twitter

Pages

Minggu, 02 Oktober 2016

Pemkab Teluk Bintuni Minati Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute



Kepala BPM Ditugaskan untuk Belajar Private Sambal Kemasan
A
Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute Diminati Pemkab Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat

HASIL  kreasi cerdas dua peneliti dari Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute, Lydia Nursanti AMd.Par dan Ir Indah Fitriana, giliran diapreasi oleh Pemkab Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. Sebelumnya pengusaha dari Jakarta juga belajar secara private membuat aneka sambal kemasan di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya.

Bupati Teluk Bintuni menugaskan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pemkab Teluk Bintuni, Lince Idorway, untuk mengikuti kursus private membuat aneka sambal kemasan di Laboratorium Praktik Tristar Institute pada Kamis (29/09/2016).

Peserta pelatihan itu diajarkan Lydia Nursanti dan Indah Fitriana, teknik membuat beberapa resep sambal tradisional dalam kemasan yakni Sambal Bawang, Sambal Bajak Teri, Sambal Ijo, Sambal Taliwang (dari Kaltim) dan Sambal Balacan (dari Maluku dan Papua).

Di pasaran, permintaan masyarakat terhadap sambal kemasan belakangan ini trennya semakin meningkat. Pasalnya, sambal kemasan itu selain bisa tahan lama dalam penyimpanan (3-6 bulan), juga memudahkan dalam penyajiannya bersama makanan utama.

Di swalayan hingga pasar tradisional, sambal kemasan itu sudah dikemas rapi dalam wadah plastik transparan. Dengan demikian sambal kemasan itu memudahkan pecinta sambal membawanya kemanapun karena sangat praktis dibawa kemana-mana.

Bagi Lince Idorway, kedatangannya ke Surabaya untuk kursus private di Laboratorium Praktik Tristar Institute ini adalah kali ketujuh. Sebelumnya Bu Lince, sapaan akrab Lince Idorway ini bersama stafnya, telah mengikuti kursus private membuat kue donat, kue spikoe, roti unyil, aneka sari buah (dari buah nanas, jagung dan jambu biji), kecap dan nata de coco.

Nah, karena jabatannya di Pemkab Teluk Bintuni sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), maka suka tidak suka, mau tak mau, harus mengemban amanah untuk memberdayakan masyarakat setempat khususnya di warga lokal Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat, yang relatif tertinggal dari saudara-saudaranya di Pulau Jawa.

Dalam tugas kesehariannya Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) rutin menggelar pelatihan teknologi tepat guna yang diikuti warga lokal dari Pemkab Teluk Bintuni. Melalui pelatihan intensif  tersebut,  Pemkab Teluk Bintuni ingin mengubah mind set (pola pikir) warga setempat bagaimana mereka bisa berubah dengan mengikuti perkembangan kekinian.

”Nah melalui program pelatihan teknologi tepat guna yang berkesinambungan, saya harapkan ketrampilan peserta semakin meningkat. Demikian pula mind set-nya bisa berubah secara bertahap demi meningkatkan sosial ekonominya, tanpa harus meninggalkan kearifan lokal di daerah asalnya,” tutur Lince Idorway, yang mengaku rumahnya juga menjadi jujukan warga mengikuti pelatihan membuat aneka olahan hasil pertanian dengan mengaplikasikan teknologi tepat guna.

Intensitas kegiatan pelatihan terkait dengan upaya pemberdayaan masyarakat belakangan  juga semakin meningkat, seiring dengan terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), seperti disyaratkan UU tentang Pemerintahan Desa. Oleh karena itu, sambil menyelam minum air, pihaknya juga melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pemberdayaan Masyarakat (BBPM) Kemendagri di Malang.

Tujuan dari kunjungan kerja Kepala BPM di Malang itu karena Pemkab Teluk Bintuni ingin mendatangkan dua instruktur dari Balai Besar Pemberdayaan Masyarakat berbagi ilmu dan pengalaman dalam kegiatan pelatihan yang akan diikuti pengurus desa dan warganya terkait dengan terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di desanya masing-masing.

Karena itulah, setelah dirinya belajar private membuat aneka sambal kemasan di Laboratorium Praktik Tristar Institute, maka pengalaman berharga ini bisa langsung di-share dengan peserta pelatihan aneka olahan hasil pertanian yang akan dihelat BPM Kabupaten Teluk Bintuni di Kota Bintuni dalam waktu dekat.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta Kursus Wirausaha Membuat Aneka Sambal Kemasan di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga. (ahn)

Kampus Tristar Institute, ada di:
Tangerang || Jl. Pahlawan Seribu – Raya Serpong Ruko BSD Sektor 7 Blok RL 31-33
Telp. 021-5380668, 0813 3656 3094, 081232539310, 081217929008,  PIN. D34223AE

Bogor || Jl. Bina Marga No. 19
Telp : 0251-8574434, 081217929008, 082231372022, Pin BB : 53B4EFD8, 2A6A1F4E

Surabaya || Jl. Raya Jemursari 244
Telp. 031-8433224, 0813 5786 6283, PIN. 2B517ECB

Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang 157B
Telp. 031-8480821-22, 0812 1618 1016, PIN. 25D164CF

Surabaya || Jl. Raya Kaliwaron 58 -60
Telp. 031-5999593, 0822 3005 9993

Kota Batu || Jl. Bukit Berbunga No. 10
Telp. 0341-3061525, 0812 3253 9310, PIN. D34223AE


Tidak ada komentar:

Posting Komentar