twitter

Kursus di Surabaya

Tristar Jemursari
Telp: 031- 8480821-22.
031-8433224-25.
Simpati: 0813 3200 3300.
Satelindo: 085731804143
XL: 0817321024.
PIN BB: 2B4E0E95
Jln. Raya Jemursari 234 & 244.

Cooking With The Chef

VCD Tutorial Memasak. Info dan Pemesanan: 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

VCD Tutorial Tata Boga dan Patiseri

Jl.Raya Jemursari 244, Surabaya. 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

Pages

Senin, 29 Februari 2016

Belajar Digital Printing Bersama Instruktur dari Tristar Institute



Belajar Digital Printing Bersama Instruktur dari Tristar Institute
M Asy’ari Berbagi Ilmu Digital Printing dengan Tiga Orang Peserta Workshop  

INSTRUKTUR dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, M. Asy’ari SSn., kembali dipercaya untuk berbagi ilmu dengan tiga orang peserta Workshop Cetak Digital Printing dan Water Transfer Paper di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Senin (29/02/2016) siang.
Peserta workshop cetak digital printing dan transfer water paper tersebut adalah Sofia Sriningsih (Surabaya), Jimmy Gregory (Surabaya) dan Muhammad Fadhil (Flores, Nusa Tenggara Timur).
Kepada peserta workshop, Asy’ari menjelaskan pengertian cetak digital printing, yang artinya secara umum adalah proses pencetakan gambar atau citra digital ke permukaan material atau media fisik.
Proses ini biasanya digunakan untuk pekerjaan pencetakan dengan volume (jumlah) terbatas. Dalam praktik orang awam mengenal dengan sebutan sablon manual. ”Sedangkan water transfer paper (cetak culik) sejauh ini dikelompokkan dalam dua jenis yakni water transfer paper atau dekal transper paper dan hot transfer paper,” ujarnya.
Water transfer paper adalah jenis kertas yang penggunaannya dicetak dengan jenis tinta yang tidak luntur karena air (waterproof), misalnya tinta toner (laser) tinta fotokopi atau tinta sublimasi. ”Jenis tinta  ini dapat ditransfer di atas berbagai macam bidang dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan bahan yang kita pakai,” terang  Asy’ari kepada peserta workshop, kemarin siang.
 Selain water transper paper, orang mengenal hot transfer paper. Untuk hot transfer paper hanya cocok dicetak dengan tinta sublimasi. Jenis tinta ini hanya dapat ditransfer ke media yang telah di-coating atau di atas bahan kain jenis polimer, atau dapat juga bahan katun yang telah dilapisi polimer cair atau pasta.
Masih menurut Asy’ari, mencetak dengan teknik transfer water paper (cetak culik) tidak harus membeli alat sendiri yang mahal harganya, tetapi Anda cukup membeli kertasnya saja dibawa ke copy berwarna langsung tempel. Secara umum cetak ke berbagai media tekniknya sama hanya perekatnya yang berbeda.
 Dalam hal ini yang perlu Anda perhatikan dalam teknik cetak culik adalah (a). Untuk pembuatan stiker dapat langsung dengan  plastik VINIL stiker atau sejenisnya, (b). Untuk kain atau kanvas dapat menggunakan lem tekstil seperti NF atau sejenisnya, (c). Bila ditransfer di atas kain yang sering dicuci, sebaiknya Anda menggunakan tinta SUBLIME, dan (d). Di atas bahan yang tidak mungkin dioven seperti kayu, helm, atau mobil sebagai anti goresnya, maka pekerjaan selanjutnya harus di-VERNIS.
Sementara itu untuk teknik cetak hot transfer paper, maka peralatan yang harus tersedia adalah mesin pres yang telah dilengkapi kamera, computer, printer, mesin pres kaos dan mesin pres mug. Untuk bahannya sendiri, Anda harus menyediakan tinta sublime, kertas inkjet, kaos polyester dan mug.
Untuk hasil memuaskan dalam teknik cetak hot transfer paper, ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan seksama, yakni: (1). Media yang dapat dicetak terbatas pada material yang telah di-coating atau kain jenis polyester, (2). Media cetak harus tahan panas hingga 160-180*C atau 360*F, (3). Media cetak harus rata atau dapat dipres dengan baik, dan (4). Hasil akhirnya tidak perlu divernis.
Anda tertarik mengikuti Workshop Cetak Digital Printing dan Water Transfer Paper, silakan menghubungi Tim Marketing Tristar Institute cq. Kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031). 8433224-5, sekarang juga. (ahn)


Mahasiswa Advanced Culinary Praktik Mixology Beverage



Berbagi Ilmu dengan Dosen Bartending Agus J. Mulyana
Mahasiswa Advanced Culinary Class Akpar Majapahit Praktik Mixology (Traditional) Beverage
 DOSEN luar biasa Food & Beverage (F&B) Product (termasuk Bartending) Akpar Majapahit Agus J. Mulyana, kembali berbagi ilmu dengan mahasiswa Advanced Culinary Class Akpar Majapahit untuk mengajarkan praktik mixology (traditional) beverage yang segar dan menyegarkan.

Dalam perkuliahan mixology beverage kali ini, mahasiswa diajarkan sejumlah resep minuman, kemudian mempraktikkannya di minibar lantai 4 kampus Akpar Majapahit. Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Selama praktik mixology beverage tersebut mahasiswa dipandu langsung oleh Agus J. Mulyana, sebagai dosen pembimbingnya.
Praktik mixology beverage kali ini, jadwal perkuliahan dimulai pada Selasa (23/02/2016) mempraktikkan lima resep minuman coffee alcohol, yakni cocholate mocha latte, coffee dessert, turkish mocha, burning coffee dan jamaica coffee.
 Selanjutnya pada Rabu (24/02/2016), Agus J Mulyana mengajarkan lima resep minuman Rempah Coffee with Alcohol, yang meliputi coffee brahmapoetra, coffee fairy, coffee monkey tail, coffee delight dan coffee india.
Sedangkan pada Jumat (26/02/2016) mahasiswa mempraktikkan lima resep minuman rempah mocktail yakni bir pletok, bir keraton (traditional beer), red moon delight, snow light princess (diganti dengan rob roy cocktail) dan planter punch.
 Sementara itu pada tatap muka terakhir (hari keempat), Senin (29/02/2016), mahasiswa Advanced Culinary Class Akpar Majapahit diajarkan meracik enam resep minuman beralkohol yaitu red devil (shake), tobleron (shake), après-ski-choe, hot pepermint patty, blue lagoon dan spicy peanut.  

Mahasiswa  Advanced Culinary yang mengikuti praktik meracik enam resep minuman beralkohol pada Senin (29/02/2016) pagi  hanya Marco dan Titus, sedangkan Lia, Ridho, Tommy dan Yori kali ini berhalangan datang di kampus.

Dalam kesempatan itu, Marco dan Titus dipercaya menjadi asisten Agus J. Mulyana saat meracik enam resep minuman di minibar lantai 4 kampus Akpar Majapahit. Selama praktik meracik resep minuman yang bahan-bahannya disesuaikan dengan standar industri perhotelan itu, kedua mahasiswa Advanced Culinary Class ini merasa tersanjung dan termotivasi untuk tampil sebaik mungkin. 

Mahasiswa bisa tampil baik karena sebelumnya sudah dibekali pengetahuan bahan minuman dan cara mencampurnya (mixing) bahan minuman sesuai dengan resep yang diterapkan yakni mengacu pada standard operation procedure (SOP)-nya.

”Dalam meracik bahan minuman itu ada urut-urutannya. Jangan sampai terbalik komposisinya karena  dari aspek rasa tidak pengaruhi tetapi yang rusak itu teksturnya. Nah inilah kenapa kami selalu menekankan hal ini kepada mahasiswa saat praktik di bar,” terang dosen Akpar Majapahit ini kepada kru www.culinarynews.info, disela praktik meracik minuman di hadapan mahasiswa.

Dalam perkuliahan mixology beverage selama empat kali tatap muka mahasiswa telah mempraktikkan 20-an resep minuman, pihaknya selain menyodorkan resep minuman tradisional yakni bir pletok dan bir keraton, juga memadukan resep minuman tradisional dan minuman beralkohol (long drink), misalnya spicy peanut, yang salah satu bahannya adalah sambal pecel.

Upaya mengkreasi resep minuman juga dilakukannya di hadapan mahasiswa, misalnya saat praktik meracik minuman snow light princess, ternyata salah satu bahannya sulit diperoleh di pasaran, kemudian ia mengganti dengan resep yang lain yakni rob roy cocktail yang bahannya meliputi red label 30 ml, martini rosso 20 ml, simple syrup 10 ml dan red cherry.

”Selain itu, saya juga menyiapkan resep minuman alternatif lain seperti planter punch yang bahannya terdiri dari myers’s rum 30 ml, lemon 20 ml, orange juice 2 pieces, brenadine 30 ml,” tandas Agus J. Mulyana. Upaya mengkreasi racikan minuman ini disampaikan kepada mahasiswa agar mereka tidak kaget saat terjun di dunia kerja terutama di industri perhotelan.

”Karena itu, seusai pertemuan hari terakhir ini, mahasiswa akan kami uji untuk meracik minuman hasil kreasi mereka sendiri keesokan harinya atau tepatnya Selasa (01/03/2016) pagi. Hasil kreasi masing-masing mahasiswa selanjutnya  kami nilai sejauh mana kemampuan mereka pasca pembelajaran mixology beverage selama empat hari sebelumnya,” katanya memungkasi pembicaraan. (ahn)

Minggu, 28 Februari 2016

Pelatihan Wirausaha Es Puter di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit



Pelatihan Wirausaha Es Puter di Akpar Majapahit  
Awalid9
Chef Kristian Dampingi Tiga Peserta Pelatihan Bikin Es Puter Rasa Nangka, Kacang Hijau dan Kopyor

LABORATORIUM Praktik Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, menjadi tempat pelatihan membuat Es Puter. Dalam pelatihan kali ini, peserta diajarkan membuat tiga resep Es Puter, yakni Es Puter Rasa Nangka, Kacang Hijau dan Kopyor, yang dihelat pada Sabtu (27/02/2016).

Pelatihan wirausaha es puter yang diasuh Chef Kristian Faskahariyanto ini diikuti tiga orang peserta yang semuanya dari luar kota. Mereka adalah  Syairun Krisnawangsa (Malang), Aris Tamtomo (Bangil, Kabupaten Pasuruan) dan Mimin (Pangkalan Bun, Provinsi Kalteng).

Peserta pelatihan antusias mengikuti pengarahan Chef Kristian sejak pengenalan bahan, peralatan dan cara membuat es puter skala rumahan yang nantinya bisa dijadikan peluang usaha yang menjanjikan.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat es puter rasa kopyor, bahannya antara lain santan, gula pasir, garam, tepung maizena, susu UTH, essens cocopandan, pewarna merah muda dan daging kelapa muda dicincang (di-blender kasar).

Sedangkan untuk membuat es puter rasa kacang hijau, bahannya meliputi santan, daun pandan,  kacang hijau yang sudah direbus sampai empuk, garam, tepung maizena, gula pasir dan gula kelapa (gula merah).

Sementara itu untuk membuat es puter rasa nangka, bahannya terdiri dari santan, gula pasir, garam, nangka yang sudah dipotong kecil-kecil, tepung maizena, dan daun pandan.

Setelah mengenal bahan-bahan yang dibutuhkan, Chef Kristian berbagi pengalaman  cara  membuat es puter rasa kopyor yang teksturnya lembut kepada peserta pelatihan.

Caranya: (1). Ambil santan 400 cc, kemudian dimasukkan ke dalam panci + gula pasir 110 gram + garam 2 gram + daging kelapa muda secukupnya, lalu dipanaskan dengan api sedang sampai mendidih.

(2). Selain itu, siapkan sisa santan 100 cc + tepung maizena 15 gram dan aduk sampai larut dan rata. (3). Tahapan (1) + (2) sedikit demi sedikit sambil diaduk terus + susu UTH.

(4). Tahapan (3) + pewarna makanan secukupnya dan terakhir Anda tambahkan essens cocopandan 0,5 cc. Setelah semua tahapan ini dijalani, bahan yang sudah diolah setengah jadi dimasukkan mesin es puter untuk diproses pada suhu -20*C selama satu jam. Setelah diproses selama satu jam, Anda sudah mendapatkan es puter raya kopyor yang teksturnya lembut dan siap disajikan.

”Jika Anda berminat membuka usaha es puter skala rumahan, Anda bisa membeli mesin es puter di outlet Tristar Machinery Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya (satu grup dengan Akpar Majapahit). Harganya mulai Rp 600 ribu per unit (manual) hingga Rp 13,5 juta per unitnya (mesin yang otomatis),” terang Chef Kristian, yang juga Asisten Dosen Pastry di Akpar Majapahit kepada kru www.culinarynews.info, akhir pekan lalu.

Peserta dari Pangkalan Bun Kalteng, Mimin, tertarik belajar membuat es puter skala rumahan karena pihaknya ingin menambah item produk yang ditawarkan kepada konsumen. Saat ini dirinya sudah membuat toko bakery yang didesain ala Cafe di Pangkalan Bun.

”Nah, dengan tambahan menu es puter aneka rasa, maka saya yakin pelanggan yang nongkrong di café-nya bakal bertambah. Pasalnya, mereka selain memesan roti dan kue, juga bisa menikmati lembutnya tekstur es puter yang diajarkan instruktur dari Akpar Majapahit,” terang ibu paro baya yang memakai hijab merah tersebut.

Harapan senada juga disampaikan Aris Tamtomo. Dirinya tertarik mengembangkan usaha es puter skala rumahan karena peluang usaha ini masih terbuka luas di Bangil. Hanya saja yang menjadi kendala adalah mahalnya harga mesin pembuat es puter otomatis. Info dari petugas outlet Tristar Machinery harga mesin es puter otomatis dibandrol sekitar Rp 13,5 juta per unit.

”Makanya kalau ada yang jual mesin es puter manual dengan harga Rp 1 jutaan, saya tertarik membelinya. Mesin es puter manual itu nantinya akan saya lengkapi dinamo untuk menggerakkan alat pengaduknya. Dengan mengaduk selama satu jam, misalnya, tekstur es puter menjadi lebih lembut dibanding kalau diaduk secara manual,” ujar Aris Tamtomo  yang sudah mempraktikkannya bersama sang istri di rumah.

Menanggapi hal itu, Chef Kristian tidak menampiknya. Pasalnya, dengan mengaduk secara konstan selama satu jam bahan setengah jadi es puter  dengan mesin es puter otomatis yang dipraktikkan bersama peserta pelatihan, memang tekstur es puter terasa lembut saat dicicipi.

”Anda ingin mencoba dan berminat untuk belajar membuat es puter skala rumahan (home industry)  dengan tekstur lembut, silakan datang ke Laboratorium Praktik Akpar Majapahit sekarang juga,” pungkasnya. (ahn)

Jumat, 26 Februari 2016

Kisah Perjalanan Monica dan Tutik, Tim Marketing Akpar Majapahit



Kisah Perjalanan Monica dan Tutik, Tim Marketing Akpar Majapahit 

Hadiri Expo Pendidikan, Promosikan Kelebihan Akpar Majapahit dan Dipungkasi dengan Refreshing di Pantai  

SELAMA dua bulan terakhir ini, Divisi Marketing Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit yang berkantor di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, langsung tancap gas untuk meramaikan 17 gelaran Expo Pendidikan di Jawa Timur.dan satu gelaran Expo Pendidikan di Singkawang Kalimantan Barat.


Monica Berliana Sulindra dan Tutik Styowati, dua orang anggota Tim Marketing Akpar Majapahit, berkesempatan menghadiri Expo Pendidikan di Pacitan pada Jumat (8/1/2016), Banyuwangi  pada (27-28/01/2016) dan Situbondo pada Selasa-Rabu (9-10/02/2016). 

Ketiga pameran pendidikan itu diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Pacitan, Banyuwangi dan Situbondo. Tujuan  tim marketing meramaikan expo pendidikan di kota-kota tersebut, selain untuk menyosialisasikan sejumlah kelebihan kampus kepada siswa-siswi SMA kelas XI dan XII, juga untuk menjaring calon mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016.


Sekadar informasi, Akpar Majapahit sampai saat ini membuka program studi D3 Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dengan konsentrasi keahlian dalam pendidikan Culinary dan Patisserie (Pastry). 

Salah satu daya tarik siswa-siswi SMA mengunjungi stand pameran Akpar Majapahit adalah aksi ciamik yang ditunjukkan mahasiswa Akpar Majapahit saat sesi demo masak. Disela-sela demo memasak, masakan yang dibuat mahasiswa tersebut bisa dicicipi para pengunjung pameran –pelajar, guru maupun orang tua siswa-- secara gratis.



”Usai demo masak, ada guru atau pengunjung pameran yang meminta resep masakan tersebut kepada mahasiswa Akpar Majapahit untuk dicoba di sekolah dan di rumah. Nah, demo masak di stand Akpar Majapahit inilah yang menjadi daya tarik pengunjung pameran untuk datang sekaligus mengenal lebih dekat kampus yang beralamat di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya,” terang Monica, sapaan akrab Monica Berliana Sulindra.

Gadis berkaca mata minus ini mengaku kewalahan saat stand pamerannya dibanjiri ratusan pengunjung, terutama siswa siswi SMA kelas XI dan XII yang menanyakan kelebihan Prodi D3 Perhotelan dan UPW Akpar Majapahit. Makanya, selama pameran berlangsung pihaknya selalu melibatkan dua orang anggota tim marketing dan dua orang mahasiswa untuk menghelat demo masaknya. 



Usai gelaran expo pendidikan –ketika waktunya dirasa masih mencukupi-- Monica dan Tutik memilih pelesir ke objek wisata pantai terdekat sekadar untuk refreshing. Acara bebas ini sangat berarti bagi tim marketing yang ditugaskan pihak manajemen, setelah seharian sebelumnya berjibaku menyukseskan expo pendidikan.

”Usai meramaikan acara expo pendidikan di Pacitan, misalnya, saya dan Tutik menyempatkan diri pelesir ke Pantai Teleng (Teleng Beach) di Pantai Selatan, Pacitan Jawa Timur. Kami mengagumi keindahan pantai berikut ombaknya yang mulai dilirik wisatawan asing bermain surfing,” ujar Monica kepada kru www.culinarynews.info di ruang kerjanya, Jumat (26/02/2016) siang.



Sementara itu, usai menghadiri expo pendidikan di Banyuwangi, dirinya dan Tutik juga menyempatkan diri refreshing dengan tujuan Pantai Plengkung  Namun karena waktunya sudah kesorean, maka rombongan dari tim marketing Akpar Majapahit tidak sampai Pantai Plengkung tetapi hanya berhenti di Alas Purwo.

”Di Alas Purwo kami menyempatkan diri melihat sejumlah satwa yang dilindungi seperti burung merak, beberapa jenis monyet, dan kuda liar,” tutur Monica. 


Begitu juga saat dirinya dan Tutik Styowati menyemarakkan expo pendidikan di Situbondo yang dihelat MGBK Kabupaten Situbondo, 9-10 Februari 2016, ternyata  rombongan sudah kelelahan, setelah dua hari fokus melayani pengunjung yang memadati stand Akpar Majapahit, sehingga agenda pelesir dibatalkan.

Saat pameran di Situbondo itu, tim marketing Akpar Majapahit, yakni Monica dan Tutik kembali mengajak dua orang mahasiswa. Mahasiswa yang dilibatkan untuk demo masak adalah Dwicky Darmawan dan M. Ravi Saputra.  Alhamdulillah, acara expo pendidikan di Situbondo berakhir sukses, dan pulang mendapatkan dua siswa calon mahasiswa baru Akpar Majapahit,” pungkasnya. (ahn)