twitter

Pages

Selasa, 06 Desember 2016

Belajar Membuat Latte Art Bersama Marco Y. Lekatompessy dari Just Cafe



Berbagi Ilmu dengan Dosen Tamu Marco Yustinus Lekatompessy

15 Mahasiswa Advanced Culinary dan Pastry Class Diajarkan Cara Membuat Latte Art (Naskah ke-1 dari Dua Tulisan)

MENYIKAPI pesatnya perkembangan teknik meracik kopi saat ini, maka 15 orang mahasiswa Advanced Culinary & Pastry Class --D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary & Pastry (Patisserie), mendapatkan tambahan pengetahuan tentang teori dan praktik membuat Latte Art dari dosen tamu Marco Yustinus Lekatompessy, bartender professional sekaligus praktisi bisnis café & resto, selama lima hari, mulai Senin (28/11/2016)-Jumat (02/12/2016), di Dapur Culinary 2  Kampus Akpar Majapahit.
 
Dari 15 orang mahasiswa itu, 11 diantaranya merupakan mahasiswa Advanced Pastry Class. Mereka adalah Dina Merlina Kristanti, Errina Tamara Dewi, Givari Madagaskar, Hariyanti Suwinto, Imanda Islamiah, Kania Ayu Khuzaimah, Lia Valentina, Nathalia Faustine Yulianto, Sanford Surya Jaya, Savina Hanie Budiharjo dan Sheiva Nursabrina. Sedangkan sisanya adalah mahasiswa Advanced Culinary Class. Mereka adalah Angelina Xaveria Sari Dewi, Charolin Johannes, Fandy Indra dan Yori Yonathan Cipta.

Kehadiran dosen tamu Marco, di hadapan mahasiswa Advanced Culinary & Pastry Class  Akpar Majapahit ini, selain mengajarkan teori dasar meracik kopi (barista) ala café & resto sesuai standar industri pariwisata dan perhotelan, juga berbagi ilmu pengetahuan bahan mulai jenis kopi Robusta dan Arabica yang dibudidayakan di Indonesia termasuk kelebihan kopi luwak dibandingkan kopi biasa.

Tak hanya itu, mahasiswa juga dibekali tentang cara pemanenan dan pengolahan biji kopi (pascapanen) menjadi bubuk kopi, bubuk cokelat (chocolate), fresh milk, simple sirup, es batu (tube ice) dan air hangat hingga peralatan apa saja yang diaplikasikan untuk belajar membuat latte art.

Pada kesempatan itu, Marco mengungkapkan, secara umum cara meracik kopi seperti yang sudah diajarkan dosen di kelas. Karena itu, kehadirannya di hadapan mahasiswa untuk berbagi ilmu sekaligus mengingatkan kembali bagaimana cara meracik kopi dengan tampilan nan cantik (latte art) desain kekinian, yang sekarang lagi trend di pasaran. 

”Dan diharapkan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran kali ini bisa memperoleh manfaat dan pengalaman baru tentang latte art yang barangkali belum diajarkan di kelas,” ujar Marco, pengelola Just Café di kawasan Darmo Permai kepada kru www.culinarynews.info di Dapur Culinary 2, Kamis (01/12/2016) siang.

Pada tatap muka hari pertama dan kedua, Senin dan Selasa (28-29/11/2016), Marco Yustinus Lekatompessy hanya mengajarkan teori dasar teknik meracik kopi sesuai standar industri, mengenal kopi yang dibudidayakan di Indonesia,  cara pemanenan biji kopi, pengolahan pascapanen kopi menjadi bubuk kopi siap sedu, pengetahuan bahan pendukung meracik kopi seperti simple sirup, bubuk cokelat, tube ice (es batu), fresh milk, air hangat dan peralatannya  kepada mahasiswa.

Pada pertemuan hari ketiga, Rabu (30/11/2016), mahasiswa dikenalkan sejumlah peralatan meracik kopi yang biasa ditemukan di café-café modern, seperti grander coffee (penghancur biji kopi matang menjadi bubuk halus), coffee maker (mesin pembuat kopi), teko, termometer cairan.

Perkuliahan yang dihelat pada akhir November 2016 itu, coffee maker yang dibuat untuk praktik mahasiswa adalah coffee maker merek Nouva Simonelli buatan Italia. Dengan alat itu, mahasiswa bisa mempraktikkan secara langsung teknik membuat latte art sesuai arahan dosen pembimbing, tapi bahannya bukan bubuk kopi melainkan  bubuk cokelat  dan fresh milk.

Sedangkan praktik membuat latte art sesuai standar industri pada tatap muka hari keempat, Kamis (01/12/2016),  bahan yang digunakan bukan bubuk cokelat tetapi  biji kopi yang sudah matang atau bubuk kopi, fresh milk (krim), simple sirup, es batu dan air hangat. 

Makanya tidak heran jika saat ini banyak orang setuju bahwa membuat secangkir kopi espresso yang enak merupakan sebuah seni tersendiri. Membuat latte art mengacu pada pembuatan pola yang terbuat dari busa di atas minuman espresso. Jika Anda ingin mengasah bakat barista (ahli pembuatan kopi) yang terpendam dalam diri Anda, latte art merupakan sebuah teknik penting, yang dapat memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menguasainya.

Untuk informasi lebih lanjut terkait program baru Advanced Culinary & Pastry Class di Kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, silakan Anda menghubungi Telp. (031) 8433224-25, 8480823, Faksilimi (031) 8432050, BB 2AICE131, 25D164CF, 53B4EFD8, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar