twitter

Pages

Kamis, 16 Maret 2017

Lebih Dekat dengan Dosen Culinary Akpar Majapahit Nadya Ratri SPd., MKes



Lebih Dekat dengan Dosen Akpar Majapahit Nadya Ratri SPd., MKes

Dua Tahun Lebih Mengabdi di Kampus Akpar Majapahit, Spesialis Mengajar Culinary dan Advanced Culinary

BEKERJA sekaligus mengabdi di dunia pendidikan, memang cita-citanya  Nadya Ratri, SPd., M.Kes, sejak masuk kuliah S1 Jurusan Tata Boga di Universitas Surabaya (Unesa), sekitar tahun 2006-an silam.

Dosen Luar Biasa Akpar Majapahit ini menunjukkan antusiasmenya yang tinggi kala berbagi ilmu dengan mahasiswa Culinary Class yang menjadi anak didiknya di Dapur Culinary 2, Lantai 3, Gedung Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya.

Tanpa terasa sudah dua tahun lebih chef Nadya, sapaan akrab Nadya Ratri SPd., M.Kes., mengabdi di Tristar Group, induk usaha dari lembaga pendidikan dan pelatihan Tristar Institute yang membawahi Akpar Majapahit. Wanita yang senantiasa mengenakan jilbab di kepala ini resmi bergabung di Akpar Majapahit sejak tanggal 3 November 2014 lalu.

Banyak suka duka yang dilakoni selama bergabung dengan Akpar Majapahit. Namun sebagai pendidik, chef Nadya selalu enjoy saja mengajar mata kuliah culinary kepada anak-anak didiknya baik di Dapur Culinary Akpar Majapahit maupun Laboratorium Praktik Tristar Institute.

”Ini merupakan konsekuensi logis dari keputusan saya bekerja dan mengabdi di dunia pendidikan. Saya harus menjaga penampilan setiap kali mengajar di hadapan mahasiswa dan berupaya keras untuk selalu tampil all out ketika berbagi ilmu seputar sisik melik dunia culinary dengan mahasiswa sesuai kompetensi yang saya miliki,” terang dosen yang lulus pascasarjana (S2) dari Unesa pada 2012 silam, dengan gelar Magister Kesehatan (M.Kes).

Dari tahun ke tahun kepercayaan pihak Ketua Yayasan Eka Prasetya Mandiri sekaligus Direktur Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso MM terhadap profesionalisme chef Nadya Ratri S.Pd., M.Kes., semakin tumbuh kembang seiring pengabdiannya yang tulus di dunia pendidikan, sehingga porsi jam mengajarnya terus ditambah oleh pihak Akademik.

Nah pucuk dicita, ulam pun tiba. Pada Triwulan Kedua, Januari-Maret 2017,  chef Nadya ditugaskan mengajar mahasiswa Culinary Class selama tiga bulan penuh di Dapur Culinary 2. Saat ini merupakan pekan terakhir dirinya mengajar mata kuliah Italian Food kepada mahasiswa Culinary Class di Dapur Culinary, Lantai 3, Gedung Graha Tristar Surabaya.

Sejak bergabung dengan Akpar Majapahit awal November 2014 silam, dirinya telah mengajarkan sejumlah resep masakan kapada mahasiswa program studi Culinary dan Advanced Culinary Akpar Majapahit, mulai Asian Cuisine (Jepang, India, Thailand, Vietnam, Singapura), Continental (masakan Eropa dan Amerika), Middle East (masakan Timur Tengah), masakan Indonesia, Tionghoa (lebih dari 70 resep), Italia, membuat appetizer (masakan pembuka resep luar negeri seperti aneka salad) hingga membuat masakan ala catering. 

Ketika mengajar Asian Cuisine kepada mahasiswa Advanced Culinary Class, misalnya, chef Nadya menuturkan, tujuan pembelajaran Asian Cuisine ketika itu menekankan  pada cara menghitung kandungan gizi bahan makanan yang dimasak mulai kandungan energi, karbohidrat, lemak dan protein.

Dengan demikian diharapkan mahasiswa –para calon chef ini-- dapat mengetahui dan mempelajari bagaimana cara menghitung secara sederhana setiap kandungan bahan makanan dan produk yang sudah jadi.

”Peralatan yang dipergunakan untuk menghitung kandungan gizi bahan makanan ini meliputi kalkulator (mesin hitung) dan tabel DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan) yang dikeluarkan Badan Ketahanan Pangan Nasional (BKPN),” kata Dosen Luar Biasa Akpar Majapahit yang telah menyelesaikan studi pascasarjana (S2) dari Unesa pada 2012 lalu tersebut.

”Sedangkan kepada mahasiswa Culinary Class, yang baru mendapatkan ilmu pengantar masak memasak, saya selalu menekankan tentang pengetahuan bahan, peralatan, teknik memasak hingga proses plating masakan sebelum makanan disajikan di hadapan dosen pembimbing untuk dinilai dari aspek tekstur, citarasa, tampilan dan kebersihannya,” terang pengajar cantik berkacamata ini.

Selain itu, chef Nadya juga menekankan pentingnya aspek sanitation & hygiene di dapur culinary  (hot kitchen) seperti yang biasa diaplikasikan di industri perhotelan. Makanya sesudah praktik memasak, setiap mahasiswa Culinary Class kebagian tugas piket untuk membersihkan dapur culinary biar selalu cling karena telah di-clean up.

Kekompakan (teamwork) dan soliditas setiap kelompok mahasiswa juga jadi salah satu acuan sukses tidaknya bekerja di dapur culinary. Tidak ada one man show. Pasalnya kerja di dapur culinary termasuk di hot kitchen sebuah hotel berbintang, semangat kebersamaan dengan membangun tim yang solid merupakan sebuah keniscayaan.

"Aspek ini yang senantiasa saya tekankan kepada anak didik saya demi meraih sukses di masa depan. Sebab, sehebat apapun sosok seorang chef, kalau tidak di-support oleh anggota tim yang lain hasilnya tetap kurang ciamik. Namun seorang chef secara individual harus tetap menjunjung tinggi profesionalisme saat bekerja di dapur sesuai kompetensinya masing-masing,” terang chef Nadya kepada kru www.culinarynews.info, baru-baru ini.

Untuk informasi lebih lanjut terkait perkuliahan di Kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, silakan Anda menghubungi Telp. (031) 8433224-25, 8480823, Faksilimi (031) 8432050, BB 2AICE131, 25D164CF, 53B4EFD8, sekarang juga. (ahn)


1 komentar:

  1. LOWONGAN KERJA TATA BOGA

    Kami sebuah perusahaan group kuliner (Restoran, Catering, Kantin, & Frenchise) yang sedang berkembang pesat di Depok membutuhkan Sarjana Tata Boga sbb:

    Nama jabatan : Chef Manager
    Level : Manajemen

    Job Desc :
    - Pengembangan kualitas & kuantitas produk
    - Quality control produk & proses produksi
    - Memanajemen SDM para koki & kitchen
    - Memanajemen SOP kitchen, koki serta keekonomisan produk
    - Bersama manajemen lainnya mengembangkan perusahaan

    Kualifikasi :
    - Jujur
    - Lulusan Tata Boga UNJ dengan min. IPK 3
    - Menyukai tantangan & termotivasi selalu maju
    - Pria/wanita

    Benefits :
    - Gaji pokok
    - Tunj. Manajemen
    - Tunj. Transportasi
    - Tunj. Pulsa
    - Tunj. Lembur
    - Disediakan Mess karyawan
    - Makan 2x sehari jika tinggal di Mess
    - Bonus kinerja per 3 bulan
    - Permanen setelah lulus 3 bulan probation
    - Diberikan Saham perusahaan setelah permanen 1 tahun
    - Jam kerja 8 jam/hari

    Kirim CV sebelum 17 Agustus 2018 ke: wahyu.widi@gmail.com

    BalasHapus