twitter

Pages

Senin, 07 November 2016

Ir Juwono Saroso MM dan Keluarga Besar Kangen-kangenan dan Makan Siang Bareng di Matoa Cafe

Indahnya Kebersamaan Keluarga Besar Toko Jogja dari Tulungagung

Ir Juwono Saroso MM dan Keluarga Besar Kangen-Kangenan dan Makan Siang Bareng di Matoa Cafe

SEBANYAK 20-an anggota keluarga besar Toko Jogja dari Tulungagung mengadakan pertemuan informal bersama Ir Juwono Saroso MM di Matoa Café, baru-baru ini. Mereka ramai-ramai datang ke Matoa Café Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Sabtu (17/09/2016), untuk memenuhi undangan jamuan makan siang (lunch) bareng.


Kedatangan keluarga besar Toko Jogja di Matoa Café (di lobi Gedung Graha Tristar) sehubungan dengan kepulangan pasangan Eko Soendoro dan Feisiangni Widjaja bersama dua hatinya, yakni Brian Soendoro dan Michelle Soendoro dari Philadelphia Amerika Serikat (AS) ke Surabaya.

Menurut penelusuran Wikipedia bahasa Indonesia, Philadelphia  adalah kota terbesar di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Meskipun bukan merupakan ibu kota negara bagian, (ibu kota Pennsylvania adalah Harrisburg), Philadelphia merupakan salah satu kota paling bersejarah di Amerika.
Menurut sensus tahun 2000, Philadelphia ditetapkan sebagai kota terbesar kelima di Amerika Serikat. Perkiraan penduduknya pada 30 Juni 2005 lalu adalah 1.470.151 jiwa. Luasnya adalah 349,9 km2.
Di Philadelphia ini terdapat kebun binatang pertama di Amerika Serikat. Selain itu, Philadelphia juga merupakan tempat persangrahan Liberty Bell yang memiliki makna historis. Perjuangan kemerdekaan Amerika banyak melibatkan kota Philadelphia; ibu kota AS bahkan sempat dipindahkan ke Philadelphia.
Philadelphia diapit oleh dua sungai yakni Sungai Delaware dan Sungai Schuylkill. Pusat kotanya dinamakan center city; di sini terdapat kawasan Pecinan. Sementara bagian selatan Philadelphia biasanya disebut South Philly, di mana banyak bermukim warga Indonesia yang bekerja baik secara legal maupun ilegal. Perkiraan terakhir terdapat tidak kurang dari 5000 warga Indonesia yang menetap di South Philly.

Nah, mumpung keponakannya tersebut belum balik ke Negeri Paman Sam, Ir Juwono Saroso MM --yang juga Presdir Tristar Group-- berinisiatif untuk mengundang keluarga besarnya dalam acara jamuan makan siang (lunch) secara informal di Matoa Café. Undangan itu pun disambut suka cita oleh sejumlah anggota keluarga besar Toko Jogja terutama mereka yang berdomisili di kawasan Surabaya dan sekitarnya.  


Dari 18 anak dari pasangan Lim Giok Kwie Nio alias Mariamah dan Koo Tjin Lok (pemilik Toko Jogja di Tulungagung), saat ini tinggal sembilan orang yang masih hidup, sedangkan sisanya sudah meninggal dunia.


Sekadar informasi, Toko Jogja awalnya menyediakan bumbu kain batik tulis dan bahan-bahan untuk membuat kain batik. Toko Jogja ini tetap eksis hingga 1955 dan usaha itu terus bertahan dengan menjual kain batik sampai 1970-an. Dalam perjalanannya, Toko Jogja sekarang tidak lagi berdagang kain batik melainkan banting setir dengan menjual minyak wangi dan menyediakan bahan-bahan kimia.


Sementara itu, sembilan orang anak pasangan Lim Giok Kwie Nio dan Koo Tjin Lok terdiri dari enam perempuan dan tiga laki-laki. Mereka adalah Koo Seng Hoo, anak ke-7, sekarang menetap di Lawang, Sedangkan Koo Kiem Hiang, anak ke-9 tinggal di Surabaya. Dari pernikahannya, Koo Kiem Hiang dikaruniai tiga anak yakni Ekowati, Ir Juwono Saroso MM dan Jim Fung.


Berikutnya adalah Koo Kiem Hwee, anak ke-10 tinggal di Tulungagung, sedangkan Koo Kiem Sian Nio, anak ke-12 saat ini tinggal di kawasan Rungkut (Surabaya). Sementara itu, Koo Kiem Tjian Nio, anak ke-13, sekarang bermukim di Jogjakarta.


Selanjutnya adalah Koo Kiem Sing, anak ke-14, saat ini memilih untuk mengisi hari tuanya dengan menetap di Kedunganyar (Surabaya), sedangkan Koo Jin Han, anak ke-16, kini bermukim di Ibukota Jakarta.


Sementara itu, Koo Seng Han, anak ke-17, sampai saat ini bertahan di Tulungagung bersama keluarga sekaligus meneruskan kelangsungan usaha Toko Jogja, sedangkan Koo Seng Djiang, anak ke-18, sekarang memilih untuk menetap di Palu (Sulawesi Tengah) bersama keluarganya.

Menurut Juwono,  keponakannya yakni pasangan Eko Soendoro dan Feisiangni Widjaja bersama dua buah hatinya, Brian Soendoro dan Michelle Soendoro ini jauh-jauh pulang kampung dari Philadelphia, Amerika Serikat (AS) ke Surabaya, untuk melepas kangen dengan orang tua – Koo Kiem Tjian Nio, anak ke-13 pasangan Lim Giok Kwie Nio dan Koo Tjin Lok-- dan tentu saja dengan seluruh keluarga besar Toko Jogja dari Tulungagung. 

Eko Soendoro dan keluarganya mendarat di Surabaya pada 31 Agustus 2016 dan kembali ke Negeri Paman Sam pada 27 September 2016 lalu. Nah, mengingat waktunya masih longgar, Juwono berinisiatif mempertemukan anggota keluarga besar terutama yang menetap di Surabaya dan sekitarnya untuk menikmati sajian makan siang bareng di Matoa Café sekaligus kangen-kangenan sambil melihat dari dekat fasilitas Kampus Akpar Majapahit yang dikelolanya.

Kegembiraan terlihat dari wajah Koo Kiem Tjian Nio, ibunda Eko Soendoro melihat menantu dan dua orang cucunya saat mereka ngumpul bareng anggota keluarga besar Toko Jogja yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya. ”Saya memberi apresiasi terhadap inisiatif Juwono yang menjadi tuan rumah dalam acara dadakan siang ini,” tutur  Koo Kiem Tjian Nio yang sekarang tinggal di Jogja kepada kru www.culinarynews.info.

Feisiangni Widjaja, menantunya, saat itu tampak asyik menyuapi Brian Soendoro sedangkan adiknya, Michelle Soendoro. duduk manis di gendongan papanya, Eko Soendoro. Sementara itu, Juwono Saroso, yang bertindak sebagai tuan rumah, siang itu juga terlihat sibuk memesankan aneka menu makanan dan minuman untuk jamuan makan siang (lunch) keluarga besarnya kepada waiters Matoa Café.

Beberapa menu yang dihidangkan untuk jamuan makan siang tersebut antara lain empal bumbu laos, cap jay, ca kailan, sayur asem, jamur crispy, ayam cabe garam, ayam asam manis, nasi goreng dan kakap goreng, sedangkan minumannya mulai teh hangat, es teh, aneka juice, aneka coffee hingga air mineral atau air minum dalam kemasan (AMDK).

Usai menikmati jamuan makan siang tersebut, Juwono Saroso mempersilakan anggota keluarga besarnya yang hadir saat itu untuk foto bareng dengan Eko Soendoro, istri dan kedua buah hatinya. Inilah indahnya kebersamaan dari keluarga besar Toko Jogja dari Tulungagung. Tradisi ini dipertahankan turun temurun oleh anak dan cucu Lim Giok Kwie Nio dan Koo Tjin Lok, pendiri Toko Jogja.



Nah, Anda tertarik untuk menghelat acara arisan keluarga, jamuan makan bersama kerabat dekat, pesta ulang tahun dan sebagainya yang berkesan mendalam, silakan menghubungi Tim Marketing Matoa Cafe Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar