twitter

Pages

Jumat, 11 Desember 2015

Tristar Institute Buka Pelatihan Ekspor Impor Bagi Pemula

Peluang Emas untuk Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim

Tristar Institute Buka Pelatihan Ekspor Impor Bagi Pemula

TRISTAR Institute mengundang para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim untuk mengikuti pelatihan ekspor impor bagi pemula. Sebuah peluang emas bagi pelaku UMKM yang berencana melakukan ekspansi pasar ke mancanegara, setidaknya ke kawasan Asia Tenggara (ASEAN) atau mengimpor barang langsung dari China untuk dipasarkan di domestic market.

Direktur Tristar Institute Andrean S. Bandono SE, MM, MBA kepada wartawan www.culinarynews.info mengatakan, pelatihan ekspor impor bagi pemula ini mengajarkan kepada peserta terutama pelaku UMKM bagaimana memulai ekspor dan impor yang benar sesuai ketentuan dalam perdagangan internasional.

Pelatihan ekspor impor ini dititikberatkan kepada pelaku UMKM yang berencana memulai ekspor (belajar mengekspor) produknya ke mancanegara. Dengan semakin agresifnya pelaku UMKM menggarap pasar mancanegara, diharapkan pemasukan terhadap kas negara semakin meningkat dan pada gilirannya bisa memangkas defisit neraca perdagangan Indonesia dengan mengurangi impor.

Karena itu kegiatan impor hanya dilakukan jika di dalam negeri sulit mencari bahan baku dan bahan penolong yang dibutuhkan industri. Dengan demikian aktivitas impor hanya sebagai penyeimbang neraca perdagangan Indonesia dengan negara lain.


Untuk mendukung perdagangan internasional, sebaiknya pelaku UMKM terus didorong dan dimotivasi untuk belajar melakukan ekspor atas produk yang dihasilkannya. Upaya ini sekaligus membendung pasar domesik agar tidak dibanjiri produk-produk impor dari luar negeri.

”Kalau pelaku UMKM antusias belajar mengekspor produknya, saya optimistis defisit neraca perdagangan luar negeri Indonesia bisa dikurangi,” terang Andrean, yang dipercaya sebagai nara sumber dalam pelatihan ekspor impor di Kampus Akpar Majapahit, Februari 2016 mendatang.

Kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengimplementasikan perdagangan luar negeri  (kegiatan ekspor impor), mereka belum mengenal pasar, belum paham perijinan dan prosedur ekspor impor.

”Nah melalui pelatihan ekspor impor bagi pemula ini maka calon eksporter maupun importer jadi tahu dan mengerti soal perijinan dan prosedur ekspor impor yang benar,” ujar Andrean di dampingi Presdir PT Matoa Bintang Anugerah Ir Juwono Saroso MM di ruang kerjanya, Senin (7/12/2015).

Dalam kegiatan ekspor impor banyak instansi yang terlibat, mulai perbankan (bank devisa), Perusahaan Pengurusan Jasa Keuangan (PPJK), International Freight Forwarder, Shipping Company, Perusahaan Asuransi, Kemendag, Surveyor, Bea dan Cukai (BC), Lembaga Karantina (Kementan), importer, eksporter, promotor (Kadin, BPEN, International Trade Promotion Center [ITPC], dan lain-lain) hingga Kedutaan Besar.

Dalam pelatihan ini, peserta diinformasikan bea keluar untuk barang ekspor dan bea masuk untuk barang impor, produk-produk ekspor mana yang ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) dan produk impor mana yang ber-SNI. Kalau produk impor yang akan didatangkan belum ber-SNI, maka dilarang masuk pasar domestik.

”Selain itu, peserta pelatihan ekspor impor juga akan kami ajarkan bagaimana membaca letter of credit (L/C), memahami jenis Surat Keterangan Asal (SKA) atau Certificate of Origin (CoO), mengurus customs clearance di Bea Cukai dan sebagainya,” katanya.

Presdir PT Matoa Bintang Anugerah Ir Juwono Saroso MM menambahkan, pelaku UMKM yang baru belajar ekspor impor akan banyak menemui kendala jika tidak dibekali ilmunya lebih dulu. Misalnya, seorang  calon importer asal Surabaya tertarik mendatangkan barang buatan China.

Namun untuk mengimpor barang dari Negeri Tirai Bambu tidaklah mudah, sebab tidak semua pengusaha atau pedagang di sana itu jujur. Pesan barang grade A, yang dikirim ternyata grade B, C atau lebih rendah dari yang dijanjikan.

”Melalui pelatihan ini, mereka yang masih awam dan belum mengerti seluk belum ekspor impor kita bimbing dan kita dampingi sehingga kelak menjadi importer yang andal,” kata Juwono, yang juga dikenal sebagai trader dan importer spare part mesin makanan dan kosmetik.

Untuk lebih memahami berbisnis dengan pengusaha China, pihaknya juga memfasilitasi pelaku UMKM di Jatim untuk melihat pameran dagang internasional di Guang Zhou China Selatan yang dihelat setiap April dan Otober. Keberangkan mereka akan di-organized oleh Tristar Institute.

Oleh karena itu,  pihaknya membidik peserta pelatihan dari kalangan pelaku UMKM di Jatim  atau siapa saja yang ingin mengekspor produknya senyampang produknya itu tidak dilarang untuk diekspor ke mancanegara. Pasalnya, beberapa produk hasil hutan terkena larang dan pembatasan ekspor seperti rotan asalan, kayu gelondongan, batu mulia, timah batangan, kopi jenis tertentu, dan yang lainnya.

Biaya pelatihan ekspor impor untuk pemula dipatok Rp 10 jutaan (private dua orang), sedangkan peserta perorangan (umum) hanya di-charge Rp 4,5 juta perorang asalnya peserrta itu bisa mengajak empat teman sehingga terbentuk kelas kecil terdiri dari lima orang (maksimal).

Pelatihan ekspor impor bagi pemula ini dilakukan secara intensif, yakni lima kali tatap muka @ dua jam. Pertemuan jam pertama ke jam berikutnya ada jeda 15 menitan dan panitia menyediakan coffee break (minum kopi atau teh hangat. dan kue). Waktunya di-setting sehabis jam kerja, yakni pukul 18.00-20.00 WIB.

Pelatihan ekspor impor bagi pemula ini diadakan di Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Anda berminat mengikuti program baru Tristar Institute, silakan menghubungi Andrean S. Bandono SE, MM, MBA, Ir Juwono Saroso MM atau Agus Suryono Gunawan,  Telp. (031) 8433224-5, 8480821-2. (ahn)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar