twitter

Pages

Sabtu, 19 Desember 2015

Mahasiswa Advanced Culinary Praktik Membuat Menu Masakan Asia



Berbagi Ilmu dengan Chef Nadya Ratri SPd., MKes

Mahasiswa Advanced Culinary Praktik Membuat Menu Masakan Asia

SELAMA lima hari kuliah masakan Asia (Asian Cuisine), terhitung pada Rabu (16/12/2015) hingga Selasa (22/12/2015), mahasiswa Advanced Culinary Class dibekali teori dan praktik membuat sedikitnya delapan resep menu Asian Cuisine oleh Chef Nadya Ratri SPd, MKes., di laboratorium kuliner Tristar Institute Jl Jemursari No. 234 Surabaya.

Materi hari pertama (Rabu, 16/12/2015), mahasiswa praktik membuat dua resep masakan Jepang (Japanese Food) yakni Chawan Mushi dan Soba Noodle Soup. Bahan untuk membuat Chawan Mushi antara lain telur ayam lokal, daging ayam, udang segar, jamur kering, daun bawang dan mirin (melasse). Satu resep Chawan Mushi dihasilkan enam porsi.

Sementara itu untuk membuat Soba Noodle Soup, selain membuat Dashi (kaldu untuk Soba Noodle Soup) juga merebus Soba Noodle asli buatan Jepang. Topping untuk Soba Noodle Soup meliputi telur rebus separo, crab stick (kepiting sintetis, daging sapi, udang rebus yanfg sudah dikupas kulitnya, dedaunan (daun prei dan daun bawang) serta nori (rumput laut dalam bentuk lembaran tipis).

Pada hari kedua (Kamis, 17/12/2015), mahasiswa diajarkan membuat dua resep masakan Singapura (Singapore Food) yakni Singapore Steam Boat dan Chili Crabs Noodle.

Sedangkan pada hari ketiga (Jumat, 18/12/2015), mahasiswa praktik membuat dua resep masakan Thailand yakni Tom Yum dan Sum Tum (Thai Salad). Pada hari keempat (Senin, 21/12/2015), mahasiswa belajar mengaplikasikan pembuatan dua resep masakan Vietnam, yakni Pho (Vietnam Noodle Soup) dan Deep Fry Spring Roll.

Pada hari kelima (Selasa, 22/12/2015), mahasiswa diuji untuk mengimplementasikan semua teori yang telah diajarkan dan diaplikasikan dengan membuat menu hasil kreasi (food creation) sendiri. Dari ujian ini hasil kerja dan kreasi mahasiswa Advanced Culinary Class dinilai dosen.

”Makanya sejak hari pertama tatap muka, saya sudah mengingatkan mahasiswa supaya mempersiapkan diri untuk mengajukan nama resep makanan hasil kreasi sendiri yang akan diuji pada Selasa (22/12/2015). Food creation mahasiswa inilah yang jadi penilaian dosen,” terang Chef Nadya.

Ditemui usai berbagi ilmu dengan mahasiswanya, Chef Nadya Ratri SPd., MKes mengatakan, tujuan pembelajaran Asian Cuisine kali ini menekankan  pada cara menghitung kandungan gizi bahan makanan yang dimasak mulai kandungan energi, karbohidrat, lemak dan protein.

Dengan demikian diharapkan mahasiswa –para calon chef ini-- dapat mengetahui dan mempelajari bagaimana cara menghitung secara sederhana setiap kandungan bahan makanan dan produk yang sudah jadi.
 
”Peralatan yang dipergunakan untuk menghitung kandungan gizi bahan makanan ini meliputi kalkulator (mesin hitung) dan tabel DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan) yang dikeluarkan Badan Ketahanan Pangan Nasional (BKPN),” kata dosen luar biasa Akpar Majapahit yang telah menyelesaikan studi pascasarjana (S2) dari Unesa pada 2012 lalu tersebut.
 
Sejak bergabung dengan Akpar Majapahit 3 November 2014 silam, dirinya telah mengajarkan sejumlah resep masakan kapada mahasiswa program studi Culinary dan Advanced Culinary Akpar Majapahit, mulai Asian Cuisine (Jepang, India, Thailand, Vietnam, Singapura), Continental (masakan Eropa dan Amerika), Middle East (masakan Timur Tengah), masakan Indonesia, Tionghoa (lebih dari 70 resep), Italia, membuat appetizer (masakan pembuka resep luar negeri seperti aneka salad) hingga membuat masakan ala catering. 

Anda tertarik dengan model pembelajaran pada program studi Advanced Culunary Class Akpar Majapahit, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar