twitter

Pages

Kamis, 31 Agustus 2017

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Dibekali Pengetahuan Bisnis Franchise



Belajar Foodpreneur Bersama Chef Masario W. Saputra6

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Kini Dibekali Pengetahuan  Seputar Bisnis Franchise  

DEMI meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang industri makanan, mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Gelombang I dibekali pengetahuan seputar bisnis franchise (warabalaba) di Lab. Praktik Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya. 

Kuliah perdana pengetahuan bisnis franchise yang diikuti 15-an mahasiswa (Gelombang I) tersebut dihelat di Lab. Praktik Tristar Institute Jemursari pada Senin (28/08/2017) pagi bersama chef Masario W. Saputra.

Materi perkuliahan baru ini diharapkan melahirkan pelaku bisnis franchise (waralaba) baru yang andal. Makanya, pengetahuan bisnis franchise ini mulai dikenalkan kepada mahasiswa sejak awal Tahun Akademik (TA) 2017/2018.

Bisnis franchise mulai masuk ke Indonesia sejak 1990-an silam. Kehadiran para pemain kelas dunia --dari mancanegara-- yang menawarkan makanan cepat saji seperti Mc Donald (McD), Kentucky Fried Chicken (KFC), Hoka-hoka Bento (Hokben) dan pebisnis franchise global lainnya menggandeng sejumlah mitra lokal untuk membuka jaringan usaha di Indonesia.

Menurut analisis chef Ario, sapaan akrab Masario W. Saputra, eksistensi bisnis franchise (lokal maupun asing) di Indonesia selain karena perubahan gaya hidup orang Indonesia terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar, juga didukung oleh profesionalitas pelaku bisnis franchise itu sendiri dalam menjalankan roda usahanya.

Sedikitnya ada enam ciri dan sifat seorang entrepreneur sejati yang ditekankan chef Ario kepada mahasiswa, yakni percaya diri, berani mengambil risiko (risk taker), jiwa kepemimpinan (leadership), gagasan asli (originality), visi dan misinya jauh ke depan (future minded),  jujur dan tekun.

Selain itu untuk memulai usaha, tidak harus bermodal besar. Makanya ada beberapa tahapan yang mesti diperhatikan sebelum memulai usaha, yakni harus punya ide, bisa membaca peluang, memiliki tema yang berbeda dengan pebisnis lain dan produk-nya layak jual.

Munculnya sebuah ide gila bisa saja karena terinspirasi dari hasil nongkrong di warung kopi seperti yang pernah dilakukan almarhum Bob Sadino, pebisnis nasional yang sukses mengembangkan bisnis pertanian terpadunya. ”Munculnya ide gila itu merupakan bagian dari observasi bisnis,” tandas chef Ario, penyandang gelar Sarjana Kedokteran Gigi (SKG) yang kini menekuni bisnis kuliner dan juga dipercaya jadi pengajar di jurusan Culinary Akpar Majapahit.

Berbekal itu kemudian di-follow up-i dengan melaksanakan tahapan berikutnya yakni aspek pembiayaan, sumber daya manusia (SDM), kepemilikan, organisasi dan kepemimpinan. Untuk aspek kepemimpinannya sendiri masih dipilah menjadi tiga hal yakni decision (pengambilan keputusan), marketing (pemasaran) dan evaluasi. 

Lebih lanjut chef Ario juga menerangkan beberapa syarat untuk jadi seorang pebisnis (entrepreneur) sukses, yakni disiplin, komitmen, jujur, kreatif & inovatif, mandiri, realistis dan bisa mengikuti perubahan.

Sedangkan faktor kegagalan selama merintis usaha –khususnya untuk pebisnis pemula-- antara lain karena pelaksananya tidak kompeten dalam manajemen, kurang pengalaman, kurang pengendalian keuangan (cost control), gagal dalam perencanaan, lokasi kurang strategis, pengawasan lemah, tidak commited dan tidak mampu berubah (move on).

Sekadar informasi, pembelajaran bisnis franchise di kelas yang diikuti mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit dirancang lima kali tatap muka. Pertemuan hari pertama dan kedua mahasiswa dibekali teori di kelas, sedangkan tatap muka hari ketiga dan keempat, mahasiswa diajarkan praktik masak membuat makanan yang bisa diwaralabakan.

Sementara itu pada pertemuan hari terakhir (Senin, 04/09/2017), 15 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit dibagi dalam empat kelompok. Masing-masing beranggotakan 4-5 orang. Mereka diuji membuat makanan yang bisa di-franchise-kan dari ide (gagasan) orisinil baik dari diri sendiri ataupun anggota kelompoknya.

Kemudian hasil kreasi masakan (food creation) tersebut dipresentasikan di depan kelas dengan lebih dulu menyusun business plan-nya. Di dalam business plan itu antara lain menyebutkan nama produk, susunan organisasi, mencantumkan cost control (HPP), kemasan produk hingga cara memasarkannya. Ayo move on sekarang juga! Siapkan diri Anda jadi entrepreneur muda yang andal dan profesional di bidangnya…

Untuk informasi lebih lanjut seputar perkuliahan bisnis franchise dan segala sisik meliknya, Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Institute cq Akademi Pariwisata Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar