twitter

Pages

Kamis, 14 Januari 2016

2016, Mahasiswa Prodi Perhotelan Kenakan Busana Batik untuk Kuliah



Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R Paulus Soetrisno M.Par

Apresiasi Mahasiswa Prodi Perhotelan Kenakan Busana Batik untuk Kuliah   

TAHUN Baru Semangat Baru. Inilah yang menginspirasi Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R Paulus Soetrisno M.Par untuk mengajak mahasiswa Program Studi (Prodi) Perhotelan Akpar Majapahit tampil beda pasca libur akhir tahun 2015 dan mengawali perkuliahan pada awal tahun baru 2016.

Demi menghargai batik sebagai karya asli anak bangsa sekaligus menjadi Heritage Indonesia --setelah batik mendapat pengakuan internasional dari Unesco, beberapa tahun lalu, semangat berswadesi terus digelorakan oleh segenap civitas akademika Akpar Majapahit.   

Bagaimana tidak, sebelum mengajak mahasiswanya mengenakan busana batik (seragam) digulirkan, Paulus Soetrisno mengajak dialog dengan mahasiswa khususnya dari Prodi Perhotelan, bagaimana kalau setiap hari Jumat, mereka mengenakan seragam batik yang didesain sendiri.

Pasalnya, Paulus optimistis jika busana batik itu dikenakan pada saat kuliah, selain mahasiswa tampil lebih modis, juga bisa dimanfaatkan untuk ajang promosi bagi mahasiswa Prodi Perhotelan Akpar Majapahit karena didesain sedemikian rupa sehingga orang yang mengenakannya tampak kian cakep dan keren banget.

Setelah dikomunikasikan secara internsif bersama 21 mahasiswa Prodi Perhotelan sejak Desember 2015 lalu termasuk pemilihan motif, warna dan desain seragam batiknya, akhirnya disepakati biaya pengadaan seragam batik untuk pria dikenakan Rp 100.000 sedangkan wanita ditarik Rp 150.000.

”Nah dengan dilandasi semangat satu hati satu warna, maka seragam batik itu akhirnya jadi. Seragam batik itu kemudian kami perkenalkan kali pertama kepada civitas akademika pada Jumat (09/01/2016) lalu bersamaan dengan kedatangan rombongan tamu dari Sekolah Tinggi Ekonomi dan Pariwisata (Stiepari) Semarang untuk studi banding ke kampus Akpar Majapahit Surabaya,” terang Paulus kepada kru www.culinarynews.info di ruang kerjanya, Rabu (13/01/2016).

Seragam batik kreasi mahasiswa Prodi Akpar Majapahit yang dikenakannya pada saat menyambut kedatangan tamu dari Stiepari Semarang memang serasi dan elok dipandang mata. Hal itu diakui sendiri oleh Direktur Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso MM saat mengantarkan rombongan tamunya melihat fasilitas perkuliahan pada Prodi Perhotelan di Lantai 4 Gedung Akpar Majapahit.

Desaibusana batik yang dikenakan mahasiswa dan mahasiswi Prodi Perhotelan Akpar Majapahit mirip dengan seragam yang dikenakan awak kabin salah satu maskapai penerbangan di Indonesia atau sekelas dengan busana batik yang dikenakan karyawan hotel berbintang di Surabaya.

”Pada prinsipnya saya memberikan apresiasi tinggi atas setiap ide cerdas yang dikreasi bersama antara dosen dengan mahasiswanya. Saya harapkan prodi yang lain bisa mengikuti Prodi Perhotelan, apalagi tujuannya juga untuk mengenalkan kampus Akpar Majapahit kepada masyarakat, Saya salut dan angkat topi,” terang Juwono, dalam kesempatan terpisah kemarin.

Dengan berbusana seragam batik hasil kreasi sendiri rasa percaya diri mahasiswa semakin tinggi. Hal itu tampak ketika mahasiswa Prodi Perhotelan Akpar Majapahit diminta akademik menyambut rombongan tamu dari Stiepari Semarang. 

Seragam baru yang dikenakan mahasiswa Prodi Perhotelan Akpar Majapahit tersebut ternyata juga mendapat pujian dari sejumlah petinggi Stiepari Semarang, seperti Prof Dr Dr Soetomo W.E., M.Pd, Dr Ir Bambang Dwiloka MS, Reny Apriliani M.Par, seusai meninjau fasilitas perkuliahan di kampus Akpar Majapahit pekan lalu. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar