap antusias mengunjungi objek wisata Bromo. Justru fenomena erupsi ini yang menjadi daya tarik Bromo sebagai salah satu ikon Jatim. Pokoknya objek wisata Bromo ini amazing banget,” terang Nur Alfiyah Siregar, yang mengabadikan momentum itu untuk dokumentasi. Foto-foto di kawasan Bromo juga layak dijadikan dokumen pribadi keluarga atau foto pre-wedding bagi pasangan yang akan menikah.

Setelah menikmati sunrise di Puncak Penanjakan (Cemorolawang), keindahan kawasan Gunung Bromo dan keeksotikan yang lainnya, sekitar pukul 05.30, rombongan peserta kemudian melanjutkan perjalanan ke Kompleks Lautan Pasir Tengger  di kaki Gunung Bromo.

Sementara itu, saat melayani dua turis dari Negeri Paman Sam, Fifi selain menemani tamunya meng-explore kawasan Bromo, juga diminta mengantarkan tamunya keliling Surabaya. Selama di Surabaya, mereka juga mengunjungi Gedung dan Museum Sampoerna. Bangunan museum itu merupakan salah satu cagar budaya (heritage) yang cukup fenomenal.

”Saya bersemangat meng-handle wisatawan sendiri, setelah didorong oleh Kaprodi UPW Dewi Mariyanah M.Par sekaligus dosen Studi Observasi serta dimotivasi oleh dosen Guiding Technics dan Tour Programming Gatot Harjoso,” pungkasnya. 

Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar