twitter

Pages

Kamis, 07 Januari 2016

Mahasiswa Diajarkan Praktik Usaha Laundry Skala Rumahan







Berbagi Ilmu dengan Dosen Akpar Majapahit Paulus Soetrisno M.Par

Mahasiswa Diajarkan Praktik Usaha Laundry Skala Rumahan

BISNIS laundry merupakan bisnis rumahan yang belakangan ini sedang marak. Banyak orang yang berminat untuk bisnis ini, namun tak mengerti cara memulainya. Memang, memulai bisnis baru bagi pemula  gampang-gampang susah. Berikut ini merupakan gambaran untuk memulai bisnis  laundry menurut pengalaman Dosen Akpar Majapahit Paulus Soetrisno M.Par yang disampaikan kepada mahasiswanya.

Bisnis ini mengandalkan jasa, sehingga berorientasi pada kepuasan pelanggan. Mendapatkan pelanggan yang loyal merupakan suatu keberhasilan bagi bisnis ini. Makanya aspek pelayanan dan kepuasan pelanggan menjadi hal yang krusial bagi kelangsungan usaha laundry.

Karena itu, dia selalu mewanti-wanti agar kedua aspek tersebut diperhatikan betul oleh mahasiswa sebelum merintis bisnis laundry skala rumahan. Sebelum buka usaha sendiri di rumah, mereka diajarkan praktik langsung laundry di kampus karena pihak akademik sudah menyediakan sarana dan prasarananya. Mulai bahan-bahan kimia laundry (deterjen, softener, penghilang noda, pelican baju, parfum laundry), mesin cuci, alat pengering, hanger, lantai penjemuran, tempat untuk menyetrika pakaian, rak-rak baju hingga plastik pengemasannya.

Untuk praktik usaha laundry di kelas, dibentuk tim-tim kecil yang masing-masing beranggotakan dua orang per tim.  Setiap tim kecil ini bekerja mulai menerima order cucian. Misalnya tim Rizky dan pasangannya menerima order cucian 6,5 kg (@ Rp 5000 per kg). Hari itu juga pakaian kotor itu dicuci bersih, dikeringkan dan keesokan harinya disetrika, sebelum diambil oleh pelanggan.

Uang hasil orderan dikumpulkan untuk kas kelas. Kalau order cuciannya hari ini 6,5 kg berarti tim Rizky menyumbang Rp 32.500 ke kas kelas dari wirausaha laundry. Tim berikutnya juga mengikuti cara kerja yang sama dengan tim sebelumnya.

Uang yang terkumpul di kas kelas tersebut selanjutnya di-break down untuk menutup biaya listrik, air, sabun, parfum laundry, jasa tenaga kerjanya dan lain-lain. Selisih dari biaya-biaya dan pendapatan usaha merupakan keuntungan usaha laundry. Nah cara perhitungan sederhana ini yang dikenalkan kepada mahasiswa.

Secara garis besar, sebelum Anda memulai bisnis ini, perlu dilakukan survei kecil-kecilan terhadap pangsa pasarnya seperti profesi penduduk di sekitar lokasi, umur, penghasilan rata-rata, pendidikan, dan karakteristik konsumen. Survei bisa dilakukan secara langsung dan juga berdasar data-data sekunder untuk melihat seberapa besar pangsa pasar bisnis ini, dan mencari kemungkinan untuk dikembangkan.

Bisnis ini paling baik berlokasi yang dekat dengan kos-kosan mahasiswa, rumah sewa karyawan/karyawati, salon, juga perumahan. Namun perlu dilihat apa saja yang menjadi kompetitor untuk bisnis ini seperti jasa cuci bulanan, laundry and dry clean. Buatlah daftar pesaing, selanjutnya analisis kelebihan dan kekurangannya.  Dari hasil tersebut dapat dijadikan dasar untuk bersaing yang baik. 


Selanjutnya perencanaan promosi bisnis agar konsumen  mengetahui jasa yang bisa diberikan. Promosi dapat dilakukan dengan cara membuat leaflet, pamflet, promosi dari mulut ke mulut, spanduk, radio, arisan.  Untuk itu, perlu ditetapkan juga nominal budget promosi,seberapa sesering dan cara yang paling efektif untuk menunjang bisnis secara konsisten. 

Dalam hal penentuan harga, perlu juga diamati apakah pangsa pasar yang ada berorientasi pada kualitas produk atau pada harga.Bandingkan pula dengan harga kompetitor. Penetapan harga yang terlalu rendah belum tentu baik, karena tidak semua orang perduli dengan harga yang murah selain itu keuntungan menjadi sangat tipis. Salah salah malah dibilang murahan. Lebih baik memberikan harga rata-rata yang umum dipasaran dengan kualitas baik.



 Untuk rencana operasional, susunlah peralatan-peralatan dengan efektif dan seefisien mungkin, untuk menghemat waktu pengerjaan, nyaman dan enak dipandang. Sementara itu, kebutuhan peralatan dan bahan penunjang seperti mesin cuci, timbangan, pengering, setrika, listrik yang menunjang, telepon, dan bahan habis pakai lainnya perlu dibuat secara rinci.Jika perlu, tetapkan kebutuhan minimal bahan habis pakai sebelum memesan kembali ke supplier.

Kalau Anda merasa perlu untuk merekrut karyawan, maka rekrutlah karyawan yang kompeten serta berikan pelatihan yang memadai.Karyawan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis.Rancanglah sistem penggajian yang adil dan sesuai dengan beban kerja serta berikan bonus jika omzet meningkat, karena hal ini dapat meningkatkan semangat kerja karyawan untuk memberikan yang terbaik.

Kiat-Kiat Bisnis
Bisnis laundry merupakan bisnis yang  rentan dengan persaingan sehingga perlu kiat-kiat tertentu untuk menjalankan bisnis ini.  Berikut ini adalah beberapa kiat yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis laundry.

1. Karakter
Pahami lebih detil karakteristik bisnis laundry ini. Seluk beluknya, dari air yang dibutuhkan, listrik, sistem bisnisnya,  serta apa saja faktor yang membuat orang berkeinginan membeli jasa laundry dan termasuk harga jual.

2. Perilaku Kompetitor
Pelajari perilaku kompetitor atau pesaing.Di sini kita mesti tahu tentang harga jualnya.Misalnya saja, harga jualnya Rp 6.000, berapa keuntungan yang diperoleh dari harga tersebut. Tetapi yang penting,  kita mesti tahu mengenai hari-hari apa saja yang paling laris dan yang paling sepi. Bahkan, jika dimungkinkan, anda perlu mencari tahu  jumlah karyawan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ini.Supaya Anda bisa dengan mudah melakukan hal yang kurang lebih sama dengan pesaing Anda.

3. ATM
Dalam suatu bisnis Anda tidak perlu melakukan hal yang baru sama sekali.Yang perlu Anda lakukan adalah membuat ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Kalau Anda belum mampu melakukan modifikasi, lakukan saja pengamatan terlebih dahulu dan kemudian Anda lakukan peniruan terhadapnya sesuai dengan kemampuan Anda.

4. Modifikasi
Jika Anda melakukan modifikasi, maka modifikasi yang perlu dilakukan adalah menjual dengan harga yang sedikit lebih murah dari pesaing. Misalnya, pesaing atau pemain yang sudah lebih dulu hadir menjual dengan harga Rp 6.000, sebaiknya Anda tidak menjual dengan harga yang sama. Mungkin juallah dengan harga Rp 5.500, supaya terlihat ada perbedaan. Tetapi kalau Anda menilai dengan harga itu ternyata membuat margin keuntungan menjadi tipis, maka selayaknya Anda memberikan pelayanan yang lebih baik dari pesaing dengan harga yang sama.

5. Diskon
Berikan terhadap pelanggan yang mempunyai order yang cukup besar.  Jika satu hingga 3 kg tidak mendapatkan diskon, mungkin dengan pemesanan 5 kg Anda berikan potongan harga setiap kilonya menjadi Rp 5.800. Ini akan sangat terlihat berbeda di mata konsumen. Prinsipnya, jangan pernah takut membuat terobosan yang mungkin akan dinilai positif bagi konsumen.

6. Partner
Carilah partner bisnis atau orang yang dapat  diandalkan untuk membantu memasarkan jasa laundry tanpa harus menggajinya tetapi cukup dengan cara memberikan komisi terhadap penjualan.

7. Jujur dan Kesabaran
Sabar dan Jujur  merupakan kunci sukses sebuah usaha. Dua hal itu, akan menjadi salah satu sebab sebuah bisnis berumur panjang.  Namun, dua hal itu juga membutuhkan ketekunan .Karena sikap pantang menyerah, dan selalu berusaha sangat menentukan keberhasilan sebuah usaha.  Sabar, bukan hanya sabar menunggu datangnya pelanggan tetapi  sebuah usaha juga butuh kesabaran dalam mengelola, mempromosikan, menghadapi konsumen yang rewel dan lain sebagainya.
   
Anggaran Perencanaan Bisnis Laundry Kiloan 
Anda yang mau memulai usaha laundry kiloan? Untuk pemula harus mengetahui anggaran, prosedur, tahap-tahap usaha laundry kiloan. Pertama kali membuka usaha ini,hal umum yang pasti dialami itu adalah masih buta mengenai bisnis laundry kiloan. Seperti pepatah kalau ada kemauan pasti ada jalan dan tak mengenal putus asa.

Semua pemula di setiap usaha baru mengalami 2 hal, yaitu:sisi positif dan sisi negatif. Untuk sisi positifnya Anda jadi benar-benar belajar dari nol dan tahu semua hal tentang laundry kiloan dari A sampai Z. Dan sisi negatifnya tentu saja banyak menghabiskan waktu dan materi di awal mulai.

Saat Anda akan baru (newbie) memulai usaha ini,pasti mempunyai salah di sana-sini. Andai Anda mempunyai keluarga atau kerabat mengetahui cara bisnis laundry kiloan sebelumnya,pasti Anda tidak terlalu banyak menghabiskan kesalahan dan tidak bersimpang jauh dari praktik di lapangan.

Kali ini pihaknya akan mengulas tentang perencanaan bisnis laundry kiloan. "Hali ini kami buatkan untuk para Anda yang baru akan memulai usaha laundry kiloan dari perhitungan nol. Walaupun perencanaan bisnis ini sangat sederhana dan tidak sama persis dengan struktur di dunia akuntansi, namun kami berharap ini dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan," ujar Paulus.

Sekarang masuk ke inti bisnis laundry kiloan yaitu bagian hitung-hitungnya. Sebelum memulai usaha, Anda perlu menghitung perkiraan berapa modal yang harus di keluarkan, berapa biaya variabelnya, berapa pemasukan, berapa marginnya, lalu kapan balik modal dan sebagainya. Ini hanya sekadar perkiraan saja, oleh karena itu sangat sering salah di sana-sini bila  tidak di bimbing oleh ahlinya atau orang yang sudah berpengalaman di bisnis ini. 

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan untuk membuka usaha laundry kiloan:


1.    Tempat/Lokasi
Untuk tempat Anda harus tepat memilihnya.Yang strategis dan ramai penduduk dengan kesibukan sehari-hari atau cukup di rumah Anda sendiri. Keduanya bisa saja dijalani, namun bila Anda membuka laundry kiloan di tempat yang kurang strategis, perlu juga Anda pikirkan biaya untuk delivery-nya.

2.    Mesin Cuci dan Pengering (Dryer)
Pada saat membuka usaha laundry kiloan, Anda jangan terburu nafsu untuk membeli banyak mesin. Sebaiknya satu mesin cuci dan satu mesin pengering (dryer). Seiring berjalannya waktu, jumlah pelanggan pasti akan bertambah dan memiliki kesempatan membeli mesin lagi untuk meringankan waktu yang tertunda.Untuk pembelian mesin boleh dengan yang baru ataupun bekas (second) sesuai dengan budget Anda.Tetapi Anda harus cermat setiap memilih mesin dan banyak bertanya tentang spesifik di setiap mesin.

3.    Karyawan
Pilih karyawan baiknya yang berdomisili dekat dengan usaha laundry Anda, atau sediakan tempat/ruangan untuk menginap jika laundry Anda ramai, pasti itu akan menjadi lembur untuk mereka. Kasihan untuk yang tinggal jauh dari tempat usaha Anda.Untuk jumlah karyawan sesuaikan dengan jam buka usaha Anda, bila buka dari pagi sampai malam. Sebaiknya gunakan 2 shift (pagi dan siang). Dan batas jam kerja normal itu 8 jam. Jika lebih dari itu akan dimasukkan hitungan lembur. Untuk sebagai gambaran usaha laundry kiloan yang buka dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam membutuhkan 4 karyawan dengan gaji yang Anda sesuaikan,belum termasuk uang lembur dan uang makan karyawan merupakan pengeluaran terbesar, namun merupakan aset utama Anda.

4.    Perabotan
Untuk membuka usaha laundry tidak hanya mesin yang dibutuhkan, tetapi perabotan lain untuk melengkapinya seperti meja setrika, kursi, keranjang baju, ember, rak, lemari,dll. Sebaiknya juga perlu lakukan renovasi pada kios laundry Anda agar lebih bersih,rapi dan nyaman. Siapkan juga plastik untuk baju,kantong kresek, hanger, tag gun,tag pin, berbagai alat tulis, nota khusus laundry, brosur untuk mempublikasi, dan lain-lain.

5.    Kimia Laundry
Kimia laundry seperti deterjen, softener, penghilang noda, pelicin pakaian, parfum laundry,dll. Pilih kimia laundry dengan kualitas yang baik, tetapi dengan harga yang masuk akal. Bila Anda menggunakan kimia yang tersedia di supermarket,hitung terlebih dahulu apakah harganya sesuai dengan pemasukan harga per kilo laundry Anda? Berapa rupiah biaya untuk per kilogramnya pakaian?.Jangan pernah memakai deterjen biasa untuk mesin cuci bukaan depan (front loading), karena akan merusak mesin Anda. Oleh karena itu gunakan deterjen khusus (detergent matic atau detergent liquid).

Setelah semua lengkap, laundy Anda siap dibuka. Jangan lupa untuk mempublikasinya lewat pamflet, spanduk, brosur, radio, internet dan sebagainya. Bila laundry sudah berjalan, catatlah semua transaksi yang terjadi pada nota rangkap tiga. Selamat memulai bisnis laundry skala rumahan. Kalau tidak dari sekarang, lalu kapan lagi… (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar