twitter

Pages

Minggu, 27 November 2016

Mahasiswa Advanced Culinary Class Adu Kreasi Buat Makanan dengan Sentuhan Teknologi Pangan



Mahasiswa Ujian Praktik Masak Diapresiasi Chef Haris Suseno

Empat Mahasiswa Advanced Culinary Class Beradu Kreasi Membuat Makanan dengan Sentuhan Teknologi Pangan 

USAI mengikuti perkuliahan dan praktik masak dengan sentuhan Teknologi Pangan (Food Tech) selama empat hari, empat mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary (Advanced Culinary Class), beradu kreasi membuat makanan bercitarasa tinggi dalam ujian praktik masak dengan sentuhan Teknologi Pangan, pada Jumat (25/11/2016).

 
Ujian tersebut untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa Advanced Culinary Class setelah mengikuti praktik masak dengan sentuhan Teknologi Pangan (mengkreasi bumbu siap saji dan aneka sambal kemasan) menjadi sebuah sajian makanan yang menggoda selera, seperti yang telah diajarkan oleh chef Haris Suseno.

Empat mahasiswa Advanced Culinary Class yang mengikuti ujian praktik masak dengan sentuhan Teknologi Pangan itu adalah Angelina Xaveria Sandra Dewi, Yori Yonathan Cipta, Charolin Johannes dan Fandy Indra, di Laboratorium Praktik Teknologi Pangan Tristar Institute Lantai 2, Jl Jemursari No. 234 Surabaya

Selama tatap muka, pekan lalu, chef Haris, sapaan akrab Haris Suseno mempraktikkan cara pembuatan bumbu jangkep siap saji seperti bumbu kuning, bumbu putih, bumbu merah dan bumbu oranye. Bumbu rawon, misalnya, termasuk kelompok bumbu putih namun warna hitamnya berkat tambahan keluwek saat meracik bumbu rawon tersebut.

Selain membuat bumbu siap saji, mahasiswa Advanced Culinary Class juga diajarkan membuat aneka sambal dalam kemasan oleh chef Haris, di Laboratorium Culinary Akpar Majapahit Lantai 3, Gendung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, pada Senin (21/11/2016) sampai Kamis (24/11/2016).

Sementara itu, dalam ujian praktik masak dengan sentuhan Teknologi Pangan kali ini, mahasiswa Advanced Culinary Class kembali diberikan kebebasan memilih jenis masakan sesuai kreasinya masing-masing, namun tema yang diusung harus sesuai dengan materi yang telah diajarkan sebelumnya, yakni membuat kreasi masakan yang bercitarasa tinggi dengan sentuhan Teknologi Pangan.

"Prinsipnya, melalui ujian praktik masak dengan sentuhan Teknologi Pangan ini, kami mengajak mahasiswa berkreasi membuat makanan dengan tampilan dan citarasa tinggi, namun bumbu siap saji dan sambalnya dibuat lebih dulu oleh mahasiswa," terang chef Haris Suseno kepada kru www.culinarynews.info, pekan lalu.

Dalam ujian kali ini, karya mahasiswa dinilai dari empat pendekatan yakni kreativitas, penampilan, citarasa dan kebersihan. Penilaian ini mengacu pada standard operation procedure (SOP) di industri perhotelan. Dosen penguji memberikan  waktu ujian praktik masak itu sekitar dua jam 30 menit, mulai pukul 09.00-11.30.

Pada ujian praktik masak dengan sentuhan Teknologi Pangan yang dihelat pada hari Jumat (25/11/2016), Angelina Xaveria Sandra Dewi mengangkat tema masakannya dengan titel Sambal Goreng Jantung Ampela dengan Sambal Matah, sedangkan Charolin Johannes menyodorkan resep masakan andalannya yakni Soto Ayam.

Sementara itu, Yori Yonathan Cipta mengenalkan masakan kesukaannya dengan nama Ayam Itam, sedangkan Fandy Indra mengusung masakan hasil kreasinya dengan sebutan Bebek Bakar Kuah Kobong (Bebek Kobong).

Melihat hasil kerja peserta ujian tersebut, maka kreasi masakan mahasiswa Advanced Culinary Class ini layak diapreasiasi. Pasalnya, setiap individu yang terlibat dalam ujian praktik masak itu berupaya sebaik mungkin mengikuti arahan dosen pengujinya dan tampil all out dalam mengaplikasikan SOP di industri perhotelan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait program baru Advanced Culinary Class di Kampus Akpar Majapahit Surabaya, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, silakan Anda menghubungi Telp. (031) 8433224-25, 8480823, Faksilimi (031) 8432050, BB 2AICE131, 25D164CF, 53B4EFD8,sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar