twitter

Pages

Jumat, 23 Juni 2017

Lebih Dekat dengan Donny Kusuma, Dosen Molecular Mixologist Akpar Majapahit



Lebih Dekat dengan Donny Kusuma, Dosen Molecular Mixologist 

Sejak 2012 Kenalkan Molecular Mixologist di Surabaya, Kini Berbagi Ilmu dengan Mahasiswa Akpar Majapahit

DONNY KUSUMA memang baru bergabung dengan Akpar Majapahit pertengahan Juni 2017 sebagai dosen luar biasa pada mata kuliah Molecular Mixologist. Mata kuliah tentang teknik meng-create aneka minuman kekinian ini diajarkan kepada mahasiswa Advanced Culinary Class (D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit) di Mini Bar Majapahit.

Mata kuliah Molecular Mixologist merupakan pembelajaran tingkat lanjut dari mata kuliah Bartending (Bar I dan Bar II) yang telah diajarkan kepada mahasiswa sebelum mereka masuk Advanced Culinary Class pada Tahun Akademik 2016 lalu.

Jika pada pembelajaran Bartending, mahasiswa diajarkan cara meracik minuman berdasarkan resep (recipe), namun kalau pembelajaran mata kuliah Molecular Mixologist, lebih dititikberatkan pada teknik meng-create minuman dengan sentuhan Molecular Mixologist melalui pendekatan Ilmu Fisika dan Kimia seperti massa, berat jenis, pemanfaatan Nitrogen (N2), Karbondioksida (CO2), asam alginate, calcium lactate, dry ice.

Bahan-bahan kimia minuman itu antara lain bisa diaplikasikan untuk membuat cocktail, spheres, caviar (coconut caviar, orange caviar), orange smoke (smoke essence), garnish, aneka foam, jelly, pasta, caramel dan sebagainya.

”Untuk meng-create minuman dengan teknik Molecular Mixologist ini, maka sejumlah peralatan seperti espuma (alat pengocok bahan untuk membuat cream seafon), soda seafon, shaker –ada dua cara yakni dry shake (kocok bahan pakai spiral tanpa es cube), hard shake (kocok bahan pakai es cube tanpa spiral)--  dan smoke gun menjadi peralatan wajib bagi seorang Mixologist ketika bekerja di Bar,” kata Donny, sapaan akrab Donny Kusuma kepada kru www.culinarynews.info, di Lantai 4 Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, akhir pekan lalu.

Donny Kusuma yang sehari-hari menjadi Manager K-Bar menuturkan, pembelajaran dalam bentuk praktik meng-create aneka minuman dengan sentuhan Molecular Mixologist ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana atensi mahasiswa ketika praktik meracik minuman sendiri dengan teknik kekinian (bukan cara-cara klasik dan konvensional), seperti yang telah diterangkan oleh dosen di Mini Bar Majapahit.

Praktik meracik minuman dengan teknik modern ini juga bertujuan mendekatkan diri mahasiswa dengan dunia kerja di industri perhotelan. Hal ini sekaligus untuk membandingkan antara teori dan praktik di kelas dengan di dunia kerja. Oleh karena itu, dalam praktik meracik minuman melalui pendekatan Molecular Mixologist tersebut, semuanya mengacu pada standard operational procedure (SOP) yang diaplikasikan di industri perhotelan.

Dalam pembelajaran pertengahan Juni 2017 lalu, mahasiswa diajarkan Donny Kusuma membuat delapan racikan minuman dengan sentuhan Molecular Mixologist, yakni Negroni, Whisky Sour, Cosmopolitan, Pinacolada, Bloody Marry, Cosmopolitan Sphere, Shangria with Popcycle Fruit dan Sex on Beach with Caramel Glycerine Disk

Sementara itu, pada ujian praktik meng-create aneka minuman dengan teknik modern ini, mahasiswa Advanced Culinary Class membuat Molecular Pinacolada (kreasi Ryan), Orange Caviar Mogito with Pasta Strawberry (Yosef), Cosmopolitan Jell-O (Rionaldy) dan Pinglady Consume (Steven).

Donny yang sudah malang melintang sebagai peracik minuman andal dari awalnya hanya berprofesi sebagai Bartender kemudian meningkat menjadi seorang Mixologist. Profesi ini digeluti selama lebih dari 15 tahun. Setelah dirinya melanglang buana di Bali (5 tahun), Australia (1 tahun),  Thailand (6 tahun) dan Dubai (5,5 tahun).

Dirasa sudah cukup berpengalaman dan mumpuni sebagai seorang Mixologist dan terkumpul uang untuk modal usaha, Donny pun akhirnya memutuskan pulang kampung ke Surabaya sekitar pertengahan 2016 silam dan membuka K-Bar Jl. Kartini No. 12 Surabaya sejak Februari 2017 lalu.

Diakui oleh Donny, sebelum membuka K-Bar, dirinya getol menyosialisasikan Molecular Mixologist kepada sejumlah kalangan di Surabaya sejak 2012 silam, yang ditandai dengan pembukaan Capital Resto di Landmark, kawasan Pakuwon Trade Centre (PTC). 

Namun, dalam proses perkembangannya ternyata konsumen Surabaya saat itu belum bisa menerima.sehingga lambat laun menghilang. Konsep resto dengan sentuhan Molecular Mixologist tersebut akhirnya tidak jadi dipakai dan Capital Resto kini bertransformasi menjadi Semi Club sampai sekarang. Capital Resto tetap menyediakan makanan dan minuman tetapi konsepnya sudah berubah dari konsep awal.

”Selain Capital Resto, di Landmark kini juga telah hadir Toto Bono sejak Agustus 2016 lalu dengan saya sebagai konsultannya.Puji Tuhan, restoran itu masih eksis sampai sekarang. Konsep penyajian makanan dan minumannya dibuat seperti Wine Paring Dinner untuk 30 pax @ Rp 1,2 jutaan ++ per orang. Setiap tamu VIP (pelanggan eksklusif) yang datang, berhak menikmati sajian enam jenis makanan (course) dan enam jenis anggur (wine) kelas dunia,” terang Donny.

Berdasarkan kajian pria energik berkaca mata ini, setidaknya ada tiga penyebab kenapa resto yang mengusung konsep baru ini sulit berkembang di Surabaya: (1). Bahan dasar harganya relatif mahal, (2). Bahan dasar tersebut ternyata susah didapat di pasaran, dan (3). Konsumen pun belum bisa menerima.

Nah,  mengingat bisnis membuka resto dengan konsep Molecular Mixologist itu risikonya besar, maka calon investor pun mesti berpikir dua kali untuk menghadirkan konsep baru ini di Kota Pahlawan. 

Ke depan, pihaknya menggandeng kalangan kampus, terutama mahasiswa Akpar Majapahit sebagai pilot project (program percontohan) untuk menyosialisasikan Molecular Mixologist kepada masyarakat Surabaya dan menghelat berbagai event berskala regional, nasional dan internasional dengan mengundang kalangan Mixologist dari berbagai daerah di Indonesia dan Asia Tenggara. 

Mudah-mudahan event seperti ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Surabaya. Semoga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar