twitter

Kursus di Surabaya

Tristar Jemursari
Telp: 031- 8480821-22.
031-8433224-25.
Simpati: 0813 3200 3300.
Satelindo: 085731804143
XL: 0817321024.
PIN BB: 2B4E0E95
Jln. Raya Jemursari 234 & 244.

Cooking With The Chef

VCD Tutorial Memasak. Info dan Pemesanan: 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

VCD Tutorial Tata Boga dan Patiseri

Jl.Raya Jemursari 244, Surabaya. 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

Pages

Rabu, 30 Maret 2016

Tristar Machinery Sediakan Berbagai Peralatan Masak Berkualitas



Tristar Machinery Sediakan Berbagai Peralatan Masak Berkualitas

Mesin Pencetak Bakso, Es Puter, Sosis, Mesin Presto, Food Processor hingga Continuous Sealer Diminati Konsumen 


TRISTAR MACHINERY salah satu unit usaha MATOA Group yang punya outlet di Jl Raya Jemursari No. 234 dan Jl Rungkut Mapan Utara Blok CA 24 Surabaya menyediakan berbagai jenis peralatan masak demi memenuhi kebutuhan konsumen setianya.

Selama Triwulan I tahun 2016 ini, permintaan berbagai jenis peralatan masak terus mengalir mulai mesin pencetak bakso, alat es puter manual, sausage stuffer (mesin filling sosis manual), mesin presto industri, freezer (mesin pendingin). food processor, blender, mixer, mini vacuum sealer, spiner, alat penapis minyak, cup sealer, hand sealer hingga continuous sealer

Setiap hari sedikitnya 10 calon konsumen yang datang langsung ke mari untuk mencari peralatan masak. Sedangkan calon konsumen lainnya terutama dari luar kota dan luar Jawa juga banyak yang menghubungi lewat telpon setelah mereka browsing internet.

”Selain tanya-tanya spesifikasi barang dan harganya, mereka juga menanyakan bagaimana pengiriman barang itu kalau pemesannya dari luar pulau,” kata Enny, Koordinator Marketing dari Tristar Machinery kepada kru www.culinarynews.info, di kantornya, Rabu (30/03/2016) siang.

Meningkatnya permintaan berbagai jenis peralatan masak belakangan ini tidak lepas dari gencarnya pihak Tristar Machinery memanfaatkan sistem penjualan melalui jasa media sosial (medsos), proaktif mengikuti pameran dan bersinergi dengan Tristar Institute maupun Laboratorium Praktik Akpat Majapahit (kelompok usaha di jaringan MATOA Group) yang rutin menghelat pelatihan dan kursusan masak.

Pekan lalu, misalnya, tim marketing MATOA Group menjadi salah satu peserta acara Pembekalan dan Latihan Ketrampilan bagi 500-an Polisi dan Pegawai Negeri pada Polda Jatim di Gedung Mahameru Mapolda Jatim. 

”Dalam kesempatan itu, pihak MATOA Group, selain membagikan brosur Program Studi D3 Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit dan jadwal kursusan di Tristar Insitute kepada tamu dan undangan, juga men-display sejumlah peralatan masak jenis portable seperti blender, mixer, food processor, alat es puter manual, alat penggorengan untuk usaha skala rumahan (home industry),” terang Enny di dampingi anggota tim marketing Tristar Machinery Desi, Sofyan dan Tony. 

H Nurdin Firmansyah, owner Binami Bakery Perumahan Sidokare Sidoarjo, misalnya, bersama asistennya memesan mesin continuous sealer yang dibandrol Rp 4,5 jutaan per unit di Tristar Machinery. Mesin sealer ini diaplikasikan untuk mengemas aneka roti yang diproduksi di rumah abah Nurdin, sapaan akrab H Nurdin Firmansyah, sebelum dipasarkan ke warung-warung dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Sidoarjo dan sekitarnya.

Untuk bisa memahami cara pengoperasian dan perawatan mesin continuous sealer, teknisi dari Tristar Institute, Bangkit menjelaskan cara kerja mesin continuous sealer yang untuk pengoperasiannya membutuhkan daya listrik sebesar 500 Watt  kepada Nurdin dan asistennya. 

Mesin sealer merk Powerpack buatan China ini selain suhu (mulai 0-300 *C), kecepatan (0-13 meter permenit) dan lebar sealing-nya (6-15 mm) bisa diatur sesuai kebutuhan, juga dilengkapi dengan informasi expired date yang langsung tercetak di plastik kemasannya.

Selain memesan mesin continuous sealer, abah Nurdin juga memborong mesin filling sosis manual seharga Rp 3 jutaan per unitnya. ”Mumpung belanja di outlet Tristar Machinery Jl Raya Jemursari, saya pesan dua peralatan sekaligus yakni continuous sealer dan sausage stuffer (mesin filling sosis manual) berkapasitas 5 liter karena kedua alat tersebut memang saya butuhkan untuk mendongkrak produktivitas usaha yang sedang saya jalani,” ujarnya.

Tidak hanya abah Nurdin Firmansyah yang kemarin belanja di outlet Tristar Machinery, Bambang dari Kedurus Surabaya, juga tertarik untuk memesan mesin presto industri berkapasitas 6 kg yang dibandrol Rp 8 jutaan per unit. 

Mesin presto industri yang ditawarkan Tristar Machinery selain berkapasitas 6 kg (dengan 3 susun loyang), juga  ada yang berkapasitas 12 kg (5 susun loyang) dipatok Rp 9,8 jutaan dan satu lagi yang berkapasitas 25 kg (8 susun loyang) dihargai Rp 15,5 jutaan per unitnya.

Selain menanyakan spesifikasi barang dan harga, Bambang juga menanyakan layanan purna jual (after sales service) dan garansi pembelian. Menurut pihak Tristar Machinery, setiap produk yang dibeli ada garansi servis (sekitar 1 tahunan). Pembeli juga mendapat spare part berupa satu buah seal karet untuk dipakai cadangan. 

”Misalnya beli satu unit mesin presto, konsumen juga mendapatkan satu buah seal dari karet untuk cadangannya. Seal dari karet yang terpasang  di mesin presto ini termasuk fast moving part,” tambah Sofyan dari tim marketing yang mendampingi Teknisi Tristar Machinery Bangkit kepada kastemernya, kemarin.

Harga barang yang di-display di outlet Tristar Machinery hampir semuanya ada fasilitas diskonnya, maksimum 10 persen. Selain itu, untuk menarik pembeli, Tristar Institute juga melayani jasa antar gratis di wilayah Surabaya dan sekitarnya, untuk pembelian dengan nilai tertentu. 

”Sementara itu untuk pengiriman barang ke luar kota atau luar pulau, pembeli dikenakan biaya ekspedisi yang besar kecilnya disesuaikan dengan jauh dekat alamat kastemer dan ukuran (berat) barang yang akan dikirim,” pungkasnya. 

Nah, untuk informasi lebih lanjut seputar sisik melik peralatan masak untuk usaha skala rumahan (home industry), Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Machinery, Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn) 

Senin, 28 Maret 2016

Tristar Institute BSD - F & B Service Gabungkan F&B Service Dan Product Dalam Gaya Fine Dining Dan Buffet

Tristar Institute BSD - F & B Service

Gabungkan F&B Service Dan Product
Dalam Gaya Fine Dining Dan Buffet

Salah satu program perkuliahan demi mendekatkan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan nyata yang terkait dengan dunia industri pariwisata dan perhotelan, Tristar Institute BSD memberikan pembelajaran yang dapat menjawab tantangan pendidikan di masa kini. Pendekatan belajar mengajar yang melibatkan berbagai macam teori-teori dasar dan praktek F & B Service ini dikemas dengan menarik selama 5 (lima) hari. Materi yang diajarkan mulai dari Pengetahuan Dasar Service, Praktek Fine Dining dan Buffet Set up. Bagaimana keseruan mahasiswa Tristar Institute BSD dalam belajar mata kuliah F & B service kali ini?


Dalam meningkatkan mutu pembelajaran di bidang pariwisata dan perhotelan, Tristar Institute BSD sebagai lembaga pendidikan kuliner yang professional mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, dan melatih ketrampilan yang berbasis pada mutu dan kompetensi berstandar internasional dalam kurikulumnya.
Dengan menggunakan metode praktek, kegiatan pembelajaran F & B service ini terkait dengan tuntutan dunia industri pariwisata dan perhotelan. Sebuah program akademi yang menarik untuk diikuti ini, kali pertama dihelat di lingkungan Kampus Tristar Institute BSD yang melibatkan mahasiswa, dosen maupun jajaran lain di lingkungan kampus.

Akademi Pariwisata Majapahit – Guest Lecture Baking Demo Aneka Hiasan Dari Cokelat

Akademi Pariwisata Majapahit – Guest Lecture

Baking Demo Aneka Hiasan Dari Cokelat
Agar cake yang dibuat terlihat menjadi lebih menarik, salah satunya dengan menambahkan hiasan cokelat pada cake tersebut. Terdapat bermacam macam bentuk hiasan cokelat yang bisa diaplikasikan, mulai dari teknik yang gampang hingga yang rumit. Semua itu dapat dipelajari, lho. Dalam baking demo program guest lecture di kelas Pastry Akpar Majapahit, kehadiran Chef Topan Irianto dan Chef Freddy Yorico dari ChefMate Chocolate memberikan warna tersendiri dalam memberikan materi beberapa trik membuat hiasan cokelat yang gampang dibuat tapi menarik. Seperti inilah antusias mahasiswa kelas pastry saat mengikuti baking demo membuat aneka hiasan dari cokelat.


Berbicara tentang cokelat selain memberi sensasi rasa manis juga memiliki serangkaian karakter yang bisa diciptakan. Nah untuk memperlakukan cokelat menjadi hiasan yang eksotik dalam berbagai tampilan, pastinya diperlukan pemahaman tersendiri.

Dalam pertemuan baking demo kali ini, 2 (dua) chef muda berbakat dari ChefeMate Chocolate ini mengajarkan kepada mahasiswa pastry cara membuat berbagai hiasan dari cokelat. Selama proses pembelajaran, mahasiswa Akpar Majapahit jurusan pastry mendapatkan banyak pembelajaran, diantaranya teknik menangani cokelat, lalu diaplikasikan diatas mousse cake yang telah ditutup dengan cokelat ganache leleh. 

Penasaran’kan bagaimana para chef muda ini membuat hiasan apa saja dari cokelat? Dengan sangat teliti dan hati-hati, Chef Topan Irianto dan Chef Freddy Yorico mengajarkan kepada mahasiswa teknik-teknik dan penggunaan alat-alat untuk pembuatan hiasan. Ada hiasan cokelat bentuk kipas, bentuk kelopak bunga, bentuk bulu angsa, bentuk daun hingga hiasan cokelat berbentuk gulungan panjang. Wow, meski sederhana cara membuatnya, tetapi bisa membuat hiasan dari cokelat ini kelihatan menarik dan cantik.

 “Untuk membuat hiasan dari cokelat leleh, lakukan di tempat yang sejuk. Hindari memegang cokelat terlalu banyak karena akan berpengaruh terhadap warna cokelat akan kusam. Nah, yang penting diingat pada saat memasak cokelat, letakkan panci kedua yang berisi potongan cokelat di atas air panas, aduk hingga meleleh. Pastikan panci dan alat yang digunakan dalam kondisi kering, karena air akan menyebabkan cokelat menggumpal.” jelas Chef Topan.

Belajar Masak 20 Resep Menu Catering di Tristar Institute



Pelatihan Paket 5 Hari Menu Catering di Tristar Institute 

Chef Haris Suseno Berbagi Ilmu Memasak 20 Resep Menu Catering kepada Peserta Kursusan

PELAKU bisnis catering mengungkapkan bahwa bisnis catering boleh dibilang tidak akan pernah mati sekalipun situasi perekonomian sekarang ini lagi gonjang ganjing. Pasalnya, bisnis catering ini merupakan bisnis jasa di mana citra pribadi sangatlah penting. Bisnis jasa identik dengan personelnya. Orang lebih percaya kepada pribadi tertentu yang kharismatik daripada lembaganya.

Hal pertama yang mesti diperhatikan adalah pebisnis ini tidak harus pandai memasak. Namun karena bisnis ini masuk kelompok jasa boga, maka siapa pun yang tertarik terjun di bisnis catering harus menaruh minat yang besar terhadap segala jenis masakan agar pelaku bisnis ini bisa menjelaskan kepada calon konsumen secara detail tentang menu dan masakan yang dibuat.      
                                                                                                                              
Selain itu, pengelola catering semestinya juga didukung oleh koki yang profesional dan keberadaannya punya citra baik untuk kalangan tertentu. Demi kesuksesan bisnis ini, pengelolanya tidak perlu harus jago masak. Tapi yang diperlukan adalah pengelolanya harus cinta kepada masakan karena itu adalah bisnis yang dilakoni.

Fakta empiris inilah yang mengilhami empat perempuan cantik asal Surabaya untuk memutuskan menjadi peserta pelatihan Paket 5 Hari Menu Catering di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya, yang dihelat berturut-turut pada tanggal 21, 22, 23, 24 dan 26 Maret 2016.

Jumat, 25 Maret 2016

500-an polisi saksikan demo pembuatan tempe dan nugget tempe



Demo Pembuatan Tempe dan Nugget Tempe Disaksikan 500-an Polisi  
d
Matoa Group Sukseskan Acara Pembekalan dan Latihan Ketrampilan Pegawai Negeri pada Polda Jatim


MATOA GROUP melalui salah satu unit usahanya yakni Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute turut menyukseskan acara Pembekalan dan Latihan Ketrampilan Pegawai Negeri pada Polda Jatim Tahun Anggaran (TA) 2016 yang dihelat di Gedung Mahameru Mapolda Jatim selama dua hari, tanggal 23 dan 24 Maret 2016.

Pada acara tersebut Majapahit Tourism Academy (MATOA) Group  mendapat jatah satu stand berukuran 3 x3 M2 di area Gedung Mahameru. Kehadiran MATOA Group di Mapolda Jatim tidak sendiri, karena masih ada perwakilan dari sejumlah perusahaan yang diundang untuk meramaikan kegiatan tersebut.

Di antaranya adalah Bank BRI dan BRI Medika, Bank Yudha Bhakti, Bank Woori Saudara, Bank BTPN, Alfamart, Pertamina (UMKM Pertamini), Kebun Sayur Surabaya, Kebab Turki Babarafi, dan produsen pakan ternak, obat-obatan (poultry) sekaligus pemasok bibit ayam day old chicken (DOC) CV Gavin Corporation.

Tim marketing dari  MATOA Group yang terdiri dari Monica Berliana Sulindra dan Tutik Styowati dengan dibantu seorang teknisi dari CV  Tristar Machinery (unit usaha MATOA Group yang lain) memanfaatkan acara tersebut untuk mengenalkan berbagai keunggulan kampus Akpar Majapahit dan Tristar Institute kepada sejumlah pejabat teras Mapolda Jatim beserta jajarannya dan tamu undangan yang hadir.

Rabu, 23 Maret 2016

20 Dosen Akpar Majapahit akan Dikuliahkan S2 di Semarang



Upaya Yayasan Eka Prasetya Mandiri Tingkatkan Kualitas Dosen   

 Akpar Majapahit Gandeng Stiepari, 20 Dosen dan Karyawan Diikutkan  Program Pascasarjana di Semarang


JIKA tidak ada aral melintang, Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata (Stiepari) Semarang akan me-launching Program Pascasarjana (S2) Perhotelan dan Pariwisata awal April 2016 mendatang sekaligus menghelat kuliah perdana.

Kabar baik tersebut sebagai tindak lanjut dari kedatangan rombongan tamu sebanyak 20-an orang dari Semarang (Jawa Tengah) yang terdiri dari Pembina Yayasan Triviaca Prof Dr Dr Soetomo, W.E., M.Pd, Ketua Yayasan Dr Ir Bambang Dwiloka MS, Direktur Stiepari Semarang Reny Apriliani SE, M.Par dan beberapa unsur pimpinan dari Stiepari Semarang yang lainnya ke kampus Akpar Majapahit pada Jumat (08/01/2016) lalu.

Selasa, 22 Maret 2016

Mahasiswa Akpar Majapahit Belajar Susun Tour Programming



Irin Kristanty, SE, M.Par., Dosen Akademi Pariwisata Majapahit 

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Diajarkan Teknik Merancang ’’Tour Programming’’ 

MAHASISWA D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit antusias mengikuti mata kuliah Dokumen Perjalanan (Travel Document) dan Tour Programming yang diasuh oleh Irin Kristanty SE, M.Par., dosen luar biasa Akpar Majapahit di lantai 4 Gedung Graha Tristar, Selasa (22/03/2016).

Pada perkuliahan tersebut dihadiri sedikitnya 12 mahasiswa, yakini Olga Claudia, Diza Faiqotus, Nikita Kinanthi, Eka Yuliany Kurniawati,  Ryo Stanley, Sarah Ferina, Adinda Anastasia, Anita Permatasari, Sari Julianti Ningrum, Andi Ira Isah, Dewa Ayu Kade Utami Dewi dan Rocky Alexander.

Kursus Privat Minuman ala Cafe di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit




Kursus Privat Minuman ala Café oleh Chef Budiono
Peserta Diajarkan Cara Membikin 15 Resep Minuman Mocktail, Squash dan Milk & Cream 
INSTRUKTUR Food & Beverage (F&B) Product Tristar Institute, Chef Budiono dipercaya untuk mengajarkan praktik membuat 15 resep minuman ala café (Mocktail, Squash dan Milk & Cream) secara privat kepada peserta pelatihan dari Surabaya di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit pada Kamis (17/03/2016) siang.
Mocktail adalah aneka minuman ringan (tetapi tidak beralkohol) yang biasa kita minum setelah makan. Bisa bersoda atau tidak, dan rata-rata mengusung rasa yang manis. Hampir semua bahan bisa dijadikan mocktail, dari yang berat seperti es krim atau dapat juga dengan buah-buahan, atau bahkan dengan sayur-sayuran, semuanya dapat dijadikan bahan dasar pembuatan mocktail senyampang tahu bagaimana memadukannya dengan cairan lain seperti sirup atau soda. 

Warnanya yang menarik juga menjadikan mocktail sebagai favorit dalam minuman penutup suatu jamuan. Yang pertama adalah mocktail soda biasa yaitu dengan minuman bersoda dengan campuran sirup biasa. Mocktail jenis ini merupakan mocktail yang sangat  mudah dan gampang meraciknya. Cukup dengan mencampur soda dengan sirup, dan sisipkan irisan buah sebagai pemanis (jika perlu), dan siap dihidangkan. Warnanya dapat diatur dari campuran sirupnya. 

Senin, 21 Maret 2016

Sekolah Politeknik Harapan Kita Tegal Studi Banding dengan Akpar Majapahit

Triwulan I Tahun 2016 Kedatangan Tamu dari Tegal, Jawa Tengah

 Jajaki Kerja Sama, Sekolah Politeknik 
Harapan Kita Studi Banding di Kampus Akpar Majapahit Surabaya  

PADA Triwulan I Tahun 2016, Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya kedatangan tamu dari Sekolah Politeknik Harapan Kita Tegal, Provinsi Jawa Tengah.  

Tamu dari kota Tegal itu terdiri dari Ketua Yayasan Harapan Kita Khafdilah, Direktur Politeknik Harapan Kita Ir Muhammad C. Chambali, Sekretaris Erwadi, Bendahara Harsono dan dua orang staf Siti Hajar dan Sobri Sungkar.

Rombongan tamu dari Tegal itu datang ke kampus Akpar Majapahit Surabaya dengan ditemani Ketua Yayasan Trivicia –pengelola Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata Indonesia (Stiepari) Semarang Dr Ir Bambang Dwiloka MM, Senin (21/03/2016).

Kedatangan rombongan tamu sebanyak tujuh orang dari Jawa Tengah itu disambut langsung oleh Direktur Akpar Majapahit, Ir Juwono Saroso MM dan jajaran pejabat teras Akpar Majapahit Otje Herman Wibowo SE, M.Par (Asisten Direktur II), Mafthucha Dipl Hot., SE, M.Par (Asisten Direktur III), Kaprodi D3 Perhotelan  R. Paulus Sutrisno M.Par dan Direktur Tristar Institute Andrean L. Bandono SE, MM.

Dalam kesempatan itu, Direktur Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso MM berterima kasih atas kedatangan rombongan tamu dari Sekolah Politeknik Harapan Kita Tegal Jawa Tengah ke kampus Akpar Majapahit Surabaya.

Mahasiswa Akpar Majapahit Praktik F&B Service di Kampus

Suhendra Hardja, Dosen Food & Beverage Service

Berbagi Ilmu Food & Beverage Service dengan Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akademi Pariwisata Majapahit


SUHENDRA Hardja, Dosen Food & Beverage Service (FBS) Akpar Majapahit kebagian porsi untuk berbagi ilmu dan pengalaman seputar sisik melik dunia FBS dengan 20 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit, di lantai 4 kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.

Sedikitnya Suhendra Hardja yang akrab disapa Hendra ini sudah tiga kali melakukan tatap muka dengan mahasiswanya saat menjelaskan sisik melik dunia FBS hingga praktik langsung bagaimana cara menyajikan makanan dan minuman yang baik sesuai standar industri perhotelan. Tatap muka perkuliahan FBS dihelat pada  Senin (07/03/2016), Senin (14/03/2016) dan Senin (21/03/2016).

Dengan gaya mengajarnya yang khas, yakni serius tapi santai (sersan), pria bertubuh subur ini tidak pelit saat berbagi ilmu dengan mahasiswanya. Hendra dikenal punya pengalaman luas seputar dunia FBS yang pernah digelutinya saat bekerja di hotel berbintang maupun sejumlah restoran ternama, tidak disia-siakan oleh mahasiswa yang hadir pada perkuliahan dan praktik FBS di lantai 4 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Senin (21/03/2016).

Minggu, 20 Maret 2016

Mahasiswa Tristar Institute Kaliwaron Ujian Praktik Culinary dan Pastry



Ujian Kompetensi Profesi di Industri Perhotelan 

52 Mahasiswa Tristar Institute Kaliwaron Ujian Praktik Membuat Appetizer dan Adonan Berlapis Kreasi Indonesia Modern

SEBANYAK 52 mahasiswa D2 Tristar Institute Kaliwaron jurusan Culinary dan Pastry mengikuti ujian kompetensi profesi di kampusnya Jl. Kaliwaron No. 56-58 Surabaya selama empat hari, terhitung mulai Kamis (170/3/2016), Jumat (18/03/2016), Sabtu (19/03/2016) dan Senin (21/03/2016).

Untuk ujian kompetensi profesi Culinary triwulan I Tahun 2016 diikuti 30 mahasiswa (kelas pagi dan siang), sedangkan ujian kompetensi profesi Pastry triwulan I tahun 2016 diikuti 22 mahasiswa (kelas pagi).

Branch Manager Tristar Institute Kaliwaron Sunarhadi mengatakan, pada triwulan I Tahun 2016, Tristar Institute Kaliwaron menghelat ujian kompetensi profesi Culinary dan Pastry yang diikuti 52 mahasiswa. Untuk kelas pagi dan siang jurusan Culinary ada 30-an mahasiswa yang mengikuti ujian, sedangkan kelas pagi jurusan Pastry tercatat 22 mahasiswa yang mengikuti ujian.

Ujian kompetensi profesi untuk mahasiswa jurusan Culinary kali ini mengusung tema appetizer (makanan pembuka) dengan bahan ikan laut atau ikan air tawar. Appetizer yang dibuat mahasiswa jurusan Culinary ini harus mengandung unsur empat sehat lima sempurna.

Untuk ujian masak membuat appetizer ini waktunya dibatasi selama dua jam, sejak persiapan bahan hingga makanan tersebut disajikan di meja guna dinilai oleh tiga anggota tim penguji yang terdiri dari Chef Afi Yasak, Chef Alexandro (Andre) dan Trully Nugroho. Penilaiannya meliputi tampilan, kreativitas, tekstur dan rasa.

Kamis, 17 Maret 2016

Mahasiswa Akpar Majapahit Kunjungi Museum Malang Tempo Doeloe



Praktik Mata Kuliah Basic Guiding dan Tour Guiding 

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Kunjungi Museum Malang Tempo Doeloe, Candi Singhasari dan Candi Sumberawan

BARU-BARU ini, 13 mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit, yang terdiri dari Daniel Endra, Maily Chandra,  Munifah Bawazier, Dwita Puspa dan Yolanda Afitsa (mahasiswa semester III) serta Anita Permatasari, Eka Yuliany, Olga Claudia, Nikita Kinanthi, Diza Faiqotus, Sarah Ferina, Adinda Anastasia dan Ryo Alexander (mahasiswa semester I) mengunjungi objek wisata di Malang.

Objek wisata yang dikunjungi rombongan mahasiswa yang dipimpin Bapak Eko, sebagai tour leader-nya antara lain city tour di Museum Malang Tempo Doeloe, Ijen Boulevard, Alun-alun Kota Malang, Toko Oen, mengunjungi situs peninggalan sejarah Candi Singhasari dan Candi Sumberawan di Singosari, Kabupaten Malang.

Rabu, 16 Maret 2016

Dosen Akpar Majapahit Apresiasi Program ’English Day’



Dosen Akpar Majapahit Apresiasi Program ’English Day’

Drs Effendi M.Pd Ajak Mahasiswa Proaktif Berbahasa Inggris di Kampus


PROGRAM baru English Day yang dikenalkan kali pertama oleh Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Sutrisno M.Par pada Selasa (09/03/2016) lalu, juga mendapat apresiasi positif dari kalangan dosen di lingkungan civitas akademika Akpar Majapahit yang berkampus di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.

Di antara dosen yang antusias berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mahasiswa Prodi D3 Perhotelan antara lain Drs Effendi M.Pd (dosen English Business), Hardita M.Par (dosen Front Office), R Paulus Sutrisno M.Par (dosen House Keeping), Agus Sudarsono M.Par (dosen House Keeping), Mafthucha SE, Dipl.Hot., M.Par (dosen Service dan Etika).

Usai mengikuti perkuliahan House Keeping yang diasuh oleh R. Paulus Sutrisno M.Par. Selasa (15/03/2016), sejumlah mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit kembali mengikuti Mata Kuliah Umum (MKU) English Business. Mata kuliah ini diasuh oleh Drs Effendi M.Pd.

Dengan gayanya mengajar yang serius tapi santai (sersan), mahasiswa langsung disapa –tentunya dengan menggunakan bahasa Inggris—saat hendak mengajarkan English Business, yang mengangkat tema equipment di hotel dan perkantoran.  

Chorina Olga Della, Kuliah Sambil Kerja ’Part Time’



Kisah Chorina Olga Della, Mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit 

Kuliah Sambil Kerja ’Part Time’, Semula Tak Diminati, Sekarang Keenakan 

SEBAGAI mahasiswa Prodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit, Chorina Olga Della Suprapto, kiprahnya dalam keseharian di kampus, seperti kebanyakan mahasiswa lainnya yang mengambil Program Studi Perhotelan, tampak ceria, energik dan menunjukkan antusiasme tinggi saat belajar di kelas.

Sosok gadis semampai itu terlihat semakin ciamik penampilannya dengan padu padan seragam atasan dan bawahan, dipercantik dengan dasi merah dan dibalut dengan jaket almamater warna ungu kebanggaan mahasiswa dan civitas akademika Akpar Majapahit yang berkampus di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.

Setelah bergabung bersama civitas akademika Akpar Majapahit, Oktober 2015 silam, sekitar pertengahan Januari 2016, Chorina mendapat kabar dari staf Marketing Akpar Majapahit –Farah Fina--- melalui layanan Black Berry Messenger (BBM)  tentang lowongan kerja paruh waktu (part time) di Matoa Café & Resto.

”Semula pesan di BBM itu tidak terlalu saya perhatikan, karena saat itu saya tidak berminat kuliah sambil kerja. Beberapa hari kemudian ada seniornya –Kak Tri-- yang juga menginfokan tentang peluang kerja tersebut. Setelah cukup yakin, saya pun didaftarkan sebagai staf part time di Matoa Café & Resto,” kata Della, sapaan Chorina Olga Della Suprapto.

Tak harus menunggu lama, dirinya kemudian dipanggil oleh Manager Matoa Café & Resto, Yuski, untuk di-interview. Dari wawancara tersebut terungkap bahwa lowongan kerja paruh waktu itu tidak hanya terbuka bagi mahasiswa Akpar Majapahit, tetapi bisa saja diisi orang dari luar kampus, yang memang berminat kerja di café dengan sungguh-sungguh.

”Nah, mengingat saya masih kuliah di Akpar Majapahit, tentu saja pilihan untuk mengisi posisi lowong di Matoa Café & Resto sebagai tenaga part time, akhirnya jatuh pada diri saya. Pengalaman pertama ini menjadi babak baru dalam hidup saya karena kuliah sambil kerja. Setelah menjalani suasana baru selama beberapa hari, saya bisa enjoy juga,” tutur gadis berkacamata ini sambil tersenyum.

Keputusannya untuk menerima tawaran kerja paruh waktu di Matoa Café & Resto itu bukan tanpa alasan, karena setelah dirinya mengkaji secara mendalam, anak pertama dari dua bersaudara kelahiran Jember,  31 Mei 1999 silam ini bisa mengambil keputusan yang terbaik yakni bagaimana bisa menyelaraskan antara waktu kuliah dengan jam kerja di café.

Kuliah sambil kerja yang dilakoni Chorina Olga Della Suprapto memang butuh kepiawaian dalam me-manage waktu demi hasil yang maksimal. Untuk itu, dirinya punya prinsip bagaimana agar keduanya bisa jalan secara harmonis.

Keputusan mengambil peluang kerja paruh waktu, juga dinilainya tepat karena sebagai anak kos, dirinya tidak suka diam sepulang kuliah kemudian cari-cari kegiatan di kampus. Nah inilah yang melatarbelakangi kenapa info kerja paruh waktu akhirnya diambil juga sekalipun pada awalnya dirinya tidak berminat.

”Prinsipnya, seni me-manage waktu inilah yang sukses saya aplikasikan dalam keseharian saya sekarang. Syukurlah semuanya bisa berjalan lancar. Kalau pun suatu saat ada benturan antara jam kuliah dengan kerja di café, saya selalu infokan ke manager café,” terang Della menyampaikan kiatnya.

Misalnya, jadwal kuliah regular  pagi (pukul 08.00-12.00) bisa diselaraskan dengan jam kerja paruh waktu di café, mulai pukul 12.00-17.00 untuk hari Senin-Jumat, sedangkan pada hari Sabtu, karena kuliah off maka dirinya bisa full di café mulai pukul 08.00-17.00. Khusus pada hari Minggu, sifatnya tentatif, artinya kalau café lagi ada order, dirinya baru masuk kerja. 

Hal positif yang lain setelah dirinya bergabung  di Matoa Café & Resto, selain bisa memahami karakter anggota tim di internal café, pihaknya juga turut andil dalam membangun team work yang solid dengan personel yang lebih dulu eksis seperti Yuski, Roudlotul, Kak Tri, Chef Budiono dan yang lainnya.

"Selain itu, saya juga bisa memahami karakter kastemer yang datang ke Matoa Café & Resto. Pasalnya, tidak sedikit kastemer café yang inginnya minta didahulukan saat pesan makanan maupun minuman di sini. Saya yakinkan bahwa setiap kastemer mendapatkan layanan sesuai nomor urut antrean,” kata Chorina yang pernah mengenyam studi Interior Design di ITS selama dua semester pada 2014/2015 silam.

Nah berkat keuletannya bekerja dan membagi waktu antara kuliah dan kerja, Chorina Olga Della kini bisa menikmati honor dari kerja paruh waktu (basic salary Rp 500 ribu ++)  sekalipun kiriman uang kuliah, uang kos dan lain-lain dari orang tua tetap mengalir lancar setiap bulannya. 

Satu hal lagi dirinya juga mendapat tantangan baru dari akademik untuk mengelola Unit Usaha Laundry di kampus bersama tiga teman kuliahnya yang lain. Saat ini dirinya masih menunggu kabar lebih lanjut dari Kaprodi D3 Perhotelan dan Ketua Yayasan. Selamat dan sukses. God Bless You….! (ahn)