twitter

Pages

Senin, 05 Desember 2016

Mahasiswa Akpar Majapahit Dampingi Alumni PAM 8486 Telkom, Tur ke Malang dan Bromo



Dari Acara Dolan Bareng Nang Malang 25-27 November 2016

 Mahasiswa Akpar Majapahit Dampingi Rombongan Alumni PAM 8486 Telkom, Tur ke Malang dan Bromo 3D2N

KALI ini giliran Diza Faiqotus dan Sarah Ferina, dua mahasiswi D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit yang kini duduk di Semester III, diapresiasi oleh Drs Gatot Harjoso, Dosen Luar Biasa Basic Guiding dan Guiding Technics menjadi tour guide (pemandu wisata) 30-an orang alumni PAM 8486 (STTP) Telkom Bandung. 



 Program wisata bertajuk Dolan Bareng Nang Malang (DBNM) tersebut dilaksanakan pada 25-27 November 2016. Program wisata 3 Day 2 Night (3D2N) itu mengunjungi sejumlah objek wisata di Malang dan Gunung Bromo. 


Sebelumnya, Andi Ira Issah dan Sari Julianti Ningrum yang ditunjuk menjadi tour guide rombongan tamu pelesir ke Kawah Ijen. Sementara itu, Olga Claudia dan Rocky Alexander kebagian tugas mendampingi rombongan wisatawan dari Kecamatan Ukui, Pelalawan, Riau sebanyak 58 orang yang berkunjung ke Malang dan Surabaya pada 12-16 Oktober 2016.


Untuk melancarkan agenda Dolan Bareng Nang Malang (DBNM) itu, Vivo Tour & Travel, yang dikelola Gatot Harjoso, sudah menyiapkan rundown acara dengan sebaik-baiknya agar memudahkan pelaksanaannya di lapangan.  

Rombongan 30 wisatawan dari Bandung ini tiba di Bandara Juanda, Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 10.00, disambut Gatot Harjoso, Diza Faiqotus dan Sarah Ferina di area air mancul depan Hotel Ibis Bandara Juanda. Dimulai dari meeting point di Bandara Juanda inilah rombongan peserta DBNM menumpang bus pariwisata berkapasitas 35 tempat duduk diantar menuju Malang melalui jalur darat.

Selama menikmati perjalanan ke Malang, rombongan wisatawan mendapat pengarahan dari Gatot Harjoso yang juga Direktur Vivo Tour & Travel. Gatot yang menjadi tour leader (TL)-nya di dampingi Diza dan Sarah sebagai tour guide.

Perjalanan melalui jalur darat dari Bandara Juanda ke kota wisata Batu melalui jalan tol relatif lancar. Sekitar satu jam perjalanan, bus diarahkan untuk merapat ke Masjid Cheng Ho karena sejumlah peserta DBNM harus menunaikan shalat Jumat berjamaah. Usai Jumatan, rombongan makan siang (lunch) di Rumah Makan (RM) Bebek Sinjay Pandaan.

Puas menikmati gurihnya daging Bebek Sinjay plus sambal pencitnya, bus rombongan melanjutkan perjalanan ke kota wisata Batu. Spot wisata yang dikunjungi adalah Museum Angkut yang satu kompleks dengan Pasar Terapung. Rombongan tiba di lokasi sekitar 14.00 dan Panitia memberi waktu sampai pukul 17.00 kepada peserta tur untuk meng-explore Museum Angkut dan Pasar Apung di Batu. 

Usai keliling museum yang menempati areal sekitar 5-10 hektare dan memajang puluhan koleksi mobil jadul berbagai merek terkenal dan sejumlah alat transportasi tempo dulu, membuat kagum pengunjung yang datang ke sana. Di antara peserta tur ada yang menyempatkan diri mampir ke Pasar Terapung karena lokasinya masih satu kompleks dengan Museum Angkut.

Selanjutnya rombongan meluncur ke Hotel Zam Zam Batu.yang lokasinya tidak jauh dari Museum Angkut dan Pasar Apung. Hanya 10 menit bus pariwisata yang ditumpangi peserta acara DBNM sudah sampai di hotel untuk check in.

Setelah break sebentar, rombongan kembali meluncur ke Rumah Makan (RM) Tronojoyo No. 36 Batu, untuk menikmati sajian makan malam (dinner). Acara ramah tamah di rumah makan tersebut semakin gayeng karena pengunjung bisa menikmati live music electone yang dibawakan oleh musisi lokal.

Sebelum kembali ke kamar hotel untuk beristirahat, rombongan peserta tur DBNM menyempatkan diri cuci mata di Alun-alun Kota Batu, sekaligus cangkrukan bersama di Pos Ketan mulai pukul 21.00 hingga 22.30 WIB.

Keesokan harinya, Sabtu (26/11/2016), sebelum check out, peserta tur menikmati sajian breakfast (makan pagi) yang disediakan oleh pihak hotel. Usai sarapan, rombongan peserta program DBNM meluncur ke kebun apel milik petani setempat untuk menyukseskan acara petik apel.

Dalam acara itu, setiap peserta boleh mencicipi apel di kebun secara gratis, namun jika buah apel tersebut dibawa pulang untuk oleh-oleh, maka pengunjung harus bayar. Harganya dipatok sekitar Rp 30 ribuan per kilogramnya. Agenda petik apel di kebun petani apel Batu berlangsung antara pukul 10.00-12.00.

Sekitar pukul 12.00-an, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pusat oleh-oleh di Batu, yakni Toko Brawijaya. Setelah membeli oleh-oleh khas Batu, rombongan peserta DBNM diajak ke Rumah Makan (RM) Ocean Garden di Malang untuk makan siang bersama (lunch). 


Mereka menikmati menu masakan tradisional Indonesia seperti ayam goreng, ikan fillet bumbu kecap, ikan bakar, aneka sayuran dan dessert-nya es sirup telasih, es cao, aneka juice dan air minum dalam kemasan (AMDK).
  
Usai menikmati sajian makanan Indonesia yang lezat, peserta tur meneruskan agenda kunjungannya ke Masjid Tiban Turen, Kabupaten Malang. Perjalanan ke sana sekitar dua jam. Sampai di Turen sekitar pukul 15.00-an sekalian menunaikan shalat Ashar hingga memasuki waktunya shalat Maghrib pukul 18.00-an.

Rombongan meninggalkan Masjid Tiban Turen untuk menuju Resto Inggil di Malang Kota (dekat Alun-alun Malang). Sesampai di Resto Inggil peserta sambil menikmati hidangan makan malam (dinner), mereka bisa melihat atraksi tari tradisional ala sinden yang ditampilkan oleh seniman lokal.

Menu makan malam di Resto Inggil antara lain ayam panggang, ayam goreng, sayur lodeh, penyetan tahu tempe + terong dan sambal terasi. Untuk dessert-nya, tersedia es teh, aneka juice dan air minum dalam kemasan (AMDK).

Setelah meng-explore spot-spot wisata di Batu dan Malang, malam itu juga rombongan peserta tur DBNM langsung meluncur ke Bromo. Perjalanan menuju kawasan wisata Gunung Bromo ditempuh sekitar tiga jam perjalanan darat dengan bus.

Sesampai di Sukapura (Bromo), bus yang ditumpangi peserta tur langsung merapat di Hotel Nadia (kelas Melati) untuk check in hotel, dan beristirahat sebentar karena pukul 02.30 (Minggu, 27/11/2016, dini hari) sudah harus siap-siap menuju Penanjakan untuk melihat Matahari terbit (sunrise)!

Perjalanan menuju Penanjakan dengan menyewa lima unit jeep karena kendaraan off road itu adalah satu-satunya yang mampu diajak menyusuri jalan berkelok-kelok kawasan Gunung Bromo dengan kemiringan lebih dari 30 derajat. 

Keindahan Penanjakan dan kawasan sekitar Gunung Bromo bisa dinikmati pada saat Mentari pagi (sunrise) muncul perlahan dari ufuk Timur. Sungguh pemandangan yang menakjubkan. Subhanallah…, luar biasa banget!

Setelah menikmati sunrise dari ketinggian di Penanjakan, rombongan diajak bermain di lautan pasir kawasan Gunung Bromo sampai pukul 08.00. Puas bermain pasir rombongan balik ke hotel sekitar pukul 09.00 untuk menikmati sajian menu breakfast (sarapan) yang disediakan pihak hotel.

Usai breakfast sekitar pukul 10.00-an rombongan peserta tur DBNM siap-siap check out hotel untuk kembali ke Surabaya. Sebelum rombongan tiba di Bandara Juanda untuk transfer out di Terminal 1 Bandara Juanda sekitar pukul  14.00, rombongan mampir ke Warung Lesehan Joyo Sidoarjo. 

”Warung lesehan yang lokasinya di pusat kota Sidoarjo itu rombongan peserta tur menikmati acara makan siang bersama (lunch) dengan menu aneka olahan sari laut,” kata Diza Faiqotus dan Sarah Ferina kepada kru www.culianrynews.info, Kamis (01/12/2016) siang di lobi kampus.

Selanjutnya tour leader (TL) Gatot Harjoso dan dua asistennya yang menjadi tour guide, mendampingi rombangan boarding di Terminal 1 Bandara Juanda sekitar pukul 14.00 untuk pulang ke Bandung dengan naik pesawat. Good bye and see you tomorrow…!

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031)8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar