twitter

Pages

Kamis, 20 Juli 2017

Mahasiswa Advanced Culinary Class Buat Olahan Indonesian Food Technology 1 Bersama Chef Rachma



Praktik FoodTech di Lab Praktik Culinary Tristar Institute

Mahasiswa Advanced Culinary Class Akpar Majapahit Buat Aneka Olahan Makanan Indonesian Food Technology 1

PADA tatap muka pekan ketiga bulan Juli 2017, tepatnya mulai Senin (17/07/2017) hingga Kamis (20/07/2017) pagi, lima mahasiswa Advanced Culinary Class Akpar Majapahit mendapat pembelajaran teknik membuat aneka olahan makanan dari Rachma Nur Devianti STP. Materi pembelajaran kali ini mengangkat tema Indonesian Food Technology 1.

Lima mahasiswa yang mengikuti praktik masak membuat kreasi aneka olahan makanan dengan pendekatan Food Technology tersebut adalah Steven Yumanto, Ryan Riffany Sukma, Rionaldy Rizal Widyantono, Yosef Yakup Ester Wijaya dan Timotius Rinaldo Sanusi. Untuk pembelajarannya sendiri bertempat di Lab Praktik Culinary Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya.

Menurut chef Rachma, sapaan akrab Rachma Nur Devianti, praktik masak yang diajarkan kepada mahasiswa Advanced Culinary Class kali ini menitikberatkan teknik membuat telur asin (telur bebek) dengan cara direndam dalam air (garam) dan direndam dalam batu bata (bata merah).

Melalui pendekatan Food Technology 1, teknik membuat telur asin dengan cara perendaman itu minimum butuh waktu dua mingguan sebelum hasilnya bisa dipanen. Telur bebek yang disiapkan mahasiswa @ 15 butir sehingga totalnya sebanyak 30 butir telur bebek yang akan dijadikan telur asin melalui dua cara perendaman.

Praktik membuat telur asin yang dilakoni mahasiswa Advanced Culinary Class itu dihelat pada Senin (17/07/2017). Mereka di dampingi langsung oleh chef Rachma di Lab Praktik Culinary Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya.  

Sedangkan pada pertemuan hari kedua, Selasa (18/07/2017), mahasiswa Advanced Culinary Class diajarkan oleh chef Rachma teknik membuat kecap manis dan kecap asin. Tahap pertama adalah membuat koji, sedangkan tahap kedua membuat moromi (tauco). Tauco ini telah disiapkan mahasiswa pada waktu pembelajaran Food Technology selama Triwulan I sekitar tiga bulan silam.
Tahap selanjutnya adalah proses membuat kecap manis dan kecap asin. Untuk bahan bakunya memanfaatkan kedelai lokal + bumbu-bumbu pembuatan kecap. Selain kedelai lokal berwarna kuning kecoklatan, bisa juga menggunakan kedelai hitam (malika) tetapi kedelai jenis ini sudah didapatkan di pasaran.

Sementara itu pada pertemuan hari ketiga, Rabu (19/07/2017), chef Rachma berbagi ilmu dengan mahasiswa Advanced Culinary Class teknik membuat abon dari daging sapi (cow seet abon) dan abon ikan patin (fish abon) di Lab Praktik Culinary Tristar Institute.

Untuk menghasilkan abon yang kering dan bebas minyak, pihaknya memanfaatkan alat penapis minyak, sehingga olahan daging sapi maupun olahan daging ikan patin yang akan dijadikan  abon betul-betul kering bebas dari minyak.

”Dengan demikian abon daging sapi maupun abon ikan patin yang telah jadi siap dikemas dalam vacuum plastic sehingga bisa tahan dalam penyimpanan 6-12 bulan,” kata chef Rachma kepada kru www.culinarynews.info, Rabu (19/07/2017) siang di Lab Praktik Culinary Tristar Institute.

Pada tatap muka hari terakhir, Kamis (20/07/2017), mahasiswa Advanced Culinary Class diajarkan teknik membuat abon ayam ekonomis dan bawang merah goreng renyah di Lab Praktik Culinary Tristar Institute oleh chef Rachma Nur Devianti, yang kini mengikuti program Pascasarjana (S2) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata (STIEPARI) Semarang.

Anda tertarik aneka kegiatan mahasiswa dan ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit, silakan datang langsung ke Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar