twitter

Pages

Selasa, 25 April 2017

Travel Exchange Majapahit Travel Fair 2017 Bukukan Transaksi Rp 57,40 Miliar



Travel Exchange Dihelat di Vasa Hotel pada Kamis, 13 April 2017

Travel Exchange Majapahit Travel Fair (MTF) 2017 Sukses Bukukan Komitmen Transaksi sebesar Rp 57,40 Miliar 

GELARAN Travel Exchange (Travex) dalam rangkaian acara Majapahit Travel Fair (MTF) ke-18 Tahun 2017 di Vasa Hotel Jl. HR Muhammad Surabaya, berhasil membukukan 4.400-an appointment (kesepakatan), yang terdiri dari 45 persen transaksi, 18 persen bargaining (tawar menawar), dan sisanya 37 persen baru sebatas perkenalan.

”Dari 4.400-an appointment tersebut, maka total komitmen transaksi komersial yang berhasil dibukukan selama gelaran Travex Majapahit Travel Fair (MTF) ke-18 Tahun 2017 adalah sebesar Rp 57,40 miliar,” kata Hedy W. Saleh, salah satu panitia Travex MTF 2017 kepada kru www.culinarynews.info di kantornya, Gedung Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Selasa (25/04/2017) siang.

Menurut Hedy, sapaan akrab Hedy W. Saleh, pencapaian komitmen transaksi komersial selama Travex MTF 2017 ini berarti ada peningkatan 8,86 persen dari realisasi komitmen transaksi Travex MTF tahun lalu secara overall hanya menembus angka Rp 52,31 miliar. 

Pencapaian komitmen transaksi komersial selama gelaran Travex MTF 2017 di Vasa Hotel yang dilaksanakan pada Kamis (13/04/2017) mulai pukul 08.00-17.00 itu baru diumumkan secara resmi oleh Panitia MTF 2017 pada acara jamuan makan malam, Gala Dinner, di Grand City Convex yang dihadiri  Gubernur Jatim Soekarwo, Kamis (13/04/2017) malam.

”Pada Travex MTF tahun lalu, buyer yang terlibat sebanyak 115 operator (travel agent) dari mancanegara (sekitar 15 negara), sedangkan yang bertindak sebagai seller sekitar 80-an. Sementara itu, pada gelaran Travex MTF 2017 ini jumlah buyer mencapai 114 travel agent, sedangkan seller-nya sendiri tercatat sebanyak 90-an,” kata Hedy, yang menjabat Asisten Direktur I Bidang Akademik Akpar Majapahit ini.

Dalam pelaksanaan Travex MTF 2017, transaksi antara seller dengan pihak buyer mengadopsi sistem Round Robin, di mana setiap buyer punya kesempatan bertemu seller dalam waktu tertentu (dibatasi tujuh menitan), sebelum berpindah ke seller yang lainnya. Panitia mengatur pelaksanaan sistem ini dengan sangat ketat. 

Sistem lain yang juga biasa dipakai dalam bursa pariwisata adalah appointment system dan open dealing (transaksi bebas atau terbuka). Masing-masing model transaksi dalam bursa pariwisata tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, namun yang dinilai cukup efektif dalam gelaran Travex MTF adalah sistem Round Robin.

Sementara itu untuk model appointment dalam bursa pariwisata yang mempertemukan seller dan buyer, tidak seketat sistem Round Robin, karena mereka sudah diaturkan lebih dulu sebelum dipertemukan dalam suatu forum sampai terjadi kesepakatan. Sebaliknya, untuk sistem open dealing, baik seller maupun buyer leluasa untuk bertransaksi, tanpa harus ribet karena tidak diatur secara ketat oleh pihak panitia penyelenggara bursa pariwisata.

”Sementara itu untuk gelaran Travex MTF tahun depan, diperkirakan dihelat pada pertengahan April 2018, panitia memprediksi jumlah buyer yang akan ikut acara tersebut naik 10 persenan dari realisasi tahun ini sebanyak 114 travel agent, demikian juga jumlah seller yang akan berpartisipasi dalam acara tahunan yang dihelat Disbudpar Jatim tersebut,” terang Hedy W. Saleh.

Sukses tidaknya gelaran MTF 2017 yang didukung oleh APBD Jatim sebesar Rp 2,5 miliaran ini –untuk Travex-nya sendiri diperkirakan menyerap anggaran sekitar Rp 700 jutaan— antara lain tergantung kualitas buyer. Oleh karena itu kualitas buyer dari tahun ke tahun diupayakan oleh pihak panitia terus meningkat. Demikian juga kualitas pihak seller-nya juga harus berbenah dan bisa merawat pelanggan agar buyer memutuskan repeat order.

Nah, untuk mengukur seberapa besar kualitas buyer bisa dilihat dari kemampuan seller me-maintenance buyer sehingga dalam perhelatan tahun berikutnya mereka membeli lagi (repeat buyer) paket-paket wisata yang ditawarkan pihak seller mulai pelaku usaha objek daya tarik wisata, hotel, restoran, penerbangan hingga operator transportasi di Indonesia, khususnya yang bertindak sebagai seller dari Jatim.

Seperti dilaporkan www.culinarynews.info, sebelumnya, kegiatan MTF yang digelar rutin setiap tahunnya ini menjadi bukti bahwa dunia pariwisata di Jatim tak pernah ada matinya, bahkan semakin bertambah seiring banyaknya tempat-tempat menarik yang tersebar di berbagai daerah. Hasilnya, Jatim kini masuk menjadi empat besar daerah yang dikenal sebagai destinasi pariwisata ternama di Indonesia setelah Bali, DKI Jakarta dan Kepulauan Riau (Kepri).

Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar