twitter

Pages

Minggu, 04 Desember 2016

Mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit Sukseskan Acara "Batu Full Day Tour"

Aplikasikan Mata Kuliah Technics Guiding & Tour Planning

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Sukseskan Acara ”Batu Full Day Tour”


UNTUK mengaplikasikan mata kuliah Basic Technics Guiding  & Tour Planning yang diajarkan oleh Drs Gatot Harjoso dan Dewi Mariyanah M.Par, Dosen Akpar Majapahit, 26 orang mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit  --dengan rincian 11 mahasiswa Semester I, sembilan mahasiswa Semester III dan enam mahasiswa Semester V— menyukseskan acara Batu Full Day Tour (BFDT), pada Sabtu (03/12/2016), akhir pekan lalu.

Kota wisata Batu merupakan salah satu ikon objek wisata yang ada di Provinsi Jawa Timur. Lokasi kota wisata yang berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (dpl) merupakan pilihan tepat untuk di-explore oleh mahasiswa Akpar Majapahit demi mengaplikasikan mata kuliah Technics Guiding dan Tour Planning yang sudah diajarkan di kelas.

Dalam kegiatan ini 11 orang mahasiswa yang sekarang masih duduk di Semester I yakni Alfin Dwi Ardandi, Astri W. Oqtavia, Joniarto Ngadu B., Nabilah Salsabila, Nurul Hamidah, Dicky Tri Darma, Rusydi Fawaid, Sheila Donita, Sofyan Effendi, Tasya Novita, dan Zakaria Latuputty, bertindak sebagai turisnya.

Sedangkan sembilan mahasiswa dari Semester III, yakni Anita Permata Sari, Olga Claudia, Nikita Kinanthi, Diza Faiqotus, Sarah Ferina, Sari Julianti Ningrum, Dewa Ayu Kade Utami Dewi, Andi Ira Issah, dan Adinda Anastasia, kebagian tugas dari pihak Majapahit Tour & Travel sebagai tour guide-nya secara bergantian.

Sementara itu, enam orang mahasiswa Semester V yakni Rini, Sri Maria, Indah, Mia, Rina dan Novi ditunjuk sebagai tour leader (TL) secara bergantian oleh pihak Majapahit Tour & Travel.

Berdasarkan rundown acara yang diterima kru www.culinarynews.info dari panitia saat briefing pada Sabtu (03/12/2016) pagi sekitar pukul 06.30, briefing itu dipandu  oleh Rina, salah satu anggota tim tour leader (TL) dari Majapahit Tour & Travel. Peserta program Batu Full Day Tour (BFDT) dan panitia sepakat bahwa meeting point diputuskan di halaman parkir Kampus Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya.

Sebelum rombongan mahasiswa peserta Batu Full Day Tour (BFDT) berangkat dari Kampus Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya pukul 07.00 dengan bus pariwisata, Drs Gatot Harjoso, dosen Basic Guiding dan Technics Guiding memberikan arahan singkat seputar pelaksanaan acara BFDT kepada peserta, terutama tentang pembagian tugas (job desk) masing-masing.

”11 mahasiswa Semester I, misalnya, diposisikan sebagai turisnya, sedangkan mahasiswa Semester III dipercaya menjadi tour guide. Sementara itu enam mahasiswa Semester V ditunjuk sebagai tour leader (TL), yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program BFDT,” kata Gatot di dampingi Dewi Mariyanah M.Par, Kaprodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit.

Dalam kesempatan itu, Gatot juga memperkenalkan professional guide dari Himpunan Pemandu Wisata Indonesia (HPI) Surabaya Eko Kuswoyo. Alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya (sekarang Universitas Islam Negeri Surabaya) ini siap mengawal acara FDTB bersama Panitia karena dirinya sendiri punya acara lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Dosen Basic Guiding dan Technic Guiding itu hanya melepas rombongan mahasiswa bertolak ke kota wisata Batu dengan bus pariwisata berkapasitas 30 tempat duduk --dikemudikan oleh Wiwid dan asistennya Hayus-- yang sudah stand by di kampus Akpar Majapahit sejak pukul 06.00.

Bus akhirnya berangkat ke Batu sekitar pukul 07.15. Rini, tour leader (TL) yang kebagian tugas pertama untuk tampil di hadapan peserta tur. Selain memperkenalkan diri, ia juga memperkenalkan Eko Kuswoyo, professional guide anggota HPI Surabaya yang akan berbagi ilmu dengan mahasiswa selama acara BFDT dan sopir bus pariwisata Wiwid bersama Hayus, asistennya.

Tak lupa, mahasiswa Semester V ini juga mengingatkan kembali rundown acara kepada peserta tur sekaligus memastikan bahwa ittenary yang disusun pada H-1 tidak terkoreksi, sehingga spot-spot wisata yang akan dikunjungi tidak banyak berubah dari yang direncanakan.

Selanjutnya TL mempersilakan Andi Ira Issah, mahasiswi Semester III yang mendapat giliran pertama untuk tampil sebagai tour guide-nya. Ira, demikian sapaan karibnya, bercerita singkat tentang perjalanan dari Surabaya ke Batu sejauh 109 kilometer yang bisa ditempuh sekitar 2,5 jam lewat jalan darat.

Sesampai di Bundaran Waru, giliran Dewa Ayu Kadek Utami Dewi, mahasiswi Semester III yang dipercaya menjadi tour guide-nya. Div, sapaan akrabnya, berupaya tampil sebaik mungkin dengan menjelaskan objek di kiri kanan jalan tol yang dilalui bus dalam perjalanan menuju kota wisata Batu (dari gerbang tol Waru hingga Sidoarjo).

Dewa Ayu lalu menyerahkan kembali tugasnya kepada
Sri Maria, TL acara BFDT. Maria pun menyempatkan diri untuk berkoordinasi dengan Eko Kuswoyo terkait ittenary dan rundown terbaru yang disusun oleh Panitia. Perjalanan bus saat itu berada di akses tol Sidoarjo-Japanan (Gempol).

Pada kesempatan itu, Eko memberikan saran kepada TL agar koordinasi dengan tour guide-nya lebih ditingkatkan. Tujuannya agar pelaksanaan di lapangan tidak sampai terjadi miscommunication yang pada gilirannya peserta tur bisa terlayani dengan baik.

”Ini pengalaman saya pribadi saat mendampingi turis ke Bali maupun mengunjungi objek-objek wisata di Jatim. Pada prinsipnya, seorang tour guide itu selain berwawasan luas, juga pandai berkomunikasi dan mengerti apa kebutuhan tamunya,” tutur pria paro baya itu kepada peserta BFDT.

Sementara itu, Indah, TL dari Majapahit Tour & Travel mengungkapkan, berdasarkan rundown acara BFDT, rombongan berangkat ke Batu sekitar pukul 07.00. Perjalanan melalui jalur darat ke kota wisata Batu sekitar 2,5 jam, maka rombongan tiba sekitar pukul 10.30.

Rombongan peserta BFDT nantinya dioper dengan menumpang angkutan kota menuju kebun apel untuk mengikuti kegiatan petik apel bersama. Posisi perjalanan bus saat itu di akses tol Japanan (Gempol) ke arah Pandaan.

Selanjutnya yang tampil menjadi tour leader (TL) selama perjalanan dari  pintu keluar tol Pandaan ke arah Sukorejo dipercayakan kepada Mia, mahasiswi D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit Semester V. Pada kesempatan itu, Mia mengingatkan kembali kepada adik kelas yang ditunjuk menjadi tour leader untuk mempersiapkan diri dengan menambah materi informasi sebelum disampaikan kepada turis yang di-handle.

Nah, giliran yang dipanggil menjadi tour leader adalah Nikita Kinanti. Mahasiswi Semester III D3 Prodi UPW Akpar Majapahit ini antara lain mengulas beberapa hal mulai pembangunan tol baru pasca bencana lumpur Lapindo, objek wisata Taman Dayu Taman Safari Sukorejo, Tretes Kabupaten Pasuruan hingga menyinggung sejarah pendirian Kebun Raya Purwodadi, yang kini di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kemeterian Riset dan Dikti.

Setelah Nikita giliran yang maju jadi tour guide adalah Sarah Ferina, juga mahasiswi Semester III. Sarah, demikian gadis berhijab itu biasa disapa, menerangkan Kebun Raya Purwodadi, Nongkojajar hingga situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Gunung Penanggungan. Saat itu perjalanan bus dari Sukorejo, Purwosari ke arah Purwodadi.

Usai Sarah yang melanjutkan tugas sebagai tour guide adalah Olga Claudia, mahasiswi Semester III. Dalam perjalanan bus dari Lawang ke arah Singosari, Gadis manis yang akrab disapa Claudia itu antara lain memaparkan eksistensi Pasar Tradisional Lawang, Kebun Teh Wonosari, Balai Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Bedali Lawang,  Pasar Singosari, Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari hingga situs sejarah peninggalan Kerajaan Singosari. 

Berikutnya yang tampil jadi tour guide-nya adalah Sari Juliati Ningrum, mahasiswi Semester III. Sari, demikian perempuan berjilbab ini biasa disapa, menjelaskan spot-spot wisata unggulan di kota wisata Batu kepada peserta program BFDT. Sari juga antusias menyinggung beberapa spot wisata di Batu, seperti keindahan Alun-alun Batu, kebun apel, aneka jajanan kuliner di Batu. Saat itu perjalanan bus sudah berada di akses Singosari, Karanglo menuju ke arah Batu.

Sebelum sampai di kebun apel milik Kelompok Tani Makmur Abadi (KMTA), Eko Kuswoyo kembali memberikan arahan kepada Rina, mahasiswi Semester V yang mendapat giliran menjadi tour leader (TL)-nya. Saat itu, Eko memastikan kalau agenda petik apel di Desa Tulungrejo,Kecamatan Bumiaji, Batu berjalan sesuai rencana, meski di kawasan kota wisata Batu mulai diguyur hujan.

Kebun apel yang dikelola Kelompok Tani Makmur Abadi (KTMA) di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu itu menjadi salah satu jujukan wisatawan lokal yang ingin menikmati keindahan kota wisata Batu dari sisi pertanian. Buah apel merupakan ikon sekaligus komoditas andalan bagi Batu. Agenda petik apel dimulai pukul 10.30-1130.

Oleh pihak KTMA, rombongan mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit dibekali lebih dulu seputar pengetahuan singkat tentang budidaya tanaman apel, umur produktif apel sampai umur 25 tahun, tata cara memetik apel yang benar sehingga tidak sampai tanamannya rusak hingga teknik pengolahan apel (pascapanen).

Jenis apel yang ditanam petani anggota KTMA antara lain Rome Beauty (ada warna merah dikulit buahnya rasanya agak masam), Manalagi (kulit buahnya dominan warna hijau muda, aromanya harum dengan rasa buahnya yang manis), dan apel Ana (kulit buahnya kemerahan dengan daging masir, rasanya manis).

Puas mengikuti acara petik apel, sekitar pukul 12.00, rombongan melanjutkan agenda turnya menuju restoran lokal Warung Mbok Sri di kota Batu. Agenda makan siang (lunch) itu menikmati aneka masakan Indonesia dan minuman penghangat badan karena siang itu di kawasan Batu sedang diguyur hujan deras.

Perjalanan menuju Warung Mbok Sri, giliran Diza Faiqotus yang kebagian tugas menjadi tour guide acara BFDT. Mahasiswi Semester III yang akrab disapa Diza itu mengungkapkan kelebihan kota wisata Batu dari aspek wisata kulinernya, mulai bakso Presiden, burger Butho, aneka olahan kripik khas Batu, susu segar dan olahan susu seperti yoghurt, keju, permen susu.

Tidak hanya itu, beberapa objek wisata yang saat ini banyak diminati turis adalah Pasar Terapung, Museum Angkut, Batu Secret Zoo, Batu Night Spectacular (BNS). Keberadaan objek wisata baru itu merupakan implementasi dari Kebijakan Pemkot Batu yang saat ini lebih mengedepankan Investment, Trade & Agriculture (ITA) guna menggerakkan industri pariwisata di Batu.

Setelah menikmati lunch dengan menu makanan Indonesia, giliran Novi yang menjadi TL-nya. Setelah panitia berunding bersama Eko Kuswoyo dan Dewi Mariyanah, diputuskan bahwa agenda tur ke Omah Kayu dan air terjun Cobanrondo (dengan alasan keselamatan dan ketidaknyamanan akibat hujan lebat terus mengguyur kota Batu dan sekitarnya), dibatalkan.

Sebagai gantinya bus rombongan peserta program BFDT diarahkan ke Museum Malang Tempoe Doeloe dan selanjutnya mengunjungi Goedang Oleh-oleh (GO) Jl. Simpang Tenaga II No. 12 Malang, untuk membeli oleh-oleh khas Malang..

Perjalanan dari Warung Mbok Sri menuju Museum Malang Tempoe Doeloe, mahasiswi Semester III ini yang menjadi tour guide-nya adalah Adinda Anastasia. Dinda, sapaan akrabnya, menerangkan eksistensi kota Malang yang dikenal sebagai kota Pendidikan di Jatim.

Malang yang berhawa sejuk disejajarkan dengan kota Bandung yang berjuluk Paris van Java menjadi daya tarik calon mahasiswa datang ke sana. Tak salah jika lembaga pendidikan tinggi (Universitas, Akademi, atau Politeknik) tumbuh subur bak jamur di musim penghujan.

Sejumlah perguruan tinggi ternama di Malang antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Malang (UNM), Institute Teknologi Malang (ITN) menjadi pilihan calon mahasiswa menuntut ilmu di Malang.

Sementara itu Anita Permata Sari, yang akrab disapa Memei, dipercaya sebagai tour guide pamungkas dalam gelaran BFDT. Di hadapan peserta tur, mahasiswi Semester III  berparas cantik ini mengungkapkan eksistensi Sentra Kerajinan Keramik Dinoyo Malang yang merupakan pusat kerajinan gerabah terbesar di Malang, namun sekarang ini mulai meredup.

Keberadaan perumahan elite di Jl Ijen yang dulu merupakan hunian pejabat penjajah Belanda di Malang, sejarah Hotel Tugu yang fenomenal (tarif kamarnya termahal Malang, di atas Rp 5 juta ++ permalam), Kantor Pemerintahan, Alun-alun Kota Malang dan koleksi Museum Malang Tempoe Doeloe hingga Goedang Oleh-oleh (GO) Malang.

Puas menikmati rangkaian acara BFDT, dalam perjalanan pulang ke Surabaya, rombongan masih berkesempatan untuk mengunjungi Pasar Wisata Cheng Ho di Pandaan. Di pasar itu, pengunjung bisa membeli oleh-oleh seperti aneka keripik termasuk keripik telo ungu, nangka, kentang, aneka kerupuk, asinan buah-buahan, buah segar dan aneka jajanan enak lainnya. Good bye & see you tomorrow….!

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)










Tidak ada komentar:

Posting Komentar