twitter

Pages

Rabu, 27 Januari 2016

Ananda, Ridho dan Silvy, ”Bartender Junior” dari Akpar Majapahit



Melalui MKK Terpadu Jilid II, Akpar Majapahit Cetak Calon Bartender N
ov
Ananda, Ridho dan Silvy, ”Bartender Junior” dari Akpar Majapahit Jemursari

SOSOK tiga orang mahasiswa Pastry Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit Jemursari --Ananda, Ridho dan Silvy--  mulai dikenalkan ke publik sebagai calon bartender dari Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, pada gelaran Matakuliah Keahlian dan Ketrampilan (MKK) Terpadu Jilid II, Sabtu (23/01/2016) lalu.

Mereka digembleng kemampuannya sebagai peracik minuman yang andal melalui event di kampus oleh Agus J. Mulyana, dosen Bartending Akpar Majapahit dan Asisten Direktur III Bidang Kemahasiswaan Akpar Majapahit Maftucha Dipl.Hot, M.Par. Tiga mahasiswa D3 Akpar Majapahit itu dipercaya menjadi bartender junior dalam acara Jamuan Makan Malam (Semi Fine Dining) yang dihelat di Resto & Café Takashijawa.

”Untuk ke depannya, mereka diharapkan mampu tampil sebagai peracik minuman dalam berbagai kegiatan di kampus,” kata bu Ucha, sapaan Maftucha saat berbincang santai dengan kru www.culinarynews,info di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Menurut Maftucha, mata kuliah dasar-dasar bartending diajarkan kepada mahasiswa yang mengambil program studi pastry, baik yang mengikuti program D1, D2 maupun D3 di Akpar Majapahit. Pengajarnya adalah Agus J. Mulyana A.Md Par., yang sudah diakui kompetensi profesinya sebagai pengajar bartending yang cukup berpengalaman.

Melalui event  tersebut, baik Ananda, Ridho maupun Silvy telah menunjukkan minat dan bakatnya sebagai tim yang solid dalam meracik minuman saat tampil meracik minuman Lemon Grass Ice (Es Sereh) untuk welcome drink-nya, membuat Wedang Secang dan meracik Mocktail pada gelaran Jamuan Makan Malam di Resto & Café Takashijawa Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, akhir pekan lalu.

Sementara itu, setelah sukses meracik minuman di bar pada gelaran Jamuan Makan Malam, akhir pekan lalu, tantangan lebih berat bakal mereka hadapi jika dipercaya kembali untuk tampil pada acara Discothique di Kampus Akpar Majapahit Jemursari pada Sabtu (30/01/2016) malam. 

Pasalnya, racikan minuman yang dibuat bukan mocktail melainkan cocktail yang mengandung alkohol karena dalam meraciknya harus mengikuti standard operation procedure (SPO) ala café di hotel-hotel berbintang.

Tim Pub & Bar yang dikoordinir Agus J. Mulyana bersama trio bartender junior hampir dipastikan akan bahu membahu menyediakan beberapa racikan minuman beralkohol (cocktail). Selain cocktail, bar juga menyediakan beer  (dalam botol) dan snack (kentang goreng, aneka keripik dan kacang goreng) untuk camilan tamu dan undangan yang datang.


Sekadar informasi, wedang secang adalah salah jenis resep daerah Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah dan juga minuman ini yang sangat baik untuk kesehatan karena rempah dalam minuman ini dipercaya mampu menghangatkan tubuh. 

Minuman ini merupakan salah satu jenis minuman tradisional yang menyimpan banyak manfaat. Minuman ini tidak banyak orang tahu manfaatnya padahal minuman ini bisa meningkatkan stamina. Secang juga mampu mengatasi perut kembung masuk angin dan penghangat tubuh serta mengatasi gangguan pembuluh darah koroner yang menyempit.

Wedang secang juga berfungsi mengurangi tekanan darah sehingga peredaran darah menjadi lancar. Jadi wedang secang adalah alternatif minuman isotonik impor berbagai merk yang selama ini gencar di promosikan. Di minum ketika masih hangat, rasanya sungguh nikmat.

Wedang secang adalah minuman yang terbuat dari kulit pohon secang (Caesalpinia sappan L). Wedang ini di buat dengan cara merebusnya kayu yang sudah di serut-serut itu, di campur dengan kapulaga, kayu manis, serai dan sedikit jahe. Hanya saja tidak perlu  ngeri karena warna minuman ini memang mirip merah darah . warna merah itu yang membuat ciri khas secang.

Minuman tradisional Jawa ini merupakan sajian yang cocok ketika musim hujan atau musim dingin seperti sekarang, selain itu minuman ini perlu juga dibudayakan karena salah satu warisan budaya Indonesia yang layak dilestarikan.

Bahan-bahan:
  • 15 gram secang 
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 100 gram jahe, bakar
  • 250 gram gula batu 
  • 1.800 ml air 
Cara membuat:
  • Didihkan air. Masukkan secang, serai, dan jahe diatas api kecil sampai harum. Angkat. Saring.
  • Tambahkan gula batu. Sajikan selagi hangat.
Dalam memasak, ketika merebus, gunakan api yang sedang, namun ketika sudah mendidih kecilkan api. Tunggu beberapa saat hingga hingga sarinya keluar,waktu yang digunakan kurang lebih 15 menit hingga seluruh sarinya keluar.

Dalam proses pemasakan lebih baik lagi gunakan tembikar, karena aroma dari arang yang dugunakan untuk pembakaran membuat aroma berbeda, seperti agak langu namun tetap enak. Hal tersebut membuat rasa semakin nikmat. Bila tidak ada Anda dapat memasak seperti pada umumnya. 

Cara meracik minuman tradisional (Indonesian Authentic Mixology) ini juga diajarkan kepada mahasiswa Akpar Majapahit khususnya di kelas pastry. Dengan demikian, lembaga pendidikan ini juga punya komitmen tinggi dalam melestarikan warisan budaya Indonesia yang dikenal sejak dahulu kala. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar