twitter

Pages

Jumat, 24 Maret 2017

Mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit Semester II Diajarkan Air Ticketing Reservation I



Lebih Dekat dengan Dosen Air Ticketing Reservation, Mochtar Yusro

Tidak Pelit Berbagi Ilmu Air Ticketing Reservation dengan Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit (Naskah ke-1 dari Dua Tulisan)

MEMASUKI masa perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2016/2017 yang berlangsung sejak 6 Maret 2017 lalu, mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit Semester II diajarkan seputar sisik melik mata kuliah Air Ticketing Reservation I dengan segala problematikanya oleh Dosen Luar Biasa Akpar Majapahit Mochtar Yusro.

Sebagai praktisi bisnis dan konsultan pariwisata, Mochtar, sapaan akrabnya, menerangkan dari A sampai Z seputar sisik melik mata kuliah Air Ticketing Reservation. Di kalangan mahasiswa UPW, Mochtar dikenal sebagai dosen yang tidak pelit berbagi ilmu dengan anak didiknya.

Hal itu ditunjukkan ketika pria paro baya tersebut mengajar mahasiswa Prodi UPW Semester II di ruang perkuliahan Laboratorium Komputer Lantai 4 Gedung Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Jumat (24/03/2017) pagi.

Tak pelak, jika mahasiswa UPW Akpar Majapahit Semester II yang  hadir dalam perkuliahan pagi itu yakni Alfin Dwi Ardandi, Astri W. Oqtavia, Nabila Salsabila, Sofyan Effendi, Zackaria Latuputty, Nurul Hamidah, Tasya Novita Iskandar, Dicky Tri Darmawan dan Joniarto Ngadu B.,  antusias mendengarkan penjelasan dosen.

Perkembangan industri pariwisata dan perhotelan yang demikian pesat belakangan ini, tidak lepas dari sepak terjang pelaku usaha Biro Perjalanan Wisata (BPW) atau yang biasa disebut tour & travel agencies.

Keberadaannya dalam industri jasa pariwisata memainkan peranan penting. Boleh dikatakan antara pihak airlines, pengelola hotel dan travel agent sudah tercipta hubungan saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme.

“Karena itulah kami me-wanti-wanti kepada mahasiswa Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit, khususnya, untuk menyerap pengetahuan seputar air ticketing reservation yang kami ajarkan dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, ilmu ini bisa menjadi bekal kalian saat Anda terjun ke dunia kerja nantinya,” terang Mochtar Yusro kepada kru www.culinarynews.info, usai mengajar di kelas, Jumat (24/03/2017) siang.

Bagaimana tidak,  industri pariwisata yang berkembang pesat saat ini tidak lepas dari hadirnya perusahaan penerbangan bertarif murah (low cost carrier) dan juga layanan online system ticket berbasis aplikasi, yang akhir-akhir ini tumbuh kembang bak jamur di musim penghujan.

Untuk bisa mengaplikasikan air ticketing reservation dengan baik, mahasiswa tentunya harus melek teknologi informasi (TI). Pasalnya, menurut Mochtar, untuk bisa mengakses sistem aplikasi air ticketing reservation pada international airlines, misalnya Garuda Indonesia, Anda juga harus tahu program soft ware-nya karena semua sudah full computerized.

Di kalangan international airlines, ada aplikasi air ticketing reservation yang mengacu pada Abacus, Galileo, Amadeus atau Unicis. Sistem aplikasi yang banyak digunakan international airlines adalah Abacus, Galileo dan Amadeus. 

Nah, sebagai mitra kerja Garuda Indonesia, maka karyawan bagian ticketing sebuah BPW atau travel agent, tentunya juga harus bisa memahami dan mengoperasikan sistem Abacus di perusahaannya masing-masing yang sudah menerapkan Computerized Reservation System (CRS) atau memanfaatkan layanan jasa web system (internet) masing-masing maskapai penerbangan, terutama domestic airlines di Indonesia.

”Oleh karena itu, dalam perkuliahan Air Ticketing Reservation I, mahasiswa Prodi UPW Akpar Majapahit Semester II juga kami kenalkan dengan sistem ala Abacus yang biasa diaplikasikan international airlines agar mereka terbiasa dengan sistem aplikasi tiket pesawat tersebut,” terang Mochtar yang juga owner Trans Java Express ini.

Dengan memahami basic ticketing course sejak dini, mahasiswa nantinya bisa menyelesaikan kasus seperti refund ticket, re-issued, correct passanger name, re-route ticket yang menjadi tugas sehari-hari karyawan bagian air ticketing reservation sebuah travel agent.

Untuk menangani kasus re-fund ticket, misalnya, mahasiswa juga dibekali pengetahuan tentang refund ticket. Pasalnya, tiket pesawat terbang ada juga yang non refundable (tidak ada refund) atau refundable dengan kondisi tertentu sehingga tidak mungkin kembali 100 persen dari harga tiket yang dibayar sebelumnya.

Dengan memahami basic ticketing course sejak dini, jangan sampai gaji Anda nanti dipotong oleh perusahaan tempat Anda bekerja gara-gara salah aplikasi ketika meng-issued ticket.

”Masa gaji dari hasil kerja di bagian ticketing cuma habis dipakai buwuh hingga jutaan rupiah karena gaji setiap bulan dipotong kantor untuk membayar kesalahan yang Anda lakukan. Kasus itu jangan sampai terjadi karena hal seperti ini termasuk kecelakaan kerja,” ulas konsultan pariwisata ini.

Karena itulah, pihaknya memberi tips kepada anak didiknya agar tidak sampai salah aplikasi saat Anda meng-issued ticket pesawat. Di antaranya perhatikan betul tentang prosedur time limit, prosedur passanger name record dan prosedur terkait lainnya ketika mengaplikasikan CRS.

”Untuk itu tanyakan lebih dulu KTP, paspor, e-mail, WhatsApp (WA), Short Messenger System (SMS), Black Berry Messenger (BBM) dari calon penumpang pesawat sebelum Anda meng-issued ticket tersebut,” tandasnya.

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa Akpar Majapahit, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar