twitter

Pages

Rabu, 12 April 2017

Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Semester II Kunjungi IPAL-SIER



Aplikasikan Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
Awalid9
Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Semester II Kunjungi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)-SIER

DEMI mengaplikasikan mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD) yang diajarkan oleh Anita Wulandari STp., MP, 16 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Semester II mengunjungi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)-Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) pada Selasa (11/04/2017) pagi.


16 mahasiswa tersebut adalah Hanna Sasmitha L., Elmy H.S., John Jesaya, Novi Fitriani, Fikky Eka, Moch. Dicky, Veby Aritasia, Nikko Ricky, Dhesy Hanifah, Eva Titania, Putra Wahyu, M. Julyan, Amanda Citra, Lita Noveta, Putu Aditya dan Achmad Agus.

Keberangkatan rombongan mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Semester II ke IPAL-SIER di Kawasan Rungkut Industri, pagi itu, di dampingi Kaprodi D3 Perhotelan Paulus W. Soetrisno M.Par dan Dosen Ilmu Alamiah Dasar (IAD) Akpar Majapahit Anita Wulandari S.Tp., MP.

Perjalanan melalui jalur darat dari Kampus Akpar Majapahit, Gedung Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya ke IPAL-SIER di Kawasan Rungkut Industri memakan waktu sekitar 30 menit. Sesampai di tempat tujuan, rombongan mahasiswa itu disambut oleh Manager Pengendalian Lingkungan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Ir Samsi dan Analis Laboratorium IPAL-SIER Anggun Nur Anggraini.

Rombongan kemudian diajak ke ruang pertemuan untuk mendapatkan penjelasan dari Manager Pengendalian Lingkungan PT SIER Ir Samsi seputar sejarah berdirinya PT SIER (Persero) dan manfaat dari keberadaan fasilitas IPAL-SIER bagi perusahaan (pabrik) yang berada di dalam kawasan industri SIER yang menempati areal seluas 332 hektare (245 hektare di Rungkut dan 87 hektare di Berbek).

Dengan mengelola kawasan industri seluas itu, maka PT SIER yang berdiri sejak 28 Febrauri 1974, sampai saat ini mampu menampung lebih dari 300 perusahaan yang sanggup menyerap 30 ribuan tenaga kerja dengan berbagai level jabatan.

Selain mengelola kawasan industri di Rungkut dan Berbek, PT SIER juga membangun kawasan industri di Rembang Kabupaten Pasuruan dengan bendera PT Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Pengembangan kawasan industri di Pasuruan itu menempati lahan seluas 560 hektare.

Perusahaan (pabrik) yang menempati kawasan industri PT SIER berhak mendapatkan fasilitas listrik (PLN), air bersih (PDAM dan PDAB), jaringan telpon dan internet, jaringan gas, akses jalan menuju bandara maupun pelabuhan, layanan SPBU, PMK, security, fasilitas IPAL-SIER, serta fasilitas pendukung seperti masjid, rusunawa, apartemen, mal, rumah sakit (poliklinik), lapangan olahraga dan yang lainnya.

PT SIER yang komposisi sahamnya 50 persen dimiliki Kementerian BUMN, 25 persen Pemprov Jatim dan 25 persen sisanya dimiliki Pemkot Surabaya bisnis intinya adalah penjualan tanah industri (HGB), persewaan gudang atau pabrik dan persewaan ruang perkantoran,.

Selain itu, SIER juga punya usaha pendukung yang berupa poliklinik, sarana olahraga, pom bensin (SPBU), jasa kontraktor, servis fasilitas umum (fasum) dan WWTP, jasa ekspedisi, SUIK, tower BTS, wisma SIER yang menyediakan ruang perkantoran untuk disewakan dan sebagainya.

Khusus untuk fasilitas IPAL-SIER, disediakan pihak pengelola kawasan industri untuk mengelola limbah industri dari perusahaan yang berada di dalam kawasan. Pipa pembuangan limbah dari masing-masing pabrik sudah terintegrasi dengan fasilitas IPAL-SIER.

Sebelum limbah industri dari pabrik dialirkan ke penampungan induk di IPAL-SIER, lewat bak kontrol yang tersedia di masing-masing pabrik, sehingga  pihak pengelola IPAL-SIER bisa menghitung berapa kapasitas limbah dari satu pabrik (dalam satuan M3) yang dikirim ke IPAL-SIER setiap bulannya. ”Dari hasil perhitungan itu, kami baru menagih biaya pengelolaan limbah (cair) industri kepada pabrik yang bersangkutan,” kata Samsi kepada kru www.culinarynews.info, disela-sela mendampingi mahasiswa meninjau fasilitas IPAL-SIER, kemarin.

Fasilitas IPAL-SIER sanggup mengolah limbah (cair) industri dari ratusan pabrik yang berada di Rungkut maupun Berbek dengan debit 10.000 m3 perharinya. Limbah industri itu diolah dengan system bilogi tanpa bahan kimia apapun dengan memanfaatkan lumpur bakteri aerob. Hasil dari proses pengolahan limbah industri itu kemudian airnya dialirkan ke sungai tanpa takut mencemari lingkungan.

Pasalnya, sebelum air hasil pengolahan limbah industri dialirkan ke sungai Tambak Oso menuju laut sejauh 3 KM, dipantau dua kali setiap harinya pada pagi dan sore hari oleh tim analis laboratorium dari IPAL-SIER berdasarkan kadar BOD dan COD-nya.

”Selain dibuang ke sungai, air hasil proses pengolahan limbah industri itu juga bisa dimanfaatkan untuk memelihara ikan, menyiram tanaman di area kawasan industri dan ke depannya akan di daur ulang sehingga bisa diminum seperti air yang diproduksi PDAM,”  terang Manager Pengendalian Lingkungan IPAL-SIER.

Dari pengelolaan limbah industri, IPAL-SIER juga menghasilkan limbah padat yang masuk kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang mengandung logam-logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.Limbah B3 itu dikirim ke perusahaan pengolahan limbah B3 (pihak ketiga) di Cileungsi Jabar.

Setiap pekan, 48 ton limbah padat dari IPAL-SIER itu diangkut truk khusus ke Cileungsi. Setiap bulannya, PT SIER mengalokasikan dana lebih dari Rp 1 miliar untuk biaya pengolahan limbah padatnya ke perusahaan pengolah limbah B3 di Cileungsi karena IPAL-SIER tidak memiliki fasilitas tersebut.

Sebelum rombongan mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit pulang kembali ke kampus, mereka diajak untuk melihat langsung aktivitas di laboratorium IPAL-SIER. Ada sejumlah tenaga analis laboratorium yang dikoordinir oleh Anggun Nur Anggraini bekerja di sana.

Tugas mereka antara lain memantau kadar BOD dan COD air hasil dari pengolahan limbah industri di IPAL-SIER, dan memastikan bahwa air yang akan dialirkan ke sungai Tambak Oso, sudah benar-benar aman dan tidak mencemari lingkungan.

Proses pengelolaan limbah industri di IPAL-SIER ini merupakan contoh betapa pentingnya fasilitas seperti ini di sebuah kawasan industri yang dihuni ratusan pabrik. Fasilitas IPAL seperti ini --tentunya dengan skala lebih kecil-- juga layak disediakan oleh pengelola hotel yang peduli terhadap kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitar dari ancaman bahaya pencemaran sekalipun itu hanya limbah rumah tangga (limbah domestik).

Berdasarkan UU tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), pendirian hotel baru di sebuah kawasan, salah satu syaratnya adalah menyediakan unit fasilitas pengelolaan limbah rumah tangga (limbah domestik), ijin gangguan atau HO (Hidden Ordonantie) dan sederet perijinan lainnya.

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa Akpar Majapahit di dalam kampus (Gedung Graha Tristar) maupun di luar kampus, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar