twitter

Kursus di Surabaya

Tristar Jemursari
Telp: 031- 8480821-22.
031-8433224-25.
Simpati: 0813 3200 3300.
Satelindo: 085731804143
XL: 0817321024.
PIN BB: 2B4E0E95
Jln. Raya Jemursari 234 & 244.

Pages

Selasa, 05 Januari 2016

Chef Arif Lila Wijanarka Ajarkan Cara Membuat 12 Minuman Berbasis Kopi




Belajar Privat Meracik Aneka Minuman Kopi
Chef Arif Lila Wijanarka Ajarkan Cara Membuat 12 Minuman Berbasis Kopi 
INSTRUKTUR  Food & Beverage (F&B) Product Tristar Institute, Arif Lila Wijanarka S.S. mengawali tahun baru 2016 berkesempatan untuk mengajarkan praktik membuat 12 resep minuman dari kopi (panas maupun dingin) ala café dan standar hotel berbintang secara privat kepada dua orang peserta pelatihan dari Manokwari, Papua Barat, Selasa (5/1/2016).

Untuk resep hot coffee meliputi regular coffee, espresso coffee dan cappuccino (mixing regular coffee with fresh milk) dan coffee late (mixing espresso coffee with fresh milk). Sementara itu untuk kelompok special coffee (hot/cold) terdiri atas avocado float (mixing float avocado fruit with regular coffee), coffee float (mixing float sweet cream with coffee regular, syrup).

Selanjutnya adalah coffee freezer (mixing regular coffee with ice cream, flavor syrup caramel), coffee mocha (hot & cold) (mixing float/blended regular coffee, honey & mocha syrup), coffee milk shake (mixing blended regular coffee, milk, syrup with flavor rum), caramel ice blended coffee (mixing blended espresso, saus caramel, milk), frapucino oreo (mixing blended oreo, espresso with syrup caramel), coffee mint cream (hot mixing regular coffee, milk, sugith mint flavor).

Sebelum mengajarkan cara meracik aneka minuman berbasis kopi yang enak kepada Lyly Luciana dan Romo Putra Mada (kakak beradik) dari empat bersaudara itu, Chef Lila menerangkan secara garis besar minuman dibagi menjadi dua golongan yakni  alcoholic dan non alcoholic. Juga pengetahuan bahan dan peralatan kepada Lyly dan Romo.

Misalnya, kopi bisa dibedakan menjadi dua yakni Arabica (dataran tinggi) dan Robusta (dataran rendah). Secara kasat mata, kopi Arabica bijinya lebih kecil dibanding kopi Robusta. Rasanya lebih asam (keasamannya tinggi) daripada kopi Robusta sedangkan kopi Robusta lebih pahit daripada kopi Arabica.

Bahan-bahan lain yang harus tersedia di premium café adalah bubuk kopi (coffee powder), susu segar, cinnamon (bubuk kayu manis), buah apokat (avocado fruit), susu kental manis (SKM), madu kurma (honey), ice cream vanilla, whipping cream rosell (instant whipped cream), buah red cherry, biskuit oreo, astor stick panjang, sirup mocha, sirup vanilla, sirup coklat marissa, bubuk coklat (cocoa powder), brown sugar (gula Jawa), ice cube, ice crush, gula sachet, gula diet sachet, wine dan aneka jenis minuman beralkohol (myres rum, vodka, tequila), daun mint, gula pasir putih (gulaku), chocolate chip, air mineral, dan tissue. 

Setelah itu peserta dikenalkan sejumlah peralatan (equipment) café mulai  coffee maker machine + steamer, blender electric, mixer, gelas ukur, frying pan (teflon), kompor gas portable, cutting board, knife, ice cream scoope, straw, stirer (pengaduk), botol plastik, dusher (stainless/ceramic), spatula kayu, creamer (stainless/ceramic), sauce pan, stainless cup jigger, timbangan digital, shaker, suspense, tea spoon dan coffee pressure.

Peserta juga dikenalkan dengan aneka gelas mulai coffee cup regular, coffee cup espresso,  wine goblet glass, (brandy glass), mediteria (flip glass), pilsener glass, coffee cup double (L), hurricane glass, dan irish glass.

”Saya kenalkan semua itu kepada peserta pelatihan karena mengacu pada standar hotel berbintang atau premium café bukan café café-an. Saya harapkan peserta punya gambaran lengkap bagaimana memulai buka usaha café untuk membidik segmen menengah atas,” terang Chef Lila, sapaan akrab Arif Lila Wijanarka, disela memberikan materi pelatihan Meracik Aneka Minuman Berbasis Kopi di Mini Bar Kampus Akpar Majapahit, Selasa (5/1/2016) siang.

Contohnya, untuk pengadaan coffee maker manual berharga Rp 3 jutaan, minimal harus tersedia di sebuah premium café. Idealnya memakai coffee maker otomatis yang dibandrol Rp 30 jutaan, sedangkan harga KW-nya dari China hanya Rp 10 jutaan per unit.

Lyly Luciana, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Papua, 2014 silam,  usai mengikuti pelatihan memasak dan meracik minuman di Tristar Institute, mengatakan, ia bersama adiknya, Romo Putra Mada, berencana membuka café untuk membidik segmen menengah atas di Manokwati, Papua Barat.

Untuk lahannya (tempat usaha) sendiri sudah siap, begitu juga masalah pendanaannya tidak jadi soal karena didukung penuh oleh orang tua. Pihaknya selain ingin buka café juga menghidupkan kembali restoran milik keluarga yang tutup sementara setelah chef-nya resign.

”Nah untuk mewujudkan rencana itu maka awal tahun ini kami akan membuka cafe dan resto sekaligus. Sebelum dibuka, kami mesti belajar dulu kepada ahlinya di sini,” kata Lyly yang diamini adik kandungnya, Romo Putra Mada, Sarjana Ekonomi dari Universitas Diponegoro, lulusan pertengahan 2015. 

Sekadar informasi, sebelum mengikuti pelatihan meracik aneka minuman berbasis kopi, mereka mengikuti pelatihan membuat aneka resep masakan (Western, Chinese Food, Barbeque, Indonesia Authentic Food seperti soto, garang asem, masakan Sunda, aneka penyetan) secara privat di Tristar Institute yang diajarkan Chef Budiono dan Chef Haris Suseno sejak Desember 2015 lalu. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar