twitter

Pages

Kamis, 31 Agustus 2017

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Dikenalkan Bumbu Premix Andalan Pebisnis Franchise



Chef Haris Suseno Aji Berbagi Ilmu Seputar Bisnis Franchise

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Dikenalkan Bumbu Premix Andalan Pebisnis Franchise agar Tetap Eksis 

MAHASISWA D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit yang kini masih duduk di Semester V boleh berbangga karena memasuki Tahun Akademik (TA) 2017/2018 dibekali dengan mata kuliah Foodpreneur, yang di dalamnya juga menyinggung pengetahuan tentang bisnis franschise (waralaba) beserta segala sisik meliknya.

Setelah membekali 15 mahasiswa (Gelombang I) pada kulliah perdana bisnis franschise, Senin (28/08/2017) pagi oleh chef Masario W. Saputra, sekarang giliran 15 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit (Gelombang II) yang dikenalkan sisik melik bisnis franchise oleh chef Haris Suseno Aji di Lab. Praktik Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Senin (28/08/2017) siang.

Mengutip pernyataan Presdir Tristar Group Ir Juwono Saroso MM, chef Haris mengatakan, mata kuliah bisnis franchise (waralaba) ini diajarkan kepada mahasiswa untuk persiapan membuka bisnis franchise. Salah satu rahasia bisnis ini adalah kemampuan untuk membuat bumbu premix.

”Bumbu premix ini bisa berupa pasta maupun serbuk tergantung kebutuhan. Dengan bumbu premix, maka mahasiswa bisa mengembangkan bisnis franchise dan formula rahasia perusahaan akan terjamin aman,” ujarnya.

Mengapa bumbu premix menjadi kekuatan bisnis franchise? Menurut chef Haris karena dari formula rahasia itu eksistensi bisnis franchise yang dijalankan pihak franchisor (produsen) dan franchisee (user) --secara profesional dengan saling menjaga kepercayaan-- memungkinkan bisnis ini bertahan sampai puluhan tahun seperti yang dilakoni McDonald (McD), Kentucky Fried Chicken (KFC), Hoka-hoka Bento (Hokben) dan sejumlah pebisnis waralaba yang lainnya.

Indonesia yang terkenal sebagai produsen rempah-rempahnya seharusnya juga punya pelaku bisnis franchise yang berkelas internasional, jika bisa menyikapi keunggulan bumbu nusantara sebagai warisan nenek moyang yang masih eksis sampai saat ini. 

Bumbu nusantara merupakan heritage yang menggoda selera. Jadi sangat layak jika mahasiswa Akpar Majapahit yang ingin berbisnis mulai sekarang memanfaatkan warisan nenek moyang ini untuk mengkreasi bumbu nusantara untuk dijadikan bumbu premix, ketika membuat kreasi makanan (food creation) baru yang layak jual dan bisa diwaralabakan seperti produk makanan cepat saji dari Negeri Paman Sam, Jepang, Korea maupun Prancis dan Italia. 

”Bumbu dasar (core) masakan nusantara yang merupakan warisan leluhur ini dikenal dengan nama bumbu dasar putih, bumbu dasar merah, bumbu dasar kuning, bumbu dasar orange dan bumbu dasar coklat,” kata chef Haris Suseno Aji kepada kru www.culinarynews.info.

Bumbu dasar adalah campuran rempah-rempah yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica, bumbu rimbang (kunyit, lengkuas, jahe, lengkuas), cabai merah besar, cabai merah kecil dan adanya penambahan daun-daun seperti daun salam, daun jeruk, daun ketumbar dan daun kunyit yang berfungsi untuk menambah citarasa suatu masakan.

Bumbu dasar merupakan inti dari berbagai masakan Indonesia (Indonesian Authentic Foods) yang dapat digunakan pada tahap memasak yaitu tumis, sup, panggang, bakar ataupun kukus. Bumbu adalah titik awal dari semua hidangan.

Pembekalan mata kuliah bisnis franchise ini juga demi meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang industri makanan. Oleh karena itu, materi perkuliahan baru ini diharapkan melahirkan pelaku bisnis franchise (waralaba) baru yang andal. Makanya, pengetahuan bisnis franchise ini mulai dikenalkan kepada mahasiswa sejak awal Tahun Akademik (TA) 2017/2018.

Pembelajaran bisnis franchise di kelas yang diikuti mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit dirancang lima kali tatap muka. Pertemuan hari pertama dan kedua mahasiswa dibekali teori di kelas, sedangkan tatap muka hari ketiga dan keempat, mahasiswa diajarkan praktik masak membuat makanan yang bisa diwaralabakan.

Sementara itu pada pertemuan hari terakhir (Senin, 04/09/2017), 15 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit dibagi dalam empat kelompok. Masing-masing beranggotakan 4-5 orang. Mereka diuji membuat makanan yang bisa di-franchise-kan dari ide (gagasan) orisinil baik dari diri sendiri ataupun anggota kelompoknya.

Kemudian hasil kreasi masakan (food creation) tersebut dipresentasikan di depan kelas dengan lebih dulu menyusun business plan-nya. Di dalam business plan itu antara lain menyebutkan nama produk, susunan organisasi, mencantumkan cost control (HPP), kemasan produk hingga cara memasarkannya.

Masih menurut Haris, bisnis franchise (waralaba) merupakan suatu sistem atau metode yang terukur bagaimana cara menjual atau memasarkan produk dari produsen ke konsumen melalui jaringan usaha yang solid dan profesional.

Di dalam praktik bisnis franchise (waralaba) ada franchisor dan franchisee. Franchisor adalah orang yang memberi atau menjual hak atau merek dagang dengan sistem bisnis franchise (waralaba), sedangkan Franchisee adalah orang yang menjadi pengguna (user) dari sistem bisnis franchise

”Dari kombinasi Franchisor dan Franchisee yang sepakat untuk mengaplikasikan sistem bisnis franchise  (waralaba) tersebut, sehingga terbentuklah jaringan usaha yang saling menguntungkan atau win win solution,” kata chef Haris Suseno Aji, yang sekarang menempuh pendidikan Program Pascasarjana (S2) di STIEPARI Semarang kepada kru www.culinarynews.info, di ruang kerjanya, Senin (28/08/2017) siang.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa bisnis franchise mulai masuk ke Indonesia sejak 1990-an silam. Kehadiran para pemain kelas dunia dari mancanegara yang menawarkan makanan cepat saji seperti Mc Donald (McD), Kentucky Fried Chicken (KFC), Hoka-hoka Bento (Hokben) dan pebisnis franchiseglobal lainnya menggandeng sejumlah mitra lokal untuk membuka jaringan usaha di Indonesia.

Eksistensi bisnis franchise (lokal maupun asing) di Indonesia selain karena perubahan gaya hidup orang Indonesia terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar, juga didukung oleh profesionalitas pelaku bisnis franchise itu sendiri dalam menjalankan roda usahanya.

Untuk informasi lebih lanjut seputar perkuliahan bisnis franchise dan segala sisik meliknya, Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Institute cq Akademi Pariwisata Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar