twitter

Pages

Sabtu, 30 Januari 2016

Tristar Institute Ajarkan Cara Membuat VCO Sistem Dingin



Praktik VCO Bersama Nursanti, Instruktur Tristar Institute 

Peserta Diajarkan Cara Membuat ”Virgin Coconut Oil” (VCO) Sistem Dingin

DIVISI Teknologi Pangan Tristar Institute Surabaya kembali dipercaya untuk mengajarkan cara membuat Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni atau dikenal dengan sebutan minyak perawan atau disebut juga minyak dara kepada dua peserta pelatihan dari Solo Jateng, Kamis (28/01/2016) siang.

VCO ini merupakan minyak yang berasal dari buah kelapa (Cocos mucifera L.) tua segar yang diolah pada suhu rendah (-60 *C) tanpa proses pemutihan dan hidrogenasi. Proses tersebut membuat minyak kelapa ini dengan sebutan minyak perawan atau minyak dara (Virgin Coconut Oil).

VCO merupakan minyak kelapa murni yang tahan terhadap panas, cahaya, oksigen dan proses degradasi karena struktur kimianya tidak mengandung ikatan ganda. Karakteristik lain dari VCO adalah minyak ini memiliki warna jernih, beraroma lembut dan rasanya gurih. 

Selain itu, VCO juga mengandung assam-asam lemak jenuh tinggi sehingga menjadikannya tidak mudah tengik saat disimpan lama. Asam-asam lemak jenuh tersebut di antaranya adalah medium chain fatty acid (MCFA) atau medium chain trygleserida (MCT), yang sangat diperlukan tubuh.

VCO tidak mengandung kolesterol yang teroksidasi dan tidak pula mengandung ikatan trans yang merupakan racun bagi metabolisme tubuh, menyebabkan diabetes, menghambat produksi insulin dan kanker. VCO juga mengandung zat antioksidan sehingga menurunkan kebutuhan akan vitamin E.

Mengonsumsi VCO secara teratur dapat mengaktifkan hormone-hormon anti penuaan (anti aging), progesteron atau DHEA serta mencegah serangan jantung, pikun, kegemukan (obesitas), kanker dan penyakit degeneratif lainnya yang berhubungan dengan penuaan dini.

VCO yang beredar di pasaran kebanyakan adalah produk impor dengan berbagai merek dagang. VCO dalam kemasan botol dengan ukuran bervariasi relatif mahal harganya dibandingkan dengan harga minyak goreng. Satu botol VCO impor produksi Portugal dengan ukuran 750 ml dibandrol Rp 500 ribu lebih.

Buah kelapa yang direkomendasi untuk pembuatan VCO cirinya sebagai berikut: (1). Kelapa berumur 11-13 bulan, tidak boleh terlalu muda atau terlalu tua, (2). Kulit sabut kelapa sudah berwarna coklat, (3). Jika dikoclak, bunyinya terdengar nyaring menandakan  jumlah air di dalam tempurung kelapa telah berkurang, (4). Jika dibelah, daging buahnya berwarna putih dengan ketebalan 10-15 mm.

Proses pembuatan VCO ada beberapa cara. Salah satunya yang dipraktikkan dalam pelatihan di laboratorium Tristar Institute adalah Pengendapan Sistem Dingin, di mana daging buah kelapa yang telah diparut diberi air plus anti oksidan. Kemudian diperas dan disaring sehingga menghasilkan santan.

”Santan ditampung dalam wadah transparan (plastik),  kemudian didiamkan selama beberapa beberapa jam sehingga terbentuk dua lapisan, yaitu krim santan dan air.Selanjutnya krim santan didiamkan lagi sehingga terbentuk tiga lapisan. Ketiga lapisan tersebut –minyak, blondo dan air-- merupakan komposisi di dalam santan yang terpisah karena perbedaan berat jenis. Lapisan paling atas yang berupa minyak merupakan Virgin Coconut Oil (VCO),” terang Santi, sapaan akrab Nursanti, instruktur dari Tristar Institute, kemarin.

Kepada peserta pelatihan VCO --Toni Ardyanto (mahasiswa STIMIK OUB Solo dan Arifan Triatmojo, karyawan CV Bezeza, Solo (bergerak di bidang kecantikan), Santi menjelaskan, cara membuat VCO sistem dingin, bahan yang dibutuhkan adalah: kelapa parut 4 kg, air 5 liter dan air panas 1 liter, bahan antioksidan atau  butylanted hydroxytoluene (BHT) berbentuk kristal seperti gula pasir.

Cara membuat VCO sistem dingin:
(1). Kelapa parut ditambahkan air dan air panas kemudian diremas beberapa kali sehingga terbentuk santan.
(2). Untuk hasil maksimal bisa menggunakan alat pres santan lalu saring.
(3). Masukkan santan ke dalam wadah transparan (plastik) lalu tunggu selama kurang lebih dua jam hingga terbentuk dua lapisan yaitu krim santan dan air.
(4). Pisahkan krim santan dari air lalu kocok dengan mixer selama 45 menit.
(5). Masukkan krim santan yang telah dikocok ke dalam wadah transparan lalu tunggu selama delapan jam sehingga membentuk tiga lapisan yakni minyak, blondo dan air.
(6). Ambil minyak yang terdapat pada lapisan atas kemudian saring dengan kapas atau kertas saring, hasil akhir dari penyaringan adalah VCO.

Menjawab pertanyaan www.culinarynews.info, Toni Ardyanto dan Arifan Triatmojo mengatakan, niatnya belajar sekaligus praktik langsung membuat VCO di laboratorium Tristar Institute karena mereka ingin menambah pengetahuan tentang berbagai kelebihan VCO bagi kesehatan tubuh.

Di wilayah Solo dan sekitarnya, pohon kelapa banyak ditanam petani dan masyarakat sehingga pihaknya tidak kesulitan mencari buah kelapa untuk bahan baku pembuatan VCO. Di pasaran, buah kelapa bisa dicari setiap waktu tanpa harus menunggu masa panen raya pada bulan-bulan tertentu.

”Selain VCO banyak khasiatnya bagi kesehatan, minyak kelapa murni ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga wajar jika kami tertarik untuk mengusahakannya secara komersial. Saat ini kami belajar dulu bersama ahlinya,” kata Arifan mendampingi rekannya Toni Ardyanto disela-sela pelatihan VCO di laboratorium Tristar Institute, Kamis (28/01/2016) siang.

Anda tertarik belajar membuat VCO untuk home industry (usaha skala rumahan), silakan menghubungi Tim Marketing Divisi Teknologi Pangan dan Non-Food Tristar Institute cq Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, 085733691648, 082330853725, PIN BB 28CCC1E0, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar