twitter

Pages

Rabu, 14 Desember 2016

Mahasiswa Advanced Culinary Class Ujian Masak dengan Sentuhan Teknik Modern Gastronomy

Chef Della Apresiasi Ujian Praktik Masak Molecular Gastronomy

Serunya Mengikuti Mahasiswa Advanced Culinary Class Ujian Masak dengan Teknik Modern Gastronomy 


SETELAH mengikuti perkuliahan dan praktik masak dengan teknik Molecular Gastronomy selama empat hari, empat orang mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary (Advanced Culinary Class), beradu kreasi dalam ujian praktik masak makanan Indonesia bertajuk Modern Gastronomy Indonesia dengan sentuhan teknik Molecular Gastronomy pada Jumat (09/12/2016).

Empat mahasiswa Advanced Culinary Class yang mengikuti ujian praktik masak makanan Indonesia dengan sentuhan Molecular Gastronomy itu adalah Angelina Xaveria Sandra Dewi, Yori Yonathan Cipta, Charolin Johannes dan Fandy Indra.

Ujian tersebut untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa Advanced Culinary Class setelah mengikuti praktik masak dengan teknik Molecular Gastronomy seperti yang telah diajarkan oleh chef Adeline Nadia Daniel.

Selama tatap muka, pekan lalu, chef Della, sapaan akrab Adeline Nadia Daniel mempraktikkan cara pembuatan delapan resep masakan dengan teknik Molecular Gastronomy, di Laboratorium Praktik Culinary Akpar Majapahit, Lantai 3 Gedung Graha Tristar Jl Jemursari No. 244 Surabaya.

Delapan resep itu adalah Sambal Goreng Ati, Clam Platter Bumbu Petis, Telur Balado, Laksa (seperti Opor Ayam), Pempek Palembang, Mie Jawa, Perkedel dan Ayam Penyet. Praktik masak dengan sentuhan Molecular Gastronomy itu diajarkan langsung oleh chef Della di hadapan mahasiswa Advanced Culinary Class pada Senin (05/12/2016) sampai Kamis (08/12/2016).

Sementara itu, dalam ujian praktik masak dengan sentuhan Molecular Gastronomy kali ini, mahasiswa Advanced Culinary Class kembali diberikan kebebasan memilih jenis masakan khas Indonesia sesuai kreasinya masing-masing, namun tema yang diusung harus sesuai dengan materi yang telah diajarkan sebelumnya yakni Modern Gastronomy Indonesia.

"Prinsipnya, melalui mata kuliah Molecular Gastronomy ini, kami mengajak mahasiswa untuk memadukan ilmu fisika dan kimia makanan sehingga terciptalah kreasi memasak makanan dengan tampilan dan citarasa yang berbeda daripada cara-cara masak secara konvensional," terang chef Della.

Dalam ujian kali ini, karya mahasiswa dinilai dari empat pendekatan yakni kreativitas, penampilan, citarasa dan kebersihan. Penilaian ini mengacu pada standard operation procedure (SOP) di industri perhotelan. Dosen penguji memberikan  waktu ujian praktik masak itu sekitar 2,5 jam, mulai pukul 09.00-11.30.

Pada ujian praktik masak dengan teknik Molecular Gastronomy yang dihelat pada Jumat (09/12/2016), Angelina Xaveria Sandra Dewi mengangkat tema masakannya dengan titel Gado-Gado. Sedangkan Yori Yonathan Cipta mengenalkan masakan andalannya dengan Semur Daging (masakan khas Sumenep).

Sementara itu Charolin Johannes mengusung masakan hasil kreasinya dengan sebutan Pindang Tulang (masakan khas Palembang) dan Fandy Indra kali ini menampilkan kreasi masakan unggulannya yang bertajuk Pepes Tengiri.

Untuk mengaplikasikan teknik memasak dengan sentuhan Molecular Gastronomy, mahasiswa dipersilakan memakai peralatan SousVide untuk merebus telur ayam pada suhu 63 *C selama 35 menit (dipraktikkan oleh Xaveria), Sedangkan ikan tengiri plus bumbunya direbus dengan SousVide pada suhu 50-55*C selama 30-45 menit  (dipraktikkan oleh Fandy Indra).

Tidak hanya SousVide, mahasiswa juga menggunakan mesin Vacuum Sealer mini merek PowerPack untuk mem-vacuum daging ikan tengiri lengkap dengan bumbunya sebelum direbus di dalam SousVide.

Selain itu Charolin dan Yori Yonathan juga mengaplikasikan teknik spheres agar sajiannya lebih menarik saat di-platting, sebelum masakan kreasinya itu dinilai oleh dosen penguji. Sementara itu sambal gado-gado yang dibuat Xaveria juga tidak seperti umumnya melainkan dikeringkan lebih dulu sebelum menjadi bumbunya.

Peralatan masak lainnya yang diusung empat mahasiswa Advanced sentuhan teknik molecular gastronomy di Laboratorium Praktik Culinary lantai 3 Gedung Graha Tristar adalah presto, blender, mixer dan food processor.

Melihat hasil kerja peserta ujian tersebut, maka kreasi masakan mahasiswa Advanced Culinary Class ini layak diapreasiasi. Pasalnya, setiap individu yang terlibat dalam ujian praktik masak itu berupaya sebaik mungkin mengikuti arahan dosen pengujinya.


Untuk informasi lebih lanjut terkait program baru Advanced Culinary Class di Kampus Akpar Majapahit Surabaya, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, silakan Anda menghubungi Telp. (031) 8433224-25, 8480823, Faksilimi (031) 8432050, BB 2AICE131, 25D164CF, 53B4EFD8,sekarang juga.(ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar