twitter

Pages

Sabtu, 25 Maret 2017

Mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit Semester II Dibekali Kiat Bisnis Travel Agent



Lebih Dekat dengan Dosen Air Ticketing Reservation, Mochtar Yusro

Mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit Dibekali Kiat Bisnis Travel Agent (Naskah ke-2 dari Dua Tulisan)

DOSEN Luar Biasa Akpar Majapahit Mochtar Yusro yang mengajarkan mata kuliah Air Ticketing Reservation I kepada mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit Semester II, selain memberikan tips & trik menjadi seorang karyawan bagian ticketing sebuah Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang andal, juga mengajarkan bagaimana kiat berbisnis travel agent kepada anak didiknya.

Kenyataan ini merupakan konsekuensi logis dari interaksi antara dosen dengan anak didiknya selama di kelas. Apalagi Mochtar Yusro juga dikenal tidak pelit berbagi ilmu seputar sisik melik Air Ticketing Reservation I dengan segala problematikanya di hadapan mahasiswa.

Menurut Mochtar, dalam bisnis travel agent, kontribusi pendapatan dari air ticketing reservation setiap bulannya bermain pada kisaran 10 persen dari total pendapatan usaha BPW. Sedangkan kontribusi terbesar bisnis travel agent itu disumbangkan dari penjualan paket wisata (tour package) dan voucher hotel karena bisa mencapai 80-90 persen dari total pendapatan usaha BPW.

”Meski pemasukan dari hasil penjualan tiket pesawat secara online system dinilai kecil, tetapi kesibukan luar biasa karyawan di bagian ticketing itu dikesankan –oleh sebagian orang-- bahwa eksistensi travel agent tetap layak diperhitungkan,” kata Mochtar, yang juga owner Trans Java Express kepada kru www.culinarynews.info, di Gedung Graha Tristar, Jumat (23/03/2017) siang.

Diakuinya, belakangan bisnis travel agent konvensional –berbadan hukum, mengantongi surat izin resmi, modal besar, harus punya kantor sendiri dan mempekerjakan sejumlah karyawan-- sempat terusik oleh booming keberadaan pelaku usaha tiket pesawat murah berbasis aplikasi e-ticketing.

Dalam sepak terjangnya, pelaku usaha tiket murah berbasis aplikasi tersebut tanpa dilengkapi badan hukum karena usaha itu sifatnya pribadi, cukup berbekal smartphone dan biasanya tanpa kantor (officeless) seperti layaknya pebisnis travel agent resmi.

”Terus terang keberadaan layanan tiket online system berbasis aplikasi e-ticket itu di satu sisi bisa merusak sistem yang ada. Bisnis jasa pariwisata menjadi bias karena dimaknai sempit sekadar jualan tiket sebanyak-banyaknya. Padahal itu salah atau boleh saya katakan ini pembodohan. Namun bagaimana lagi sekarang ini trend-nya mengarah ke pola bisnis berbasis aplikasi,” ungkap konsultan pariwisata ini.

Tak pelak lagi dalam beberapa tahun terakhir ini ranah publik dibanjiri layanan tiket online system berbasis aplikasi e-ticket seperti traveloka.com, rajatiket.com, mmbc, rodex, pegipegi.com, alibaba.com, terminaltiket.com dan yang lainnya. Kalau dicermati kiprah mereka lebih banyak jualan sistem aplikasi IT-nya.

Di sisi lain, harus diakui juga bahwa layanan tiket online system berbasis aplikasi e-ticket sangat menguntungkan konsumen karena mereka tidak perlu repot harus bolak balik datang ke counter maskapai penerbangan maupun travel agent hanya untuk memesan atau booking tiket pesawat terbang.

”Fenomena ini juga kami diskusikan dengan mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Semester II yang saat ini sedang belajar Air Ticketing Reservation I. Respons mahasiswa pun beragam menyikapi fenomena layanan tiket online system berbasis aplikasi e-ticket yang marak belakangan. Sebab, bagaimanapun juga mereka kelak dihadapkan pada dua pilihan mana yang hendak kalian adopsi demi meniti karier di masa mendatang,”  ulasnya.

Jika opsi pertama yang Anda ambil –yakni menjadi pebisnis travel agent yang andal demi menyukseskan industri pariwisata nasional— maka Anda mulai sekarang sudah harus membekali diri dengan pengetahuan seputar basic ticketing course, technic guiding, tour programming, air ticketing reservation, ground handling, tax & finance, manajemen bisnis travel agent, entrepreneurship hingga pengetahuan tentang industri pariwisata yang mumpuni.

Pasalnya, bisnis travel agent itu termasuk high capital, high risk, low profit  terutama untuk penjualan tiket pesawat. Oleh karena itu, pebisnis travel agent harus aktif, kreatif dan inovatif dalam memasarkan tour package karena produk ini yang menopang kelangsungan usaha travel agent.

Paket wisata inilah yang menjadi profit oriented dari bisnis travel agent mengingat 90 persen pendapatan BPW disumbang dari hasil penjualan produk tersebut. Karena itu untuk mengejar profit, travel agent tidak segan harus bisa masuk ke semua lini demi meraih sukses menjual paket wisata kepada klien.

Caranya antara lain menggerakkan sales call, sales visit, e-mail, internet, special connection (pelanggan setia), aktif hadir dalam berbagai komunitas wisata seperti travel mart, Majapahit Travel Fair (MTF), table top dan sebagainya.

Ia mencontohkan, BPW menjual paket wisata Bromo Tour 3D2N kepada group tour yang terdiri dari 40 orang, besaran profit yang ditangguk travel agent minimal Rp 4-5 jutaan, sedangkan paket wisata lainnya diminati dua orang –termasuk Free Individual Traveler (FIT), proftnya sekitar Rp 1 jutaan.

Untuk meraup profit yang lebih besar lagi bisa dicontohkan pada penjualan paket Umrah ke Tanah Suci Mekkah. Dengan harga paket Umrah Rp 25 juta sampai Rp 35 jutaan per orang selama 9-12 hari, profit yang bisa diraup travel agent sekitar Rp 2 jutaan per orang. 

Demi mempercepat perolehan peserta Umrah tersebut, biasanya pihak marketing dari BPW mengambil sebagian dari profit itu untuk commissioner agent yang besaran fee-nya berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu per  orang. 

Dari contoh-contoh ini setidaknya bisa menjadi acuan bagi mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit Semester II, betapa bisnis travel agent tetap menjanjikan keuntungan sehingga tidak sedikit pemain baru berani menerjuninya. Nah bagaimana dengan Anda?

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa Akpar Majapahit, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar