twitter

Pages

Senin, 12 Desember 2016

Lebih Dekat dengan Anita Permatasari, Mahasiswi D3 Prodi UPW Akpar Majapahit



Profil Anita Permatasari, Mahasiswi D3 Akpar Majapahit 

Selain Kuliah Juga Jadi Foto Model Freelance, Sebuah Keputusan Cerdas Demi Menambah Pengalaman Kerja

 
BAGI sebagian orang, keputusan untuk kuliah sekaligus menyalurkan bakat sebagai foto model freelance-an merupakan sebuah pilihan cerdas bagi Anita Permatasari, mahasiswi D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Semester III Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya ini. Untuk memuluskan semuanya itu, ia harus pandai-pandai membagi waktu dengan baik jika tidak ingin agenda perkuliahannya berantakan di tengah jalan. 

Pasalnya, tidak mungkin tempatnya bekerja –sekalipun hanya bekerja paro waktu (freelance), mana mungkin mau dinomorduakan demi kepentingan kuliah seseorang, kecuali ada komiten lebih dulu antara pemberi kerja dengan penerima kerja atau pekerjanya.

Fenomena ini yang sekarang dijalani gadis mungil yang akrab disapa Meiyan Kang itu tidak lepas dari hobinya yang suka difoto sejak masih bocah imut dengan gayanya yang lucu dan menggemaskan. Setelah beranjak dewasa (pasca lulus SMA Taruna Nusa Harapan di Mojokerto) hobi fotogenik-nya disalurkan sebagai foto model freelance–an, yang berlanjut hingga kuliah di Akpar Majapahit, sejak 2015 lalu.

Nah, keputusan kuliah sekaligus merangkap sebagai foto model freelance-an dilakoni dengan penuh suka cita. Seiring dengan berjalannya waktu, Meiyan pun ditawari menjadi Sales Promotion Girl (SPG) untuk mempromosikan produk baru sebuah perusahaan.

Ketika perkuliahan memasuki Semester II, Meiyan mengaku kalo dirinya sempat kebanjiran job order (pekerjaan). Pasalnya, saat itu sekitar September 2015, sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

”Peluang emas itu tentu tidak saya sia-siakan karena saya juga butuh duit untuk biaya kuliah dan kebutuhan saya pribadi,” tutur anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Edy Hermanto dan Dewa Ayu Gede Ambarawati kepada kru www.culinarynews.info, di kampus Akpar Majapahit, Jumat (09/12/2016).

Menyusul banyaknya job pada saat itu, maka Meiyan pun memutuskan berkonsultasi dengan Kaprodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit Dewi Mariyanah M.Par., untuk mendapatkan dispensasi jika jadwal perkuliahan ada yang bolong-bolong

Pasalnya, uang dari nge-job sebagai foto model freelance dan SPG itu sebagian dialokasikan untuk biaya kuliahnya juga. Mengingat, untuk menyelesaikan kuliah sampai lulus D3 dengan gelar Ahli Madya Pariwisata (AMd.Par) nanti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

”Puji Tuhan, Kaprodi bisa menerima penjelasan saya. Makanya saya berterima kasih banget atas support beliau dan teman-teman UPW Akpar Majapahit Semester III,” ujar perempuan kelahiran Surabaya, 28 Juni 1997 silam dengan tinggi 160-an centimeter tersebut.

Sampai saat ini, job order sebagai foto model freelance dan SPG tetap mengalir seperti biasa berkat dukungan jaringan pertemanan di media sosial (medsos), baik WhatsApp (WA), BlackBerry Messenger (BBM), Twitter, Line maupun Instagram, yang bisa diakses dari ponsel cerdas (smartphone) yang ada dalam genggamannya. ”Nah, berkat dukungan jaringan pertemanan saya di social media, maka job order terus jalan, kuliah pun jalan terus, ha ha ha…,” tandas Meiyan, sambil tertawa ngakak.

Diakui Meiyan, kalau dari hobi yang ditekuni serius bisa mendatangkan uang. Contoh, kesukaannya menjadi foto model sekalipun hanya paro waktu (freelance), akhirnya ia bisa memperoleh penghasilan sendiri. Bahkan hasilnya bisa disisihkan untuk membantu orangtua.

Sebetulnya, selain foto model, dirinya juga suka olahraga basket dan traveling. Sejak kuliah, kesukaannya bermain basket kala masih duduk di bangku SMA Taruna Nusa Harapan Mojokerto sepertinya harus dikubur dalam-dalam, sementara hobi traveling tetap berlanjut hingga sekarang karena selaras dengan perkuliahannya di Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit.

Ia mencontohkan saat kali pertama –sekitar November 2015-- dapat job menjadi foto model pada acara Bangkalan in Frame yang dihelat Komunitas Fotografer Surabaya dan Madura, dia dengan enjoy memeragakan baju batik khas Madura di Alun-alun Kota Bangkalan. Padahal, kala itu, honor yang diterimanya tidak lebih dari Rp 250 ribu hanya untuk sekali tampil.

Selanjutnya pada Januari 2016. Meiyan Kang bersama sejumlah foto model freelance dari Surabaya di-order menjadi pagar ayu –biasanya melibatkan 8-16 orang yang jadi pagar ayu-- pada acara pesta pernikahan anak seorang pengusaha Tionghoa yang dihelat di Grand Royal Ballroom Kertajaya Indah (Apartemen Puncak Kertajaya).

Terhitung sejak Februari 2016 lalu, Meiyan Kang mulai ekspansi dan menjajal jadi seorang Sales Promotion Girl (SPG) melalui perusahaan jasa penyedia SPG. Ia kali pertama melakoni jadi SPG produk alat-alat olahraga keluaran Advance Co. Ltd, yang mensponsori sebuah acara rafting di Songa Rafting Probolinggo. Saat menghadiri acara rafting itu ia anggap sebagai traveling juga. Dan selanjutnya ia dipercaya untuk menjaga pameran produk Advance di Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya.

”Selama jaga pameran 13 hari di PTC Surabaya, saya ijin dua kali karena berbarengan dengan jadwal Ujian Akhir Semester (UAS) di D3 prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit. Saat itu, saya mendapatkan honor Rp 150 ribu perharinya. Lumayanlah untuk menutup kebutuhan sehari-hari,” terang Meiyan Kang saat ditanya honornya menjadi SPG.

Pada lain kesempatan, Meiyan Kang di-order oleh Panasonic menjadi SPG di Hartono Giant Sidoarjo, September 2016 lalu. Nah, karena jadwalnya kena shift pagi sampai sore, maka dia memutuskan ijin tidak mengikuti perkuliahan selama sepekan ke pihak akademik dan mendapat dispensasi dari Kaprodi UPW Akpar Majapahit, Dewi Mariyanah M.Par.

Job order berikutnya adalah menjadi foto model (photoshoot) bersama sejumlah model lainnya pada acara alLAbout Photography di Jl. Tunjungan. Acara itu disponsori sebuah perusahaan rokok ternama di Surabaya yang memproduksi LA Light.

Di waktu yang lain, Meiyan dipercaya menjadi penerima tamunya Usher, perusahaan hiburan malam, yang saat itu menghelat acara nonton bareng (nobar) sepak bola di Java Paragon Still Road Café dan Rado Café. Event nobar tersebut dihelat selama tiga kali dengan honor Rp 500 ribu perevent-nya.

Selanjutnya pada Oktober 2016, Meiyan kembali menjadi SPG pabrik rokok Gudang Garam (GG) untuk menyukseskan acara Urban Gigs di lapangan futsal Ole-Ole Jl. Raya Ngagel Surabaya, menjadi foto model (photoshoot) pada pameran sepeda motor modifikasian  yang dihelat Dinas Pariwisata Bangkalan Madura.

”Akhir tahun ini, saya lagi negosiasi dengan Event Organizer (EO)-nya pameran motor gedhe (moge) di Java Paragon dan Shangri-La Hotel, full time mulai pukul 11.00-23.00 selama 20 hari kerja dengan honor Rp 250 ribuan perhari. Mengingat kontraknya tidak boleh ijin, maka saya jauh hari sudah sounding ke bu Dewi. Moga-moga tidak meleset,” ungkap Meiyan Kang, penuh harap. 

Jika rencana tersebut dikabulkan oleh-Nya, tentu menjadi kado manis bagi Meiyan Kang karena dirinya bisa menikmati Natal dan Tahun Baru yang berkesan bersama segenap keluarga besarnya di Surabaya dan Mojokerto. Selamat dan sukses. Good Bless You….! (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar