twitter

Pages

Kamis, 14 Januari 2016

20 Mahasiswa Akpar Majapahit Kaliwaron Praktik Seni Pahat Es



Berbagi Ilmu dengan Sukamto, Instruktur Ice Curving

Mahasiswa Akpar Majapahit Kaliwaron Praktik Seni Pahat Es di Jemursari

SEKITAR 20 mahasiswa program studi Culinary Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit Kaliwaron –kelas pagi dan siang— belajar seni memahat es (ice curving). Pelajaran ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang kuliah di lembaga pendidikan tersebut.
Mereka antusias mengikuti teori dan praktik memahat es yang disampaikan Sukamto, Dosen Luar Biasa Program Studi Culinary Akpar Majapahit, di area parkir sepeda motor kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari 234 Surabaya, Rabu (13/01/2016) siang.

Sebelum praktik menghias es dimulai, mahasiswa lebih dulu dikenalkan teori memahat es di kelas.Setelah itu mereka langsung diajak praktik. Bahannya beberapa balok es ukuran 120 x 80 cm, siap dihias menjadi sosok angsa (dua buah), kepala burung elang (1 buah), huruf I (1 buah) dan menara (1 buah).

Peralatan yang disediakan untuk  praktik memahat es antara lain gergaji, pahatan (aneka ukuran dan bentuk), tatah (berbagai bentuk dan ukuran), alat bor dari besi hingga mal dari bahan yang tidak mudah meleleh seperti plastik dan stereoform.

Untuk memahat balok es menjadi sosok angsa yang cantik, pertama-tama yang dilakukan adalah menempelkan mal kiri kanan pada balok es. Selanjutnya proses pemahatan dilakukan pada bagian yang mudah diambil antara kepala leher dan sayap.

Sementara leher dan kepala angsa yang dibuat menempel dibor lebih dulu. Proses ini harus dilakukan hati-hati karena rentan patah. Nah, kalau sudah berlubang, tinggal dihaluskan dengan alat pahat secara hati-hati sesuai bentuk mal.

Setelah itu pekerjaan baru dilanjutkan dengan menghias sayap –sesuai bentuk mal—dengan pemahat berujung segitiga, untuk memberi kesan timbul pada hasil pahatan berupa sayap angsa. Dengan ketelitian  tinggi dan kehati-hatian, praktik ini dilakukan di sisi yang satu dan sisi yang lain daripada balok es tersebut. Dengan demikian, jika semua pekerjaan memahat es selesai, maka sosok angsa cantik terlihat utuh jika dilihat dari sisi kiri dan kanan.

Setelah pihaknya menjelaskan dasar teorinya dan mempraktikkan langsung bagaimana tata cara memahat es di hadapan mahasiswa, selanjutnya dosen mempersilakan masing-masing mahasiswa mempraktikkan apa yang sudah dipelajari di bangku kuliah.

”Kalian tidak perlu takut kalau salah atau hasil pahatan kaliah kurang bagus, yang penting bisa memeragakan bagaimana memahat es secara baik dan benar dengan hasil yang memuaskan," terang Sukamto yang cukup telaten mengajari dan membagi ilmunya kepada mahasiswa ketika memeragakan cara memahat es. 

Selain seni memahat es, mahasiswa Akpar Majapahit juga diajari seni menghias bahan makanan (sayur dan buah-buahan). Boleh dikata seni menghias es dan bahan makanan ini hasilnya amat mengagumkan.Tak salah jika hampir di semua perayaan besar yang ada di dunia, hampir pasti ditemukan 'seni dari makanan' apakah itu berbentuk patung cokelat, naga dari buah semangka dan lainnya. 

Hasil kreasi tangan-tangan trampil inilah yang membuat penampilan pesta pernikahan, misalnya, jadi sangat berbeda dari biasanya. Pada gilirannya membuat tamu undangan pun senang berkat penampilan eksotik dari sebuah karya seni memahat es (ice curving) dan menghias buah.( fruit curving). 

Asisstant Chef Ayu Nur Wachidah mengatakan, 20-an mahasiswa program studi Culinary Akpar Majapahit diajak ke Kampus Jemursari untuk praktik seni memahat es (ice curving), yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa kuliner.

Sebetulnya, praktik seni memahat es ini dihelat di Kaliwaron, tetapi karena bahan utamanya yakni es balok dikirim di Jemursari, maka mahasiswa tidak jadi praktik ice curving di kampus Kaliwaron, tetapi dipindahkan ke area parkir kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya.

”Meski ada perubahan tempat praktik, antusiasme mahasiswa untuk belajar memahat es tetap tinggi. Mereka antusias mengikuti arahan dari instruktur ice curving –Sukamto--yang berbagai ilmu dengan mahasiswa dalam mengajarkan seni memahat es sesuai standar industri perhotelan dan pariwisata,” ujar Ayu Nur Wachidah di sela-sela mendampingi mahasiswa praktik.
Sebut saja Syifa Abdillah Alaydrus, Fatika Dian Islami, Nafiri Ellsyadai, Rohmatul Chasanah, David, Dendy, Melissa dan mahasiswa program studi Culinary Akpar Majapahit Kaliwaron lainnya, begitu antusias mempraktikkan cara memahat es seperti  diajarkan instrukturnya.
Syifa Abdillah Alaydrus, misalnya, gadis cantik ini mencoba mempraktikkan langsung cara memahat es seperti arahan instrukturnya dengan menggunakan alat pahat berupa tatah. Wow! keren banget……
Hal sama juga ditunjukkan oleh Fatika Dian Islami. Tika, sapaan akrabnya juga tidak canggung saat jari jemarinya yang lentik mempraktikkan seni pahat es seperti diajarkan dosennya. Pecahan es yang mengenai wajah dan seragam chef-nya pun dibiarkan saja demi meraih hasil pahatan es terbaik. Selamat mencoba...! (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar