twitter

Pages

Rabu, 30 November 2016

Ade Dwi Putra Firmansyah, Alumni Akpar Majapahit 2016, Kerja di Kapal Pesiar Apollo Cruise Dubai

Profil Ade Dwi Putra Firmansyah, Alumni Akpar Majapahit 2016 
2
Usai Diwisuda dari Akpar Majapahit, Sekarang Jadi Kru di Main Kitchen Kapal Pesiar Apollo Cruise Dubai

ADE DWI PUTRA FIRMANSYAH (25 tahun) adalah alumni D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary, yang baru diwisuda di Hotel Bumi Resort Surabaya pada Sabtu (26/11/2016). Bujangan kelahiran Surabaya, 19 Mei  1991 silam ini punya kisah menarik ketika mulai merintis karier di kapal pesiar Apollo Cruise Lines Dubai, sejak Mei 2016 lalu.

Mahasiswa peserta Crash Program (Program Percepatan) di D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit ini sebelum diwisuda bersama 139 mahasiswa lainnya, telah merampungkan tugas akhir pra skripsi pada triwulan I 2016. Selanjutkan putra bungsu pasangan M. Firdaus Effendi dan Tutik Yulifa itu langsung memperdalam pelatihan kerja di Tristar Cruise Training Centre (TCTC).

Ketika melakoni pelatihan iintensif selama tiga bulan di TCTC tersebut, Ade dan beberapa teman seangkatannya digembleng oleh chef Yudha Agustian, chef Adeline Nadia Daniel dan chef Ketut.dari PT Ratu Oceania Raya Perwakilan Surabaya.

TCTC sendiri merupakan salah satu unit usaha di bawah Tristar Group yang bekerja sama dengan PT Ratu Oceania Raya membuka pelatihan kerja di kapal pesiar. PT Ratu Oceania Raya berkantor di Bintaro Trade Center Blok C2 No. 12 Sektor VII Bintaro Jaya, Tangerang 15224 Indonesia.

Ihwal Ade Dwi Putra Firmansyah, yang akrab disapa Ade ini memutuskan kerja di kapal pesiar ini memang penuh kejutan (surprise). Bagaimana tidak, usai merampungkan pendidikan Crash Program D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit, lalu memperdalam pelatihan kerja di TCTC, Triwulan I 2016 lalu, dirinya langsung mendaftarkan diri ke PT Ratu Aceania Raya, yang mengageni kapal pesiar Apollo Cruise Lines Dubai.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Surat lamarannya direspons oleh perwakilan Apollo Cruise Lines di Indonesia itu untuk interview langsung dengan utusan dari Apollo Cruise. Ade pun dengan percaya diri bisa mengatasi kendala bahasa saat wawancara dengan orang bule karena anak bungsu dari dua bersaudara ini punya kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL di atas 500).

Selama interview tersebut, Ade yang mengincar posisi jabatan di main kitchen, juga melengkapi sejumlah dokumen pendukung, seperti sertifikat pelatihan kerja di kapal pesiar yang dikeluarkan TCTC, paspor (laut), paspor hijau, buku pelaut (seaman book), sertifikat ketrampilan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (MK3), sertifikat kemampuan berbahasa Inggris, visa kerja (berlaku lima tahun), Certified Cruise Professional (CCP) yang dikeluarkan Prestige Cruise Holdings pada 14 Agustus 2016 dan BST sertificate, surat keterangan sehat dari Kementerian Kesehatan RI, dan lain-lain.

Untuk mewujudkan mimpinya itu, Ade rela merogoh kocek hingga Rp 100 jutaan untuk mengurus segala tetek bengek sertifikat dan dokumen sebelum berangkat ke Dubai, setelah dirinya diterima kerja di kapal pesiar Apollo Cruise Lines Dubai.

Dengan berbekal tiket pesawat gratis dari pihak Apollo Cruise Lines, Ade pun bertolak ke Dubai (Qatar) dari Surabaya ke Dubai dengan transit lebih dulu di Jakarta. Sesampai di Bandara Dubai, Ade langsung dijemput oleh perwakilan dari Apollo Cruise Lines Dubai menuju hotel terdekat untuk beristirahat, sebelum kerja di kapal pesiar tersebut.

Dengan bekal pengalaman nge-chef saat magang kerja di  Empire Palace dan praktik masak di dapur  TCTC, Ade langsung tune in saat ditempatkan di main kitchen untuk bahu membahu dengan kru yang lainnya guna menyiapkan sajian aneka makanan dan minuman bagi 4000-5000 penumpang dan 2000-an anak buah kapal (ABK).

Di main kitchen, Ade bersama kru yang lainnya kerja dua shift perhari mulai pagi hingga malam hari antara lain menyiapkan menu breakfast (sarapan), menu makan siang (lunch), membuat aneka pizza, pasta dan sajian untuk jamuan makan malam (dinner).

Eloknya, kehadiran Ade di main kitchen kapal pesiar itu menambah hangat suasana karena lelaki asal Indonesia ini cepat akrab dengan atasan maupun rekan sejawatnya bahkan dengan ABK yang lain. Tak pelak jika Ade dijadikan ”anak asuh” oleh beberapa kru Apollo Cruise yang berkebangsaan Prancis dan Italia.

Perhatian yang besar terhadap pria dengan tinggi 175 cm itu akhirnya berbuah manis karena kerja kerasnya selama tujuh bulanan di Apollo Cruise, Ade menyabet predikat best employee (karyawan terbaik) yang diserahkan oleh kapten kapal pesiar tersebut. Selamat!

Kesuksesan Ade Dwi Putra Firmansyah merintis karier di luar negeri, tidak lepas dari dukungan orang tua dan kakak sulungnya. Kepada kru www.culinarynews.info, Tutik Yulifa, ibunda Ade mengakui hal itu.

Pasalnya, Ade yang selama ini akrab dipanggil anak mama ini memang dikenal tidak neko-neko. Anak bungsunya itu selalu menuruti setiap nasihat orang tua, termasuk saat menyatakan niatnya bekerja di kapal pesiar.

Padahal siapa pun tahu, kalau kerja di kapal pesiar itu butuh biaya tidak sedikit, bisa sampai puluhan juta rupiah, untuk mengurus tetek bengek dokumen dan sertifikatnya. Satu-satunya andalan membiayai kuliah Ade adalah dari hasil mengelola Salon Ayu The Wedding Innovation, yang digelutinya sejak sepuluh tahun silam. Salon itu buka di Perumahan Sedati Permai Jl. Cendrawasih CC-02 Pabean, Waru, Sidoarjo.

”Eksistensi salon itu benar-benar punya andil besar dalam menopang kuliah Ade, setelah M. Firdaus Effendi, suami saya, pensiun dari perusahaan tempatnya bekerja,” terang Tutik Yulifa di dampingi Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus W. Soetrisno M.Par, di lobi Gedung Graha Tristar, Selasa (22/11/2016).

Di mata Paulus, sosok Ade Dwi Putra Firmansyah dikenal sebagai mahasiswa yang cakap, ramah dan disiplin. Tak salah jika selama menuntut ilmu di D3 Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary, anak didiknya itu juga mengambil program percepatan (crash program). Sehingga, perkuliahan di D3 Prodi Perhotelan bisa diselesaikan lebih cepat dari yang seharusnya tiga tahunan.

”Saya salut atas keputusan cerdas Ade yang melamar kerja di kapal pesiar setelah semua bekal kerja di luar negeri dirasa sudah cukup. Saya juga member apresiasi tinggi terhadap dukungan kedua orang tua Ade yang tiada henti men-support buah hatinya demi meraih sukses dalam hidup dan kehidupannya kelak,” pungkas Paulus W. Soetrisno kepada kru www.culinarynews.info.

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031)8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar