twitter

Pages

Kamis, 27 Juli 2017

Mahasiswa Culinary Class Akademi Pariwisata Majapahit Belajar Ice Carving



Belajar Langsung Seni Memahat Es Bersama Chef Sukamto

 12 Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary Kelas Siang Praktik Ice Carving 

SEKITAR 12 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary Kelas Siang Triwulan I, belajar seni memahat es (ice carving) bersama chef Sukamto. Pelajaran ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang kuliah di lembaga pendidikan tinggi tersebut.


Mereka antusias mengikuti teori dan praktik memahat es yang disampaikan chef Sukamto, Dosen Luar Biasa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit, di rest area Kampus Akpar Majapahit, Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Kamis (27/07/2017) siang. 

12 mahasiswa yang mengikuti praktik ice carving kemarin siang itu dibagi dalam dua kelompok. Kelompok 1 terdiri dari Jonathan Wijaya P., Elan Hilmy P., Widya Rissa Gozali, Annisaa’ Shiella Novita, Kiki Aprilia Caisar dan Edwin Santoso mengerjakan tugas memahat balok es menjadi inisial (huruf) B. 

Sedangkan Danu Karta P., Muhammad Mirdas A.A., Gerry Viranda S., Vero Fatwa Wyjaya, Andhika Dwi P., dan Anthony Lukito C., yang tergabung di kelompok 2, membuat sosok Angsa. Mereka antusias mengikuti arahan dari instruktur ice carving yang berbagai ilmu dengan mahasiswa dalam mengajarkan seni memahat es sesuai standar industri perhotelan dan pariwisata.

Sebelum praktik menghias es dimulai, mahasiswa lebih dulu dikenalkan teori memahat es di kelas.Setelah itu mereka langsung diajak praktik. Bahannya beberapa balok es ukuran 120 x 80 cm, siap dihias menjadi sosok Angsa, Inisial (huruf) B, I, E atau U, simbol Cinta (Love) dan Vas Bunga.

Peralatan yang disediakan untuk  praktik memahat es antara lain gergaji, pahatan (aneka ukuran dan bentuk), tatah (berbagai bentuk dan ukuran), alat bor dari besi hingga mal dari bahan yang tidak mudah meleleh seperti plastik dan stereoform.

Untuk memahat balok es menjadi sosok angsa yang cantik, pertama-tama yang dilakukan adalah menempelkan mal kiri kanan pada balok es. Selanjutnya proses pemahatan dilakukan pada bagian yang mudah diambil antara kepala leher dan sayap.

Sementara leher dan kepala angsa yang dibuat menempel dibor lebih dulu. Proses ini harus dilakukan hati-hati karena rentan patah. Nah, kalau sudah berlubang, tinggal dihaluskan dengan alat pahat secara hati-hati sesuai bentuk mal.

Setelah itu pekerjaan baru dilanjutkan dengan menghias sayap –sesuai bentuk mal—dengan pemahat berujung segitiga, untuk memberikan kesan timbul pada hasil pahatan berupa sayap angsa.

”Dengan ketelitian  tinggi dan kehati-hatian, praktik ini dilakukan di sisi yang satu dan sisi yang lain daripada balok es tersebut. Dengan demikian, jika semua pekerjaan memahat es selesai, maka sosok angsa cantik terlihat utuh jika dilihat dari sisi kiri dan kanan,” kata chef Sukamto kepada kru www.culinarynews.com, kemarin siang.

Setelah pihaknya menjelaskan dasar teorinya dan mempraktikkan langsung bagaimana tata cara memahat es di hadapan mahasiswa, selanjutnya dosen mempersilakan masing-masing mahasiswa mempraktikkan apa yang sudah dipelajari di bangku kuliah. 

”Kalian tidak perlu takut kalau salah atau hasil pahatan kalian kurang bagus, yang penting bisa memeragakan bagaimana memahat es secara baik dan benar dengan hasil yang memuaskan," terang Sukamto yang cukup telaten mengajari dan membagi ilmunya kepada mahasiswa ketika memeragakan cara memahat es. 

Selain seni memahat es, mahasiswa Culinary Class juga dikenalkan seni menghias bahan makanan --sayur dan buah-buahan—(fruit carving). Boleh dikata seni menghias es dan bahan makanan ini hasilnya amat mengagumkan.

Hasil kreasi tangan-tangan trampil inilah yang membuat penampilan pesta pernikahan, ulang tahun (pernikahan, anak-anak usia 0-12 tahun dan 17 tahun atau sweet seventeen), misalnya, jadi sangat berbeda dari biasanya. Pada gilirannya membuat tamu undangan pun senang berkat penampilan eksotik dari sebuah karya seni memahat es (ice carving) dan menghias buah (fruit carving). 

Sekadar informasi, selain mahasiswa Culinary Kelas Siang, chef Sukamto juga berbagi ilmu seni memahat es kepada mahasiswa Culinary Kelas Pagi yang diajarkan pada Kamis (20/07/2017) dan Jumat (21/07/2017) pekan lalu. Sedangkan jadwal praktik seni memahat es (ice carving) hari ini, Jumat (28/07/2017) pagi, dilakoni mahasiswa Culinary Kelas Pagi yang sehari-hari belajar di Dapur Culinary Kampus J-5 Jl. Prapen Indah Blok J-5 Surabaya.
Anda tertarik belajar tentang seni pahat es (ice carving) seperti yang diajarkan kepada mahasiswa dan ingin bergabung bersama civitas akademika Akpar Majapahit,  silakan menghubungi Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar