twitter

Pages

Jumat, 18 November 2016

Chef Haris Ajarkan Teknik Masak Ayam Goreng Kremes, Ayam Goreng Kalasan, Sup Ayam



Kursus Masak di Laboratorium Praktik Tristar Institute
Awalid9
Chef Haris Suseno Bimbing Peserta Kursus Masak Ayam Goreng Kremes, Ayam Goreng Kalasan, Sup Ayam



PADA hari Rabu (16/11/2016) siang, Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya melayani pelatihan memasak ayam goreng kremes, membuat kremesan ayam goreng, bumbu labur ayam goreng kremes, ayam goreng Kalasan, tepung fried chicken, bumbu rendeman (marinade), sup ayam dan sambal ayam goreng oleh chef Haris Suseno dan Ferdianto, asistennya.


Berbicara tentang ayam, banyak sekali masakan yang bisa diolah dan dikreasikan dari bahan dasar ayam, misalnya ayam goreng tepung, ayam kecap, balado ayam, opor ayam atau ayam goreng. Untuk ayam goreng merupakan salah satu olahan ayam yang sangat mudah dan sederhana karena pengolahannya tak membutuhkan waktu yang lama dalam memasaknya.

Barangkali jika ayam digoreng disajikan begitu-begitu saja, lama kelamaan bosan juga, makanya perlu dikreasikan lagi ayam goreng yang lezat itu dengan ditambahkan kremesannya. Yang spesial dari resep ayam goreng ini tentu saja kremesan yang menemani ayam goreng, meskipun pada dasarnya ayam goreng itu sudah memiliki rasa enak dan gurih.

Ayam goreng semakin enak dan lezat dengan kremesan yang terbuat dari tepung beras. Sekadar informasi ayam goreng kremes sendiri memang identik dengan kota Jogjakarta dan sekitarnya. Pasalnya, di kota itu banyak restoran yang menyajikan ayam goreng kremes sebagai menu utamanya. Di antara restoran yang sudah kondang menyajikan menu ayam goreng kremes yakni Restoran Ny. Suharti dan Mbok Berek.

Citarasa ayam goreng yang enak dengan kremesannya yang gurih karena terbuat dari sisa air bumbu bekas rebusan ayam dan santan semakin menciptakan kenikmatan tersendiri disetiap suapnya. Ayam goreng kremes cocok sekali disajikan dengan nasi putih yang pulen beserta sambal dan lalapannya.

Praktik membuat ayam goreng kremes ala resto inilah yang diajarkan instruktur dari Laboratorium Praktik Tristar Institute kepada peserta kursusan. Pelatihan ayam goreng kremes yang diasuh chef Haris itu diikuti empat orang peserta dari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Empat orang peserta pelatihan itu adalah H.M. Sadli, Parhiah, Yuliana Sari dan Linawati Devi. Pelatihan masak ayam goreng kremes di Tristar Institute ini dibiayai oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren At-Thohiriyah Al-Fadiliyah (Yathofa), Lombok Tengah NTB, H. Fadli Fadel Thohir. Pesantren tersebut selain mendidik 500-an santri, juga mengelola Rumah Sakit (RS) Yathofa dan kawasan wisata (hotel, restoran dan pemandian) di Kembangseri Lombok Timur

”Nah, sebelum pembangunan kawasan wisata terpadu itu rampung, kami disekolahkan dulu untuk belajar masak kepada ahlinya. Materi pelatihan di Tristar Institute selain kursus noodle making dan aneka ayam goreng, juga belajar masak rawon, soto ayam, soto daging, pepesan ikan laut, aneka mie goreng dan nasi goreng selama empat hari berturut-turut,” kata H.M. Sadli kepada kru www.culinarynews.info di sela kursus masak aneka ayam goreng, Rabu (16/11/2016).

Saat ini, dirinya dipercaya mengelola kantin di RS Yathofa milik H. Fadli Fadel Thohir. Menu makanan di kantin itu sebagian besar merupakan masakan khas Lombok. Sehabis belajar masak di sini, pihaknya akan menambah ragam menu di kantin sehingga konsumen punya lebih banyak pilihan.

”Nantinya menu-menu baru ini juga kami aplikasikan di restoran yang akan dibuka di kawasan wisata Kembangseri Lombok Timur, seperti harapan Ketua Yayasan Pondok Pesantren At-Thohiriyah Al-Fadiliyah (Yathofa), Lombok Tengah, NTB,” terang H. Sadli di dampingi Parhiah, Yuliana Sari dan Linawati Devi.

Mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan dari chef  Haris mulai pengenalan bahan dan bumbu-bumbunya, peralatan masak hingga teknik pengolahan ayam kremes yang enak berikut cara membuat sambalnya.

Kepada peserta kursus masak ayam kremes, chef  Haris mengatakan, untuk membuat ayam kremes yang enak, selain faktor pemilihan bumbu dan cara mengolahnya, juga aspek pemilihan ayam punya peranan penting.

Untuk skala ekonomi (buka usaha), ayam yang dipilih adalah ayam pejantan dengan bobot 750-900 gram per ekornya. Ayam pejantan ini di samping harganya ekonomis, juga mudah dicari di pasar tradisional. Selain cocok untuk dibuat ayam kremes, ayam pejantan ini juga direkomendasi untuk dibuat ayam tulang lunak.

”Selama praktik masak membuat ayam kremes, peserta selain saya ajarkan pengetahuan bahan, teknik memotong ayam yang betul, ngungkep bumbu dan masak daging ayam (bisa pakai presto), juga  diajarkan cara membuat kremesannya dan sambal bajak,” terang chef Haris, yang saat ini menempuh Program Pendidikan Pascasarjana (S2) Magister Pariwisata di STIEPARI Semarang.
Untuk daging ayam sebaiknya menggunakan ayam kampung, ayam pejantan atau ayam buras agar hasilnya lebih enak, gurih dan makyus. Sebetulnya boleh saja menggunakan daging ayang sayur, tetapi hasilnya kurang maksimal. Pasalnya, ayam goreng kremes ala resto, sebaiknya memakai ayam kampung, ayam pejantan atau ayam buras yang gurih rasanya.
”Demi menjaga agar rasanya tetap enak yang terpenting adalah saat pembuatan bumbunya harus pas, biar hasilnya tetap lezat. Saat meracik bumbu ditambahkan kunir sedikit dalam bumbu ayam goreng kremes bertujuan agar warnanya terlihat lebih cantik,” kata chef Haris Suseno memberikan tips kepada peserta pelatihan.
Nah, Anda tertarik dengan kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Tristar Institute, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar