twitter

Pages

Minggu, 24 Juli 2016

Chef Ari Purwanto Praktikkan Cara Buat Aneka Bakso Bersama Peserta Kursus



Pelatihan Masak di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit
A
Chef Ari Purwanto Praktikkan Cara Buat Bakso Halus, Bakso Kasar, Siomay, Tahu Bakso, Kuah dan Sambal Bakso

CHEF Ari Purwanto kembali berbagi ilmu membuat aneka bakso kepada sembilan orang peserta kursus aneka bakso di dapur kuliner 1 Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, lantai 3 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Sabtu (23/07/2016).

Peserta kursus aneka bakso itu adalah Mushollin (Pasuruan), Mohammad Romli (Bangkalan), Sie Hin Lian (Jogja), Mohammad Widodo (Surabaya),  Siti Nuryani (Madiun), Yayuk Listiani (Waingapu, NTT), Fatmawati (Waingapu, NTT), Retha Dwi Sintha (Gresik) dan Irene Sudiro (Surabaya).

Mereka antusias datang ke Laboratorium Praktik Akpar Mahapahit untuk belajar membuat bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya dari ahlinya langsung.

Kursus aneka bakso –yang meliputi  enam resep-- dengan  dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman dari Laboratorium Praktik Akpar Majapahit chef Ari Purwanto. Selama membimbing peserta kursus aneka bakso, chef Ari, sapaan akrabnya, dibantu oleh Arjun, asistennya.

Kepada kru www.culinarynews.info, Yayuk dan Fatmawati dari Waingapu (NTT) menuturkan, tekadnya jauh-jauh datang ke Surabaya dari Nusa Tenggara Timur (NTT) belajar aneka bakso mulai bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, karena ingin ”menggoyang” Waingapu (NTT).

Kedua wanita paro baya ini bertekad membuat sajian aneka bakso yang berbeda dengan yang sudah ada di Waingapu khususnya, baik dari aspek cita rasa, tekstur hingga cara penyajiannya, setelah belajar di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Surabaya.

”Saat ini, kami baru membuka café & resto di Waingapu, dengan  menyajikan aneka masakan khas daerah NTT. Café itu kami kelola sejak beberapa tahun silam. Setelah belajar membuat aneka bakso di sini, maka menu bakso akan melengkapi menu makanan yang tersedia di café & resto yang kami kelola,” ujar Yayuk di dampingi Fatmawati, kerabat dekatnya.  

Meskipun sudah punya usaha resto, namun dirinya tidak berhenti belajar sekalipun harus terbang ke Surabaya, ia akan melakoni. Pasalnya, ia ingin terus berkarya demi mengapresiasi hobinya masak memasak (kuliner) dengan memperbanyak menu masak yang saat ini dikuasainya sekaligus memenuhi kebutuhan kuliner pelanggan setianya di Waingapu, NTT.

Tidak hanya Yayuk Listiani dan Fatmawati yang antusias mengikuti praktik masak aneka bakso, peserta lain khususnya yang berasal dari luar kota seperti Mushollin (Pasuruan) Mohammad Romli (Bangkalan), Retha Dwi Sintha (Gresik), Siti Nuryani (Madiun) dan Sie Hin Lian (Jogja) juga semakin termotivasi belajar membuat satu paket lengkap bakso  dari A sampai Z.

Antusiasme itu tumbuh setelah mendapat masukan dari chef Ari Purwanto, yang tidak pelit berbagi ilmu selama pelatihan. Instruktur  masak yang berpenampilan kalem ini bahkan memberikan tips dan trik bagaimana membuat bakso yang enak untuk komersial dan disuka konsumen.

Selama kursus aneka bakso, chef Ari juga menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso yang kenyal, kuah daging sapinya jernih dan citarasanya  sedap mengingat kaldunya hasil dari memasak tulang kaki (sengkel) sapi.

Pada saat kursus aneka bakso ini, peserta diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi dan bakso kasar (memadukan adonan daging halus dan tetelan daging sapi yang dicincang kecil-kecil).

Selain bakso, peserta juga belajar membuat siomay (isinya berupa olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah dibumbui plus irisan wortel, bawang prei dan kentang), membuat tahu bakso (isinya dari hasil olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah diberi bumbu ditambah irisan wortel, bawang prei dan kentang).

”Setelah selesai membuat bakso halus, bakso kasar, siomay dan tahu bakso, peserta kursus juga saya ajarkan bagaimana membuat kuah bakso yang sedap. Selain kuah bakso, saya juga mempraktikkan cara membuat sambal bakso yang teksturnya masih kasar sebagai ciri khas sambal tradisional warisan nenek moyang,” ujar chef Ari, yang sehari-hari menjadi dosen pada Prodi Culinary Akpar Majapahit.

Kaldu dari tulang kaki (sengkel) sapi yang dimasak beberapa jam sebelumnya menjadi pilihan utama demi mendapatkan citarasa kuah bakso yang sedap apalagi setelah ditambahkan bawang putih goreng, minyak bawang putih dan bumbu lainnya.

Untuk  membuat bakso yang kenyal dan enak rasanya, selain faktor pemilihan daging, bahan pengenyal daging,  tepung dan bahan pendukung lainnya seperti chicken powder dan bumbunya (bisa Anda beli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Penambahan bahan pengenyal daging –bisa Phosmix MP atau Sodium Tripoly Phosphate (STPP)—dan es batu 100 gram saat membuat adonan daging sapi untuk membuat bakso halus, akan menghasilkan pentol bakso yang kenyal, bertekstur halus dan enak rasanya,” terang chef Ari Purwanto.

Begitu juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) atau Phosmix MP 2,5 gram berfungsi sebagai pengenyal daging sehingga adonan daging utuk bakso halus yang diolah dengan mesin food processor tidak mudah menjadi bubur.

Sebagai tambahan informasi, jika Anda tertarik untuk membeli mesin pembuat penthol bakso dan food processor –karena kapasitas produksi meningkat pesat—maka Anda bisa mengunjungi outlet Tristar Machinery di Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya untuk memenuhi kebutuhan usaha Anda.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar